Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 66 Biji kacangku


__ADS_3

...Pagi harinya setelah sarapan Reina dan Revan bersiap untuk pergi ke rumah sakit sedangkan Saina pergi bersama Shella dan Iskandar piknik ke ragunan untuk melihat berbagai macam satwa di sana. Awalnya Reina menolak karena ia juga ingin ikut piknik di sana namun karena Revan sudah menjadwalkan cek kandungan hari ini alhasil Reina mau tidak mau mengurungkan keinginannya untuk ikut....


...Di dalam mobil Reina terus menerus memasang wajah cemberut dengan muka yang di tekuk tanpa mengatakan apapun. Revan yang melihat Reina cemberut hanya bisa menghela nafas panjang, Revan harus benar benar bersabar dalam menghadapi Reina karena mood Reina semenjak hamil selalu naik turun....


...Revan sampai di rumah sakit Persada 20 menit kemudian. Revan segera menggandeng Reina untuk memasuki ruangan Dr. Cika spesialis obgyn. Khusus untuk Revan tidak ada yang namanya antri mengantri karena rumah sakit ini adalah milik dari sahabatnya Rian yang beberapa waktu lalu di resmikan sebagai CEO rumah sakit Persada menggantikan ayahnya yang sudah pensiun. Rian memang secara khusus meminta Dr. Cika untuk membuat janji temu dengan Revan pagi ini....


" Selamat pagi bapak Revan Alexi Mahendra" ucap Dr. Cika ketika Revan dan Reina mengambil duduk di kursi konsultasi tersebut.


Reina yang mendengar sapaan dokter tersebut mengerutkan keningnya dengan bingung.


" Apa Revan kenal dengan dokter ini?" ucap Reina dalam hati sambil memperhatikan ekspresi wajah Revan yang tetap datar.


" Ya pagi " ucap Revan dengan datar.


" Eh hanya sesingkat itu, ini Revan yang pura pura gak kenal atau memang dokternya yang tebar pesona sih." ucap Reina dalam hati.


" Revan Revan dari dulu sampai sekarang kamu tetap saja datar ya, untung istri kamu cantik dan ramah kalau kayak kamu aduh alamat mah." Ucap Dr. Cika dengan nada menggoda.


Reina yang mendengar perkataan Cika hanya menanggapi dengan senyuman.


" Sudahlah Cik langsung saja." ucap Revan dengan tetap memasang muka datar.


...Mendengar kata kata ketus Revan, Cika hanya menanggapinya dengan senyuman kemudian mengarahkan Reina untuk naik ke ranjang pasien, setelah melakukan beberapa cek kesehatan kemudian Dr. Cika menyikap sedikit baju di perut Reina dan memberinya semacam gel lalu menggosokkan transduser atau semacam alat khusus yang di gunakan untuk USG....

__ADS_1


" Masa kehamilan sudah memasuki minggu ke 7 ukuran bayi sudah sebesar biji apel hijau kira kira sekitar 1,27 cm, apa kalian bisa melihatnya?" ucap Dr. Cika menjelaskan sambil menunjuk gambar di layar monitor sambil terus menggesekkan alat tersebut pada perut Reina.


Revan dan Reina mengikuti arah yang ditunjuk Dr. Cika dan menatap layar monitor tersebut dengan mata yang berbinar.


" Biji kacang ku...... eh anakku maksudnya" ucap Revan dalam hati dengan mata yang berbinar.


" Memang belum terlihat jelas namun di usia ini janin sudah mulai berkembang membentuk tangan, kaki, kepala, dan bagian tubuh lainnya, apa kalian ingin ingin mendengar detak jantungnya?" ucap Dr. Cika lagi.


...Selanjutnya Dr. Cika menekan sebuah alat kemudian langsung terdengar bunyi suara seperti jarum jam yang berdetak di bawah bantal....


...Mendengar hal itu Revan kemudian menatap Reina dengan mata yang berkaca kaca. Reina benar benar bisa melihat binar bahagia dari raut wajah Revan kala mendengar detak jantung anaknya pertama kali....


" Terima kasih Rein aku sungguh sangat bahagia dan tidak sabar menantikan kelahirannya." ucap Revan dalam hati sambil menggenggam tangan Reina tanpa sadar.


Setelah prosedur USG selesai Reina dan Revan kembali duduk di meja konsultasi untuk membahas beberapa hal di sana.


" Iya ada beberapa hal Reina sering sekali mual dan muntah serta penurunan selera makan." ucap Revan dengan cekatan


" Wah ternyata kamu suami siaga ya van" ucap Dr. Cika dengan mengkerlingkan mata kirinya.


" Bisakah kamu serius cik?" ucap Revan yang mulai malas menanggapi Cika.


" Baiklah, untuk mual dan muntah itu wajar terjadi pada kehamilan di trisemester pertama dan akan hilang pada 12 minggu masa kehamilan namun pada beberapa wanita mual dan muntah dapat terjadi hingga 20 minggu masa kehamilan atau bahkan ada yang mengalaminya sepanjang masa kehamilan." ucap Dr. Cika kemudian menatap Reina dan Revan bergantian lalu melanjutkan penjelasannya.

__ADS_1


" Untuk mual dan juga muntah saya akan meresepkan obat anti mual, di mohon untuk menjaga kondisi agar tidak sampai dehidrasi ketika mual dan muntah terjadi. Jika untuk penurunan selera makan itu memang salah satu faktor pada masa kehamilan sehingga si ibu harus bisa menyiasati agar kebutuhan energi serta vitamin janin terpenuhi misalnya jika si ibu mual atau eneg ketika memakan daging maka bisa menggantinya dengan tempe atau makanan yang berprotein lainnya. " Jelas Dr. Cika


...Revan dan Reina mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Dr. Cika sampai tiba tiba Revan memberikan pertanyaan yang menurut Reina nyeleneh dan memalukan....


" Apakah saat usia kehamilan 7 minggu dapat melakukan hubungan s*x? " ucap Revan tanpa dosa yang membuat wajah Reina langsung merah padam karena menahan malu.


" Oh apa kamu sudah tidak sabar van?" goda Cika ketika mendapat pertanyaan dari Revan.


" Cika..." ucap Revan.


" iya santai aja lagi van....jadi gini sebetulnya sah sah saja melakukan hubungan ketika sedang hamil, hanya saja usia kehamilan 7 minggu termasuk dalam trimester awal kehamilan di mana usia kehamilan ini masih dalam tahap perkembangan awal baik janin maupun plasenta (ari-ari). Perkembangan plasenta baru sempurna ketika usia kehamilan sudah memasuki 16 minggu. Dengan kata lain usia kehamilan di bawah 3 bulan termasuk masa rawan untuk terjadinya gangguan perkembangan janin maupun plasenta. Jadi semua tergantung pada keadaan sang ibu jika sang ibu sehat dan tidak mengalami gejala apapun yang dapat mempengaruhi janin, hubungan s*x boleh di lakukan asal dengan cara yang aman bagi ibu hamil." ucap Chika


" Apa saja cara cara itu?" tanya Revan lagi yang langsung membuat Reina malu sampai ke ubun ubun.


" Caranya adalah ....." ucap Cika namun terhenti karena Reina memotongnya lebih dulu.


" Ah tidak perlu lain kali saja, kami permisi dulu ..." ucap Reina sambil menarik tangan Revan agar berdiri.


" Kita dengarkan dulu saja Rein." ucap Revan tetap kekeh ingin mendengarnya.


" Iya lain kali saja ya van, bukannya kita akan menyusul Saina? ayo kita pergi sekarang." ucap Reina dengan masih menarik tangan Revan untuk pergi.


...Pada akhirnya Revan terpaksa mengikuti kemauan Reina untuk pergi padahal Revan masih penasaran dengan cara aman yang di maksud Cika tadi. Sementara itu setelah kepergian Reina dan Revan, Cika terkekeh geli melihat kelakuan keduanya hingga sudut matanya berair....

__ADS_1


" Kamu sudah berubah van, bahkan kamu berubah jauh lebih baik dari Revan yang ku kenal dahulu. Meski aku tidak seberuntung Reina tapi aku merasa bersyukur karena dirimu pernah singgah di hatiku meski tanpa bisa ku miliki." ucap Cika yang melepas kepergian Revan dan Reina sambil mengingat kenangan masa lalunya.


Bersambung


__ADS_2