Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 53 Memujanya adalah sebuah kesalahan


__ADS_3

...Reina terbangun karena mendengar gedoran serta teriakan Revan, kepala yang semula pusing kini malah berdenyut karena kaget dan langsung terbangun tanpa pemanasan. Reina kemudian memijat pelipisnya sebentar dan melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 12 siang....


" Astaga aku tidur terlalu lama Saina pasti mencari ku" ucap Reina pada diri sendiri sambil terus memijat pelipisnya.


" Rein Reina kamu kenapa sih buka pintu nya " ucap Revan yang terdengar Reina dari dalam kamar.


" Apa lagi Revan ini teriak teriak kepalaku semakin pusing mendengar teriakannya." ucap Reina sambil perlahan bangkit berdiri dengan berpegangan pada tepi ranjang.


" Jika kamu tidak membukanya aku akan mendobrak pintu ini satu dua ti......" ucap Revan yang bersiap akan mendobrak pintu kamar Reina.


Cklek


...Suara pintu terbuka sebelum Revan meneruskan hitungannya untuk mendobrak kamar Reina....


" Tidak bisakah kamu untuk tenang?" ucap Reina ketika muncul di balik pintu kamarnya.


" Rein akhirnya kamu muncul juga, apa yang kamu lakukan di dalam sana hampir seharian? kamu tidak tahu kamu sudah membuat khawatir semua orang " ucap Revan dengan sedikit emosi.


...Reina yang melihat Revan mengomel semakin membuat kepalanya pusing ditambah lagi bau Revan yang tercium Reina tiba tiba membuatnya mual dan ingin muntah....


Reina kemudian berlari ke kamar mandi meninggalkan Revan yang masih mengomel.


Hoek hoek hoek...


...Reina memuntahkan semua isi perutnya namun yang keluar hanya berisi cairan saja karena memang sedari pagi tidak ada makanan satu pun yang dimakan Reina....


Revan yang melihat Reina tiba tiba berlari kemudian mengikuti Reina dan berhenti tepat di depan pintu kamar mandi.


...Melihat Reina yang terus muntah dengan wajahnya yang sudah pucat Revan melangkah mendekat ke arah Reina kemudian dengan gerakan reflek Revan mengangkat rambut Reina yang memang tergerai ke atas dan langsung memijat tengkuk Reina dengan telaten....


" Apa kamu sudah muntah sedari pagi?" ucap Revan sambil terus memijat tengkuk Reina.


Reina yang mendengar Revan hanya menjawab dengan anggukan karena Reina benar benar merasa tenaganya sudah terkuras habis.


" Masih ingin muntah atau sudah selesai?" ucap Revan dengan nada yang khawatir.


...Melihat Reina yang seperti ini membuat hati Revan begitu sakit seakan ikut merasakan apa yang di rasakan Reina, rasa marah dan juga kecewa karena Reina melanggar aturannya seketika menghilang kala melihat wajah pucat dan ketidakberdayaan Reina....


" Sebentar biarkan aku istirahat sebentar" ucap Reina yang kemudian langsung duduk dibawah lantai dan bersandar di dinding kamar mandi.

__ADS_1


...Revan yang melihat hal itu tentu saja semakin khawatir, tanpa aba aba Revan langsung menggendong Reina ala bridal style untuk membawanya ke kasur. Sedangkan Reina yang di gendong hanya bisa pasrah karena memang Reina sudah kehabisan tenaga bahkan hanya untuk menolak Revan....


Revan mendudukkan Reina ke kasurnya kemudian menyelimuti Reina.


" Kamu tunggulah di sini aku akan membuatkanmi wedang jahe" ucap Revan kemudian melangkah pergi dari kamar Reina.


Reina yang melihat kepergian Revan hanya memandangnya dengan tatapan pilu.


" Revan apa kamu harus sebaik ini padaku lagi, aku benar benar bosan dengan tingkah mu yang terkadang baik namun terkadang menyakitkan. Jika kamu terus seperti ini aku bisa jatuh semakin dalam padamu van" ucap Reina dalam hati meratapi perasaannya.


Setelah 15 menit kemudian Revan datang dengan pakaian yang sudah digulung dengan sembarangan dan membawa nampan berisi wedang jahe juga semangkuk bubur untuk Reina.


Revan duduk di tepi ranjang sambil memberikan Reina secangkir wedang jahe.


" Ini minumlah agar perutmu sedikit lebih baik." ucap Revan pada Reina.


Reina meminum wedang jahe pemberian Revan hingga setengahnya kemudian memberikannya kembali pada Revan.


" Bagaimana apa sudah lebih baik?" tanya Revan pada Reina


" Sudah terima kasih " ucap Reina


...Reina menerima suapan demi suapan yang Revan berikan hingga bubur tinggal setengah kemudian Reina menolak karena perutnya merasa tidak enak....


" Sudah cukup van, perutku mual" ucap Reina


" Satu sendok lagi Rein" ucap Revan membujuk Reina.


" Revannn"


" Janji satu sendok lagi " ucap Revan lagi


...Alhasil Reina menerima suapan itu lagi dan langsung menelan bubur itu dengan kasar karena perasaan mual itu kembali terasa....


" Apa aku perlu memanggilkan Rian Rein?" ucap Revan


" Tidak perlu aku sudah baik baik saja mungkin hanya masuk angin" ucap Reina


" Kamu yakin?"

__ADS_1


" Iya tenanglah" ucap Reina meyakinkan Revan.


Hening beberapa saat sampai kemudian Revan memulai pembicaraan lagi.


" Aku minta maaf jika aku terlalu menyakitimu Rein" ucap Revan dengan sungguh sungguh.


" Mari kita bahas yang lain van" ucap Reina mengalihkan pembicaraan.


" Rein tatap aku, apa kamu mencintaiku" ucap Revan sambil mengarahkan Reina untuk menatapnya.


Reina yang di tanya tentu saja diam membisu ia benar benar bingung apa yang harus Reina katakan untuk menjawab pertanyaan Revan.


" Van sudahlah itu tidak penting lagi, jika ini menyangkut Iriana tenanglah aku sudah mengatakan bukan bahwa jika kamu ingin mengejarnya kejar saja aku tidak apa apa." ucap Reina dengan pasrah pada akhirnya.


Revan yang mendengar itu lantas terkejut kenapa arah pembicaraannya berubah membahas Iriana.


" Ini tidak ada hubungannya dengan Iriana, kamu adalah istriku jadi kamu lebih penting dari segalanya." ucap Revan meyakinkan Reina.


Reina yang mendengar hal itu hanya tersenyum


" Van jujurlah kamu juga menikmatinya bukan waktu Iriana mencumbu mu di kantor? lalu apa namanya itu jika bukan cinta. Aku sudah melihat segala hal di kamar itu dan satu hal yang aku sadari kamu sangat mencintainya. Bukankah kata kata yang kau tulis pada potret Iriana yang berisi 'Aku akan tetap mencintaimu sesakit apapun rasa yang kau beri itu janjiku' hanya sekedar omong kosong van?" ucap Reina pada Revan yang langsung membuat ekspresi wajah Revan berubah.


"Rein...." ucapan Revan tercekat di tenggorokannya Revan bingung harus bagaimana menanggapi ucapan Reina barusan.


" Sudah ku bilang kan van tidak usah di bahas lagi, jika untuk menjawab pertanyaan ku barusan saja kamu tidak bisa."


ucap Reina kemudian berbaring membelakangi Revan.


...Reina sengaja membelakangi Revan agar Revan tidak melihat air mata Reina yang kembali jatuh dari sudut matanya....


...Revan yang melihat Reina berbaring kemudian ia berdiri melangkah pergi dari kamar Reina namun saat tepat di pintu kamar Revan berhenti...


" Kamu tahu Rein aku dulu begitu memuja Iriana sampai aku lupa Iriana juga seorang manusia biasa seperti ku, jika boleh berkata jujur memujanya adalah sebuah hal bodoh yang pernah ku lakukan" ucap Revan kemudian menutup pintu kamar.


...Mendengar ucapan Revan barusan Reina langsung bangun dan menoleh namun ketika menoleh yang Reina dapati hanya sebuah pintu yang sudah di tutup oleh Revan....


" Revan...." ucap Reina dengan lirih.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2