Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 137 Kau bilang memperbaiki segalanya?


__ADS_3

...Revan memasuki mansion dengan langkah yang berat, bagaimana tidak jika setiap sudut di mansion ini semua menyimpan kenangan tentang Reina....


...Sesekali Revan tersenyum kala melihat kenangan Reina yang sedang memasak di dapur dengan wajah yang penuh dengan tepung, namun detik berikutnya Revan kembali sendu kala melihat kenangan tersebut tiba tiba saja menghilang dan lenyap di bawa hembusan angin....


...Revan terus melangkahkan kakinya memasuki mansion kemudian duduk sebentar di ruang keluarga sambil memejamkan mata berharap semua yang ia lalui hanya mimpi belakang....


" Revan ...kenapa kamu malah tidur di sini, jika baru datang lekaslah ke kamar mandi dan cuci kakimu, jangan jorok ayo berangkat"


...Mendengar suara lembut yang di rindukannya, lantas langsung membuat Revan membuka matanya dan menatap sekeliling mencari suara tersebut namun sayangnya Revan baru menyadari bahwa barusan hanyalah halusinasinya saja bukan kenyataan....


" Reina... kenapa kamu begitu cepat meninggalkanku Rein..bahkan aku belum sempat menggendong bayi mungil kita kamu malah membawanya pergi bersamamu...... apa aku sungguh tak pantas untuk mendampingi mu? hingga Allah mengambil mu dari sisi ku terlebih dahulu." ucap Revan dengan lirih


" Revannn jangan seperti itu, apa kamu akan tetap di situ sepanjang hari?"


" Reina......." ucap Revan kala bayangan Reina mulai bermunculan dan kemudian lagi lagi menghilang meninggalkan luka yang kian makin mendalam.


…......................


Seminggu kemudian


...Terlihat Revan sudah siap dengan setelan jas kerjanya bersiap untuk berangkat kerja....


...Revan mematut dirinya di cermin sambil memasang dasi di lehernya, namun tiba tiba ia kembali teringat kenangan di saat Reina masih di sini bersamanya....


" Sini aku pasangkan van..."


...Mendengar hal itu Revan lantas langsung menggelengkan kepalanya dengan keras berusaha sadar dari halusinasinya....


" Enggak aku tidak boleh terus terusan sedih aku yakin Reina pasti lebih bahagia di atas sana bersama bayi kecil kami, aku yakin itu..." ucap Revan kemudian bergegas untuk turun dan berangkat.


" Loh tuan mau berangkat kerja?" tanya mbok yem kala melihat Revan sudah rapi dengan setelan jas kantornya.

__ADS_1


" Iya mbok aku berangkat dulu ya..." ucap Revan dengan terus melangkah meninggalkan mbok yem yang masih menatap kepergian Revan.


" Mbok tahu pasti sulit bukan tuan membuat semua nampak baik baik saja di saat diri kita berada di fase paling hancur, semoga tuan Revan menemukan kebahagiannya dan bisa melepas nyonya Reina dengan ikhlas." ucap mbok yem


**********


Kantor MD Enterprise


...Suasana rapat tiba tiba menjadi begitu tegang kala Revan mendadak membanting sebuah map berisi laporan peningkatan keuntungan perusahaan....


" Ada apa dengan kalian? apa ini hasil kerja kalian ha? bisa bisanya penjualan kita turun 5 persen dari penjualan bulan lalu, apa kalian tidur dan hanya makan gaji buta?" ucap Revan setengah berteriak yang lantas membuat semua orang di dalam ruangan rapat menjadi diam seribu bahasa.


" Tuan kembali ke mode dingin yang tidak tersentuh, akankah hari hari beku seperti tahun tahun lalu terulang kembali?" ucap Wili dalam hati kala melihat Revan tengah mengamuk saat rapat berlangsung.


" Kenapa kalian diam ha? apa kalian bisu? harusnya kalian cari cara untuk meningkatkan keuntungan perusahaan bukan berleha leha seperti ini, jika kalian tidak bisa meningkatkan paling tidak buat di angka stabil..." ucap Revan sambil menggebrak meja


" Aduh mati aku... pasti bakalan kena bentar lagi ini" ucap Anita dalam hati


" Anita bukannya kamu yang bertanggung jawab mengurusinya, ada apa ini kenapa cara kerjamu seperti ini ha?" tanya Revan


" Maaf maaf dan maaf hanya itu saja yang aku dengar dari kalian, segera perbaiki segalanya saya tunggu hasilnya segera." ucap Revan kembali menggebrak meja kemudian melangkah pergi meninggalkan ruang rapat.


" Wihh gila pak Revan kesambet apa tuh orang sampek keluar taringnya begitu" ucap salah satu staf


" Dengar dengar semenjak istrinya meninggal seminggu yang lalu pak Revan jadi kaku banget kayak gitu" ucap staf lainnya menimpali.


" Iya nih, padahal gue udah lega banget karena semenjak menikah dengan bu Reina sifat pak Revan menjadi lebih lembut namun sayang kini harus kembali berubah karena kepergian bu Reina." ucap yang lainnya.


...Wili yang mendengar gunjingan tersebut lantas langsung bergegas melangkah dan tiba tiba dengan iseng masuk ke kerumunan tersebut dan langsung ikut nimbrung....


" Ehemmm apa kalian masih belum puas bergosipnya? apa masih mau melihat macan mengamuk ronde kedua" ucap Wili kala berada di tengah tengah kerumunan yang sedang bergosip itu.

__ADS_1


...Semua orang yang berada di sana lantas langsung menoleh ke arah sumber suara....


" Eh pak Wili .... siang pak..kami permisi ya pak mau makan siang laper banget soalnya" ucap staf tersebut yang sedang tertangkap basah.


" Permisi pak" ucap yang lainnya juga kemudian satu persatu mulai meninggalkan tempatnya karena takut akan ancaman Wili.


" Kamu Anita" ucap Wili yang melihat Anita hendak pergi dari ruangan tersebut.


" Iya pak" ucap Anita


" Serahkan ke ruangan ku semua berkas dan beberapa file saat rapat tadi." ucap Wili kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan Anita.


" Baik pak " ucap Anita sambil melihat kepergian Wili.


" Hemmmmm gak bos nya gak asistennya sama aja dua duanya mood mootan berasa lagi pms kali" ucap Anita kemudian melangkah pergi untuk menyiapkan berkas yang di minta oleh Wili.


**************


...Sementara itu ketika Revan memasuki ruangannya ia begitu terkejut karena di dalam sana sudah ada Iriana yang menantinya sedari tadi....


...Revan berusaha setenang mungkin memasuki ruangannya di kala rasa benci memuncak saat menatap kehadiran Iriana di ruangannya, Revan lantas kemudian duduk pada kursi kebesarannya dan menatap lurus ke depan seakan enggan untuk menatap Iriana....


" Ada apa kamu ke sini?" tanya Revan dengan nada dingin.


...Iriana sebenarnya sadar jika berjuang sekuat apapun Revan juga tidak akan menatap ke arahnya, namun bukan Iriana namanya kalau menyerah begitu saja....


" Van..... bisakah kita memperbaiki segalanya? " ucap Iriana yang langsung membuat Revan menatap tajam ke arahnya.


" Apa lagi yang perlu untuk di perbaiki Iriana? bahkan pusara Reina dan anakku masih basah namun kamu masih sempat sempatnya bertanya tentang memperbaiki segalanya, IRIANA sebenarnya kamu punya hati atau tidak sih? Reina itu adikmu meski kau akui atau tidak dia tetap adalah adikmu dan kamu malah memanfaatkan kematiannya, gila" ucap Revan dengan emosi


" Aku tahu van ...aku tahu.... maka dari itu aku siap menggantikannya menjadi istrimu sekaligus merawat Saina, Saina pasti butuh sosok ibu bukan?" ucap Iriana dengan tidak tahu malunya.

__ADS_1


Revan kemudian lantas berdiri dan melangkah mendekat ke arah Iriana dengan tatapan yang penuh dengan amarah.


Bersambung


__ADS_2