Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 108 Mencari bukti


__ADS_3

Sementara itu di perusahaan MD Enterprise


...Meski hari ini adalah weekend tetap tidak menyurutkan niat Anita untuk mencari tahu siapa dalang dari penyebaran rumor tersebut sehingga ia tiba tiba saja menjadi tersangka hanya karena tidak sengaja bertemu dengan Revan ketika berlibur di pantai D tempo hari....


" Aku harus bisa menemukan siapa pelakunya..... tapi harus aku mulai dari mana dulu?" tanya Anita dengan bingung pada diri sendiri ketika tengah berada di meja kerjanya.


" Aku bahkan sudah bertanya pada karyawan sekitar tentang siapa yang menyebarkan rumor tersebut namun selalu berakhir dengan berputar putar dan saling lempar nama..... hem kenapa aku merasa seperti mencari jarum di tumpukan jerami ya...." ucap Anita dengan menaruh kepalanya di atas meja kerjanya.


...Ketika Anita sedang sibuk berpikir sambil menaruh kepalanya di atas meja tiba tiba saja entah sedari kapan Wili sudah berdiri di depan pintu ruangan dengan memandang ke arah Anita sambil kedua tangan di lipat di bawah dada....


...Anita yang mendapati Wili tengah memandang ke arahnya lantas terkejut dan kemudian langsung bangkit berdiri dan menghadap ke arah Wili....


" Pak .." sapa Anita


" Apa yang kamu lakukan di kantor saat ini? bukankah ini weekend?" ucap Wili dengan nada merepet namun bagi Anita tetap saja terdengar dingin dan angkuh.


" Saya tengah mencari bukti ketidak bersalahan saya pak" ucap Anita


" Emang bukti bisa jatuh dari langit! saya dari tadi hanya melihat kamu bersantai di meja kerja kamu, lalu mana yang kau sebut tengah mencari bukti?" ucap Wili dengan ketus


" Dasar kampret.... gak atasan gak asistennya sama sama kulkas dan bermulut tajam, bisa gak sih lebih hangat sedikit dengan karyawannya?" ucap Anita dalam hati mengomel


" Hentikan tatapan mu itu! aku tahu kau sedang mengomel bukan?" ucap Wili yang lantas mengejutkan Anita.


...Mendengar hal itu Anita lantas menganga dengan lebar karena terkejut Wili bisa menebak isi hatinya....


" Apa dia keturunan dukun? harus hati hati nih" ucap Anita dalam hati lagi


" Ayo ikut aku" ucap Wili sambil mulai melangkahkan kakinya


" Mau kemana kita pak?" tanya Anita dengan penasaran


" Bukankah kamu menginginkan sebuah bukti? jika kamu hanya bersantai di sana tidak mungkin bukti itu akan datang sendiri kepadamu" ucap Wili dengan nada datar


" Ye judes amat sih pak senyum dikit napa?" ucap Anita yang lantas membuat langkah Wili terhenti.


" Mati aku" ucap Anita dalam hati

__ADS_1


" Kalau bukan karena tuan Revan males banget aku harus berurusan dengan wanita ini" ucap Wili dalam hati sambil menatap ke arah Anita kemudian melanjutkan kembali langkahnya.


" Eh tidak terjadi apapun? sungguh?" ucap Anita dalam hati sambil kembali mengikuti langkah Wili.


Keduanya kemudian sampai di ruang kontrol rekaman CCTV


" Kalian tinggalkan kami berdua sebentar" ucap Wili kepada staf bagaian kontrol


" Apa anda yakin pak?" tanya salah satu staf tersebut


" Ya, ini perintah dari pak Revan " bisik Wili di telinga staf tersebut detik berikutnya beberapa staf kontrol lantas langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut.


" Untuk apa kita di sini pak?" tanya Anita dengan bingung setelah kepergian beberapa staf tersebut.


" Ya cari bukti lah, kamu pikir mau ngapain disini?" ucap Wili dengan nada ketus


" Ealah salah lagi aku" ucap Anita dalam hati


" Kamu.... cari rekaman CCTV kisaran pukul 9 hingga makan sing per tanggal kemarin" ucap Wili sambil mendudukkan bokongnya pada kursi yang berada di ruangan tersebut.


" Sekarang pak?" tanya Anita dengan polosnya


" Iya iya pak, kenapa bapak hobinya selalu marah marah sih pak? santai sedikit kan bisa rileks aja gitu..." ucap Anita sambil duduk di kursi dan mulai memegang mouse ditangannya.


" Fokus Anita, bisakah kau tutup dulu mulutmu itu dan mulailah bekerja?" ucap Wili dengan kesal


" Oke " jawab Anita singkat


" Lagian siapa yang suruh kamu ikut nimbrung di sini....." ucap Anita dalam hati


...Anita lantas mulai menggerakkan kursor dan melihat beberapa rekaman CCTV di sana....


Anita melihat dengan teliti di setiap tempat dan juga beberapa orang berlalu lalang.


...Memang cukup panjang sekali durasi rekaman CCTV waktu itu di tambah dengan orang orang yang berlalu lalang yang cukup banyak terlihat di layar monitor membuat Anita sesekali memijit pelipisnya karena pusing terus menatap ke arah layar monitor....


...Karena di rasa di dalam gedung Anita tidak menemukan apapun selanjutnya Anita beralih ke rekaman CCTV di area basement kantor....

__ADS_1


...Awalnya sih masih biasa biasa saja namun ketika sebuah mobil berwarna merah tiba tiba berhenti di sana, namun tidak menampilkan seseorang pun yang keluar dari mobil tersebut membuat Anita sedikit menaruh rasa curiga di hatinya....


" Tunggu kenapa pengemudinya tidak turun turun juga" ucap Anita dalam hati sambil menatap layar monitor dengan teliti.


...Baru saja Anita menyeletuk tentang si pengemudi tiba tiba saja dari arah lift yang menghubungkan langsung antara gedung kantor dan basement muncul Manda yang setengah berlari menuju ke arah mobil tersebut dan kemudian masuk ke dalam mobil....


...Anita kemudian lantas mengambil pulpen dan mencatat no plat tersebut. Karena kondisi kaca mobil yang gelap sehingga Anita tidak bisa melihat dengan jelas siapa pengemudi mobil tersebut dan apa yang tengah meraka lakukan di dalam mobil....


...Tanpa menyianyiakan kesempatan Anita lantas langsung mengeluarkan ponselnya dan merekamnya sedari awal Manda berlari menuju mobil tersebut....


...Setelah Manda cukup lama berada di dalam mobil detik berikutnya Manda keluar dengan membawa bingkisan berupa amplop coklat yang lantas saja langsung membuat Anita geram....


" Manda..... lihat saja kamu....enak aja kamu menikmati hasilnya sedangkan aku yang malah harus menanggung getahnya" ucap Anita dalam hati ketika melihat Manda keluar dari mobil.


" Ketemu pak........." ucap Anita dengan senyum mengembang ke arah Wili


Wili yang mendengar hal itu lantas bangkit dan mendekat ke arah Anita.


" Ternyata cerdas juga otak wanita ini" ucap Wili dalam hati sambil tersenyum tipis menatap ke arah Anita.


" Terima kasih banyak ya pak" ucap Anita sambil memeluk pinggang Wili yang tengah berdiri di sampingnya tanpa sadar.


...Wili yang di peluk lantas langsung menjadi kaku seketika karena ini adalah pertama kalinya Wili di peluk seorang wanita selain ibunya sendiri....


" Ehem"


" Eh maaf pak saya tidak sengaja... maaf pak" ucap Anita yang langsung tersadar karena mendengar deheman dari Wili.


...Anita lantas melepas pelukannya dan tertawa dengan garing sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal....


" Jika kamu sudah menemukan buktinya saya mau pulang dulu" ucap Wili kemudian sambil beranjak pergi keluar


" Tunggu pak! jika bapak tidak keberatan bagaimana kalau saya traktir makan sebagai ucapan terima kasih saya." ucap Anita dengan hati hati


Lama tidak ada jawaban dari Wili sampai kemudian....


" Tidak perlu, saya hanya ingin menikmati waktu weekend saya permisi ..." ucap Wili kemudian melangkah pergi meninggalkan Anita sendirian

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2