
Satu tahun kemudian di negara Singapura
...Terlihat seorang perempuan tengah duduk di atas kursi roda dan menatap kosong ke arah langit langit malam....
...Perlahan Gerald datang mendekat ke arah perempuan itu lalu menyentuh pundak perempuan tersebut tanpa suara sehingga membuatnya cukup terkejut saat mengetahui kedatangan Gerald....
" Ada apa? apa yang membuat mu melamun?" tanya Gerald pada perempuan itu.
" Apa aku bisa pulang ge? aku sangat merindukannya ku mohon..." ucap perempuan tersebut dengan memelas yang tidak lain adalah Reina.
...Mendengar hal itu Gerald lantas langsung melepas pegangan tangannya di pundak Reina dan menatap ke arah Reina dengan tatapan tajam....
" Apa aku masih kurang Rein selama ini? bahkan setahun belakangan ini aku selalu menjagamu dengan baik, apa semuanya masih kurang?" ucap Gerald dengan kesal membuat Reina terdiam tidak bisa menjawab.
" Bukan karena itu....hanya saja aku...." ucap Reina namun tercekat ia ragu untuk meneruskannya.
" Aku apa? bahkan dengan keadaanmu yang seperti ini aku masih merima dan merawat mu dengan baik, apa ini balasan mu padaku?" ucap Gerald lagi setengah berteriak yang langsung membuat Reina menunduk dan tanpa sadar ia meneteskan air matanya.
...Ya Reina menyadari bahwa ucapan Gerald semuanya benar, Revan tidak akan mau menerimanya yang cacat seperti ini, tidak hanya itu tidak bisa di pungkiri juga bahwa Gerald lah yang menolongnya setahun belakangan ini, Gerald juga yang membuatnya kembali bangkit dari keterpurukan....
Flashback on
...Setelah mobil yang di tumpangi Reina masuk ke dalam air, Gerald yang entah dari mana lantas segera berlari ke dalam air berusaha menolong Reina....
...Butuh usaha dan perjuangan yang keras hingga Gerald berhasil menarik Reina hingga ke permukaan, kondisi Reina benar benar memprihatinkan saat itu dengan luka yang terdapat di sekujur tubuhnya....
...Gerald kemudian lantas bergegas membawa Reina ke Rumah Sakit miliknya agar Reina bisa segera mendapat pertolongan....
Cklek...
__ADS_1
...Pintu ruang UGD mulai terbuka perlahan menampilkan sosok seorang dokter sedang berjalan mendekat ke arah Gerald....
" Pasian sedang dalam kondisi kritis ,kita harus segera melakukan operasi cesar untuk menyelamatkan bayinya terlebih dahulu" ucap dokter tersebut
" Lakukan apapun yang menurut kalian terbaik, selamatkan nyawa Reina bagaimanapun caranya." ucap Gerald dengan nada dingin
" Baik Presdir kami akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkannya." ucap dokter tersebut kemudian masuk kembali ke dalam ruangan.
...Tepat 20 menit kemudian Reina di bawa ke ruang operasi, operasi di lakukan cukup lama karena kondisi Reina yang terus drop membuat operasi cukup sulit dan memakan waktu lama....
...Gerald masih dengan setia menunggu Reina di ruang tunggu VIP tanpa ingin beranjak dari sana....
" Aku tidak mau kehilangan mama untuk kedua kalinya, ku mohon kali ini saja ...." ucap Gerald lirih
" Tuan ini baju ganti anda" ucap Reno sambil menyerahkan paper bag ke sebelah Gerald.
" Biarkan saja Ren aku akan menunggu Reina dulu" ucap Gerald
...Mendengar ucapan Reno Gerald kemudian langsung bangkit dan berjalan ke ruang ganti untuk mengganti bajunya....
...Setelah berganti baju Gerald melihat dokter keluar dari ruang operasi, mengetahui hal tersebut Gerald lantas langsung bergegas berjalan mendekat ke arah dokter itu berdiri....
" Presdir, kami sudah berhasil menyelamatkan bayinya hanya saja kondisi sang ibu yang naik turun membuatnya berada dalam masa koma untuk saat ini" ucap dokter tersebut
" Apa yang kau katakan, bukannya kau berkata akan melakukan yang terbaik, lalu apa ini?" ucap Gerald dengan kesal.
" Tenanglah Presdir, kami akan terus memantau perkembangannya dan melaporkannya kepada anda" ucap dokter tersebut
...Sebulan kemudian berlalu namun Reina tak kunjung bangun juga dari tidur panjangnya, hingga kemudian Gerald memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit yang berada di Singapura untuk mendapat perawatan yang lebih baik di sana....
__ADS_1
...Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan berlalu namun Reina tak kunjung bangun juga, Gerald selalu berada di sisi Reina setiap harinya tanpa lelah, tidak hanya itu Gerald bahkan menyewa baby sitter khusus untuk merawat anak Reina....
...Tidak ada alasan khusus mengapa Gerald sampai sebegitunya dalam merawat Reina, hanya saja Gerald begitu sangat menyayangi Reina terlepas dari wajahnya yang mirip dengan almarhumah mamanya....
...Cukup lama Reina terbaring koma sampai kemudian tepat di bulan ke tujuh Reina mulai sadar. Gerald benar benar bahagia, penantiannya selama ini tidak sia sia, namun ternyata kebahagian itu tidak berlangsung lama kala mengetahui saraf saraf bagian kaki Reina tidak dapat berfungi atau mengalami kelumpuhan, memang bukan kelumpuhan secara permanen dan masih bisa di sembuhkan seiring berjalannya waktu, namun hal itu tetap saja membuat Reina bersedih dan terpuruk....
...Berhari hari Reina mengurung dirinya di kamar tidak ingin bertemu dengan siapa pun, namun Gerald tak pernah putus asa ia selalu mencoba dan berusaha meyakinkan Reina bahwa semua akan baik baik saja, hingga pada akhirnya Reina kembali bangkit dan mau untuk menjalankan terapi sebagai bentuk usaha untuk memulihkan kakinya....
Flashback off
...Melihat Reina yang menangis karena bentakannya membuat Gerald tersadar kemudian langsung mendekat ke arah Reina dan bersimpuh agar bisa menatap wajah Reina yang tengah menunduk....
" Rein..aku minta maaf, apa aku menyakitimu? maaf ya aku tadi lepas kontrol, tapi aku janji akan berubah lebih balik lagi ok" ucap Gerald sambil mengangkat dagu milik Reina agar menatap ke arahnya.
...Mendengar ucapan Gerald, Reina hanya diam dan bungkam mengatakannya pun akan percuma karena Gerald pasti tidak mengijinkannya, ingin kabur pun percuma bagaimana bisa Reina kabur bersama anaknya dalam kondisinya yang cacat seperti ini....
" Aku harus apa? jika aku terus memaksa Gerald itu sama saja aku menjadi wanita yang tidak tahu diri, bagaimana bisa aku melakukan sesuatu yang menyakiti Gerald di saat dia benar benar merawat ku dan anakku dengan penuh cinta." ucap Reina dalam hati dengan air mata yang terus mengalir.
" Jangan menangis Rein, aku tidak suka melihat air matamu itu..... besok kita ubah bentuk rambutmu ya... kita mulai semuanya dari awal lagi termasuk dengan penampilan mu" ucap Gerald dengan tersenyum sambil mengusap air mata Reina yang berjatuhan.
" Revan.... apa kamu bisa mendengar ku?" ucap Reina dalam hati.
…...............
...Sementara itu di mansion milik Revan terlihat Revan sedang tertidur lelap dengan suasana yang gelap gulita tanpa di temani cahaya lampu bersamanya....
...Di saat tidur lelapnya tiba tiba saja Revan terbangun dengan nafas yang memburu dan keringat yang bercucuran hingga membasahi bajunya....
" REINA!" teriak Revan kala terbangun dari mimpinya.
__ADS_1
Bersambung