Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 92 Hamil di luar nikah


__ADS_3

...Revan yang melihat Putra malah tertawa dengan emosi yang memuncak, Revan lantas melompat dan langsung menendang Putra dengan keras, tidak hanya itu Revan kemudian menonjok Putra berkali kali hingga wajahnya babak belur, namun yang terlihat aneh di sana tidak ada perlawanan apapun dari Putra seakan akan Putra memang membiarkan Revan memukulinya hingga mati....


" Revvvvaaannn to..longgg" ucap Reina lirih dengan suara yang sudah parau.


...Mendengar suara Reina yang aneh Revan lantas menghentikan gerakan tangannya di udara dan kembali tersadar bahwa tujuannya kesini adalah untuk menyelamatkan Reina bukan malah membabi buta kesetanan seperti ini....


" Apa yang kulakukan? kenapa aku malah melupakan tujuan awal ku datang kesini? Tolol kau Revan" ucap Revan dalam hati memaki dirinya sendiri.


...Revan kemudian mengedarkan pandangannya ke sekitar dan betapa terkejutnya Revan ketika melihat kondisi Reina di atas ranjang benar benar kacau dan berantakan tidak berbentuk bahkan dress yang Reina pakai tadi pagi sudah tidak pada tempatnya. Revan lantas mengambil selimut yang terlempar jauh ke sofa kemudian di letakkan ke tubuh Reina agar menutupi tubuh Reina....


" Wil seret pria bajingan itu dan jebloskan dia ke penjara" teriak Revan


Wili kemudian berlari memasuki kamar saat mendengar suara Revan memanggilnya.


" Baik tuan" ucap Wili sambil menyuruh anak buahnya yang berjaga di luar untuk menyeret Putra.


" Jangan lepaskan dia dan biarkan dia merasakan kejamnya neraka yang berwujud penjara." ucap Revan dengan menyeringai.


" Kamu salah jika hanya memusnahkan ku van, harusnya jika ingin membasmi jamur kamu harus mencabut hingga ke akarnya bukan hanya ujung pangkalnya saja." ucap Putra dengan suara yang semakin lirih karena di seret paksa oleh anak buah Revan.


...Revan kemudian lantas menatap kembali ke arah Reina dengan tatapan iba namun kenapa rasanya ada yang mengganjal dari pandangan Reina, pandangannya seperti tidak fokus dan terus berkeringat seakan akan tengah berada di sauna dengan tubuh yang terus menggeliat di balik selimut....


" Ada apa Rein?" ucap Revan dengan bingung harus bagaimana menangani Reina.


" Tolong aku van...." ucap Reina terbata


" Tolong apa Rein? jangan begini ayo kita pulang" ucap Revan dengan bingung


...Mendengar ucapan Revan, Reina lantas sedikit tersadar meski belum sepenuhnya sadar jika orang di depannya benar benar Revan....


...Reina kemudian menampar pipinya sendiri tiba tiba yang tentu saja membuat Revan terkejut melihatnya....


" Apa yang kamu lakukan Rein?" tanya Revan dengan bingung


" Aku juga tidak tau van... aku aku hanya ingin membuat diriku lebih sadar...." ucap Reina dengan tergagap seperti sadar tidak sadar mengatakannya.

__ADS_1


" Astaga Rein, kita pulang aku akan membantumu" ucap Revan sambil membuka selimut Reina ingin mengangkatnya.


...Namun saat selimut itu terbuka Revan baru menyadari satu hal bahwa terdapat banyak tanda cinta di tubuh Reina, sontak saja hal itu membuat Revan terkejut melihatnya....


" Astaga apa aku sudah benar benar terlambat? apa aku telah gagal melindungi istriku sendiri?" ucap Revan dalam hati menatap nanar banyaknya tanda cinta di tubuh Reina.


" Van panas...." ucap Reina tiba tiba memecahkan lamunan Revan


" Panas van" ucap Reina lagi lagi


Sedangkan Revan masih termenung menatapi tubuh Reina yang penuh tanda cinta.


" Revan...." ucap Reina lagi


...Mendengar panggilan Reina, Revan lantas tersadar dan langsung membenarkan pakaian Reina setelah itu melepas jasnya kemudian memakaikannya pada Reina, Revan lantas langsung menggendong Reina ala bridal style keluar dari apartemen ini dan membawa Reina pulang....


...Reina terus meracau tidak jelas ketika berada di gendongan Revan, jelas sekali Revan merasakan hawa panas di sekujur tubuh Reina tapi bukan demam atau sakit ini berbeda dari dua hal itu....


...Revan memasukkan Reina secara pelan ke dalam mobil dan memakaikannya sabuk pengaman namun tanpa di duga Reina malah langsung menciumnya dengan sedikit brutal, Revan yang merasakan kebrutalan ciuman Reina lantas langsung melepasnya perlahan karena ia sadar ini bukan dari Reina melainkan hanya hasratnya saja....


Revan lantas menutup pintu mobil kemudian terdiam di luar sambil menatap kedalam mobil.


Revan kemudian mendial nomor Cika di ponselnya untuk menghubunginya.


" Halo cik cepat datang ke rumah ada masalah darurat " ucap Revan dengan nada sedikit frustasi dan itu terdengar jelas dari suara Revan.


" Ada apa sebenarnya van?" ucap Cika dengan nada bingung akan suara Revan.


" Aku aku benar benar tidak tahu kenapa, tapi sepertinya ada yang memberikan Reina obat perangsang" ucap Revan pada akhirnya


" Tenanglah van, aku akan segera ke sana tetap awasi Reina van" ucap Cika menenangkan Revan


" Baiklah" ucap Revan kemudian memutuskan sambungan telponnya.


...Revan lantas masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju mansion miliknya....

__ADS_1


...30 menit kemudian Revan sampai ke mansion tapi Reina tetap saja menggeliat seperti cacing kepanasan dengan nafas yang tidak beraturan....


" Tolong van.... tolong" rengek Reina lagi dan lagi


...Revan yang mendengar rengekan Reina tentu saja merasa iba dan khawatir apalagi kondisi Reina saat ini tengah mengandung hal itulah yang semakin membuat Revan frustasi....


" Sial sebenarnya seberapa kuat obat itu hingga saat ini pun Reina masih menggeliat kepanasan, benar benar biadab akan ku bunuh kau Putra." ucap Revan dalam hati sambil menatap Reina dengan iba.


...Revan lantas keluar dari mobil dan membuka pintu mobil sebelah Reina kemudian melepas sabuk pengaman dan menggendong Reina memasuki mansion....


...Revan menidurkan Reina perlahan di ranjang kemudian mengusap rambut Reina yang sudah basah karena keringat....


" Bagaimana keadaannya van?" ucap Cika yang terlihat setengah berlari memasuki kamar.


" Ya seperti ini.." ucap Revan dengan nada getir


" Oh astaga, apa ini ulahmu van?" ucap Cika sambil mulai memeriksa Reina


" Tentu saja bukan, apa kau gila aku juga tidak seberat itu" ucap Revan dengan emosi


...Setelah selesai memeriksa Reina, Cika lantas berdiri dan menatap Revan dengan serius....


" Seperti dugaan mu, ada yang memberinya obat perangsang van tapi yang aku heran ia memberikan obat perangsang yang aman di konsumsi ibu hamil van, sepertinya dia tahu kalau Reina tengah mengandung." ucap Cika


" Bagaimana kondisinya" tanya Revan


" Sejauh ini semua baik, tekanan darahnya juga normal hanya saja ya seperti yang kamu lihat." ucap Cika sambil menunjuk Reina yang terus menggeliat gelisah seperti sedang kepanasan.


" Apa tidak ada cara lain untuk menghentikannya?" tanya Revan


" Sebenarnya ada dan kamu tahu apa itu tapi aku yakin kamu tidak akan mau melakukannya mengingat kandungan Reina masih terlalu muda, tapi menurutku van lakukan saja apa kamu tidak kasihan terhadap Reina? lagi pula ini sudah minggu ke 12 tentunya sudah cukup aman asal dengan cara yang benar dan tidak memaksa." ucap Cika


" Kau tentu tahu jawabanku, tidak adakah obat atau semacamnya" tanya Revan


" Ada, hanya saja itu tidak baik jika di konsumsi oleh ibu hamil." ucap Cika

__ADS_1


" Lagian aku heran padamu, bukankah dia istrimu? harusnya kalian akan senang jika di sarankan untuk ML lah ini kamu malah sebaliknya. Apa jangan jangan Reina hamil di luar nikah yah? dan kamu terpaksa bertanggung jawab atasnya? atau apa kalian menikah tanpa cinta?" imbuh Cika menerka nerka hubungan keduanya.


Bersambung


__ADS_2