Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 142 Paket?


__ADS_3

Kediaman mansion milik Gerald di Singapura


Terlihat Reina yang sedari tadi menatap kosong ke arah depan di mana junior tengah bermain bersama baby sitternya.


Gerald yang tahu bahwa Reina tengah melamun lantas mulai berjalan mendekat ke arah di mana Reina berada kemudian bersimpuh dan menatap ke arah Reina dengan tatapan penuh dengan tanda tanya.


" Kenapa kamu belakang ini sering sekali melamun Rein? apa kamu tidak senang berada di sini hem?" tanya Gerald sambil bersimpuh menatap ke arah Reina dengan nada yang lembut.


" Aku ingin pulang ge sungguh..." ucap Reina lirih dengan penuh hati hati takut membangkitkan singa yang tengah tertidur.


...Mendengar hal itu tidak ada tanggapan apapun yang keluar dari mulut Gerald, yang Gerald lakukan hanya diam sejenak sambil menatap ke arah Reina dalam dalam, sampai kemudian terdengar helaan nafas cukup panjang dari Gerald....


" Baiklah kali ini aku akan mengizinkanmu untuk pulang" ucap Gerald dengan singkat.


...Reina yang mendengar hal itu lantas langsung bahagia dan tersenyum dengan lebar namun detik berikutnya senyuman itu perlahan mulai memudar kala mendengar ucapan Gerald selanjutnya....


" Tapi ada yang harus kamu ingat Rein, aku hanya mengizinkan mu pulang ke Indonesia tapi tidak untuk kembali kepada Revan. Kamu harus ikut pulang ke mansion bersama ku" ucap Gerald penuh penekanan dan tidak ingin di bantah membuat Reina yang tadinya bahagia mendadak menjadi suram setelah mendengar ucapan Gerald.


" Tidak bisakah ge...." ucap Reina namun di potong terlebih dahulu oleh Gerald.


" Tidak ada sanggahan lagi untuk keputusanku Rein, kita lakukan sesuai dengan rencana ku atau kita tidak akan kembali ke Indonesia sama sekali" ucap Gerald tanpa ingin di bantah sama sekali.


Reina yang mendengar hal itu lantas hanya diam dan tidak menanggapi ucapan Gerald.


" Setidaknya aku masih bisa berada di satu negara dengan Revan, aku harus mencari cara untuk bisa kembali bersama Revan." ucap Reina dalam hati meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia bisa lepas dari Gerald meski dalam kondisi kakinya yang seperti ini.


" Apa kamu mengerti Rein?" tanya Gerald yang di balas anggukan oleh Reina.


" Bagus" ucap Gerald


...Gerald kemudian lantas mengelus perlahan rambut Reina dengan sayang, entah mengapa melihat Reina dengan model rambut bob sebahu semakin mengingatkannya pada mendiang ibunya, segala hal yang terletak pada Reina begitu persis dengan mendiang ibunya itulah yang membuat Gerald begitu terobsesi akan Reina....

__ADS_1


" Mama" ucap Gerald dalam hati sambil terus mengelus rambut Reina.


...Ketika Gerald tengah hanyut ke dalam perasaannya tiba tiba saja terdengar sebuah panggilan dari Junior yang langsung menusuk ke jantungnya....


" Pa....pa" ucap Junior dengan terbata untuk pertama kalinya.


...Reina dan Gerald yang mendengar hal itu lantas langsung menatap ke arah Junior yang hendak bangkit dan mendekat ke arah mereka....


Deg


" Dia bukan papa mu nak, hentikan memanggilnya dengan sebutan papa, itu semakin membuat mami sakit mendengarnya." ucap Reina dalam hati sambil menatap ke arah Junior.


" Aku akan naik ke atas dulu" ucap Gerald kemudian langsung bangkit dan berjalan menuju ke arah kamarnya setelah mendapat panggilan papa dari Junior.


...Junior yang melihat Gerald berlalu lantas menjadi kebingungan kemudian kembali mengucapkan kata papa seakan akan memanggil Gerald untuk kembali dan bermain dengannya....


" Mbak bawa Junior ke sini" ucap Reina yang tak tega melihat putranya seperti mengemis kasih sayang kepada Gerald.


Diusapnya perlahan kepala Junior dengan sayang.


" Ma...ma" ucap Junior saat menatap ke arah Reina sambil tersenyum riang.


Reina hanya tertawa mendengar celotehan yang berasal dari Junior.


" Junior rindu dady ya nak? sabar ya kita akan segera bertemu dedy sebentar lagi" ucap Reina memberi pengertian pada Junior.


" Da....dy" ulang Junior yang lantas di balas anggukan oleh Reina sambil menciumi wajah Junior dengan gemasnya.


" Bukankah tuan Gerald ayah dari junior? kenapa nyonya Reina malah berkata seakan akan bukan tuan Gerald ayah sebenarnya tuan muda Junior? kenapa rumit sekali silsila keluarga ini? entahlah yang penting gaji ku mengalir setiap bulannya, perkara tuan Gerald ayahnya atau bukan aku akan mencoba bodo amat dan pura pura gak tau aja deh" ucap baby sitter yang mengurus Junior sambil menatap ke arah Junior yang tengah berada di pangkuan Reina.


********

__ADS_1


Mansion milik Revan


...Karena hari ini weekend Revan berencana untuk memperpanjang masa tidurnya sebentar, sampai kemudian ponselnya berbunyi membuat Revan langsung terjaga dari tidurnya....


" Halo tuan maaf jika saya mengganggu tidur tuan" ucap Wili dengan hati hati karena takut Revan akan marah jika mengetahui Wili mengganggu waktu hibernasinya.


" Katakan saja, tapi awas jika kau menelpon ku karena hal sepele siap siap saja kau" ucap Revan masih dengan mata setengah terpejam karena mengantuk.


...Mendengar hal itu lantas membuat Wili menelan salivanya dengan kasar karena ancaman dari Revan....


" Anu tuan... anda mendapat kiriman paket dari Singapura tuan, awalnya saya mengira paket tersebut sebuah tipuan atau ancaman karena tidak ada nama atau alamat pengirim yang jelas tertera dalam paket tersebut, namun paket itu selalu datang setiap satu bulan sekali selama tiga bulan belakangan ini" ucap Wili menjelaskan


...Mendengar Wili mengatakan hal tersebut membuat Revan sedikit kebingungan sambil menerka nerka paket apa yang di maksud oleh Wili....


" Paket apa yang kau bicarakan? aku bahkan tidak menerimanya sama sekali" ucap Revan


" Itu sebenarnya.. karena saya kira paket tersebut sangat mencurigakan, jadi saya langsung menaruhnya ke gudang kantor namun karena paket itu selalu datang, pada akhirnya saat paket ketiga datang saya kemudian mencoba membukanya dan mengecek isi paket tersebut apakah berbahaya atau tidak, dan ternyata isinya hanya hal hal biasa jadi saya mengirimkan ketiga paket tersebut langsung ke rumah tuan." ucap Wili lagi


" Jika tidak penting mengapa tidak kau buang saja Wil" ucap Revan dengan kesal


" Anda lihatlah dulu tuan, karena saya tidak mengerti maksud dari paket tersebut, mungkin jika anda melihatnya anda akan mengerti" ucap Wili lagi karena Wili yakin ada maksud tersendiri dari paket tersebut.


" Ya ya ya... apa kau sudah membawanya ke rumah?" tanya Revan


" Sudah tuan, saya sudah menaruh paket tersebut di ruangan anda tadi" ucap Wili


" Ya sudah nanti aku akan melihat" ucap Revan kemudian memutuskan sambungan telpon miliknya.


...Revan kemudian lantas bangkit dan bergegas menuju ke ruang kerjanya untuk melihat paket yang di maksud oleh Wili....


" Paket apa lagi sih, awas saja kalau sampai isi paket ini tidak penting" gerutu Revan sambil terus melangkah menuju ruang kerjanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2