Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 105 Beban yang kau tanggung pasti berat kan?


__ADS_3

...Revan kembali ke rumahnya tepat di sore hari, hari ini benar benar hari yang melelahkan bagi Revan dimana ia harus mengurus beberapa hal dalam waktu yang bersamaan....


...Setelah memarkirkan mobilnya Revan perlahan memasuki mansion miliknya namun keadaan yang sepi membuat Revan mengerutkan dahinya bingung....


...Di dapur ia hanya melihat mbok yem di sana padahal biasanya Reina akan terlihat membantu mbok yem jika ingin mempersiapkan makan malam namun ini hanya ada mbok yem seorang di dapur, lantas kemana Reina?...


...Revan menghampiri mbok yem yang sedang sibuk memasak di dapur....


" Reina mana mbok? tumben mbok yem sendiri?" tanya Revan


" Nyonya sedari selesai sarapan pagi tadi ada di kamarnya tuan muda dan hanya keluar ketika makan siang itupun hanya sebentar, ketika si mbok tanya apakah nyonya sakit? nyonya Reina hanya menjawab dengan gelengan kepala dengan raut wajah yang sedih dan lesu." ucap mbok yem menjelaskan


" Kenapa si mbok tidak menelpon saya?" tanya Revan kala mendengar ucapan mbok yem


" Saya tidak berani tuan, nyonya Reina mewanti wanti saya untuk tidak menghubungi tuan karena katanya tuan sangat sibuk hari ini" ucap mbok yem


" Ya udah saya ke atas dulu mbok, makan malamnya mbok taro di lemari saja gak perlu di tata di meja makan." ucap Revan kemudian melangkah pergi menuju atas untuk melihat keadaan Reina.


...Revan membuka pintu kamar secara perlahan kemudian memasuki kamarnya, ketika Revan sudah masuk ke dalam kamar, Revan mendapati kamarnya dalam keadaan gelap gulita dengan Reina yang sudah tidur dengan posisi tubuh miring membelakangi posisi Revan ketika masuk....


" Reina sudah tidur? jam segini?" tanya Revan dalam hati


...Revan lantas ke kamar mandi untuk bergegas membersihkan dirinya....


...Setelah Revan selesai membersihkan dirinya Revan langsung naik ke ranjang dan mendekat ke arah Reina....


...Seperti biasa Revan kemudian mengusap perlahan punggung Reina dengan naik turun memberikan kenyamanan pada bumil satu ini....


Merasakan usapan di punggungnya membuat Reina sedikit terganggu dalam tidurnya.


" Apa aku membangunkan mu?" tanya Revan kala melihat gerakan kecil dari Reina.


" Hem" ucap Reina dengan singkat namun dengan posisi tetap membelakangi Revan.


...Revan yang melihat hal tersebut lantas semakin bingung di buatnya....

__ADS_1


" Ada apa Rein? apa aku melakukan kesalahan?" tanya Revan namun masih dengan tangan Revan mengusap punggung Reina.


...Reina kemudian lantas berbalik badan dan menatap Revan dalam kegelapan lalu kembali menunduk dan masuk mendekat ke dada bidang milik Revan....


" Tidak apa hanya saja baby R sedari tadi tidak mau diam di dalam sana, perutku jadi terasa tidak enak" ucap Reina sambil mengalihkan pembicaraan agar Revan tidak menanyakan hal lain.


" Aku tahu pasti saat ini beban mu berat kan van? lagi pula ini hanya masalah sepele Reina kamu pasti bisa menanggungnya." ucap Reina dalam hati berusaha menguatkan dirinya sendiri.


" Apa sakit Rein? apa kita perlu pergi ke Cika sekarang?" tanya Revan sambil menatap ke arah Reina


" Tidak perlu hanya sakit sedikit kok van, aku masih bisa menahannya" ucap Reina dangan semakin mengeratkan pelukannya pada Revan.


" Jangan begitu, aku sangat khawatir sekarang kita pergi menemui Cika yuk " bujuk Revan lagi


" Tidak mau! aku hanya ingin seperti ini bersamamu" ucap Reina lagi


...Revan yang mendengar ucapan Reina lantas hanya bisa menghela nafas panjang karena tidak berhasil membujuk Reina....


" Baiklah kalau kamu tidak mau pergi lebih baik kamu istirahat saja ok" ucap Revan dengan tetap mengelus punggung Reina.


...Di kediaman rumah lama Reina yang di tempati oleh Iskandar dan juga Shella....


...Shella nampak duduk termenung di ruang keluarga dengan menatapi dinding rumahnya sedari tadi tanpa melakukan apapun....


...Iskandar yang melihat istrinya tengah melamun lantas menyusul dan ikut bergabung dengan Shella di ruang keluarga....


...Cukup lama Iskandar duduk di sana namun Shella seakan tetap diam seperti tidak mengetahui kehadiran Iskandar sedari tadi....


" Bu ...." ucap Iskandar karena Shella tak kunjung menyadari kehadiran Iskandar sedari tadi.


...Shella yang mendengar Iskandar tiba tiba bicara dan sudah duduk di sebelahnya lantas menjadi sedikit terkejut....


" Oh astaga ..... ayah.... kenapa ayah mengejutkan ibu?" ucap Shella yang terkejut karena kehadiran Iskandar yang tiba tiba.


" Ayah sudah sedari tadi di sini bu, sebenarnya apa yang membuat ibu sampai melamun seperti itu?" tanya Iskandar

__ADS_1


...Mendapat pertanyaan dari Iskandar lantas membuat Shella menarik nafas panjang berulangkali yang tentu saja membuat Iskandar semakin bingung dan bertanya tanya....


" Ibu tadi siang menemui Revan yah" ucap Shella pada akhirnya


" Apa terjadi sesuatu pada Reina?" tanya Iskandar dengan penasaran karena tidak biasanya Shella tiba tiba menemui Revan.


" Tidak, ibu....... ibu... ingin mengatakan yang sebenarnya kepada Revan namun belum sempat ibu katakan Revan bahkan sudah mengerti tujuan ibu menemuinya." ucap Shella dengan nada sendu di setiap kalimatnya.


" Tentang apa sebenarnya ini bu?" tanya Iskandar lagi kepada Shella


" Tentang kita, masa lalu aku, kamu, dan juga Erika" ucap Shella


" Jadi Revan sudah tahu? " tanya Iskandar


" Ya" ucap Shella


" Semuanya?" tanya Iskandar lagi


" Iya"


" Lalu apa tanggapannya terhadap kita?" tanya Iskandar penasaran


" Dia bilang dia tidak punya hak untuk membenci kita hanya Reina yang punya hak akan hal itu. Dia juga meminta ibu untuk segera meluruskan semua halnya dengan baik baik sebelum semua melebar dan membuat kita menyesal, aku tidak tahu pasti apa maksud Revan mengatakan hal itu, hanya saja Revan seperti memperingatkan kita untuk segera menyelesaikan permasalahan ini sebelum Erika bertindak di luar batas tanpa tahu Reina adalah anaknya. Bukankah kata kata Revan sangat tidak pantas untuk diucapkan yah? harusnya dia bisa lebih bijaksana lagi, bukankah Erika dulu dan sekarang tetap mertuanya juga?" ucap Shella panjang lebar menjelaskan kejadian tadi siang.


" Entahlah bu, tapi ayah rasa Revan pasti mengatakan hal itu dengan suatu alasan yang jelas dan ayah yakin telah terjadi sesuatu antara mereka yang tidak kita ketahui." ucap Iskandar sambil menatap ke arah Shella.


" Jadi maksud ayah Erika benar benar akan melakukan hal tersebut." tanya Shella


" Ayah juga tidak tahu pastinya, tapi Erika yang ku kenal dulu dan sekarang tentu mereka dua orang yang berbeda, bukankah kau juga merasakannya?" ucap Iskandar lagi


" ibu .... ibu..... tapi yah ibu masih yakin kalau Erika tidak akan mungkin melakukan hal buruk kepada Reina." ucap Shella namun dengan nada antara yakin dan tidak yakin akan ucapannya.


" Kita lihat saja nanti, semoga segala sesuatunya tidak akan menjadi lebih rumit lagi." ucap Iskandar namun dengan nada khawatir di setiap ucapannya.


" Ya semoga saja" ucap Shella

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2