
...Bab ini mengandung adegan 18+ dimohon kepada para pembaca untuk bijak dalam mencari bacaan....
...Selamat membaca...
.........................................................................
...Di koridor sebuah hotel mewah terlihat Revan tengah menggendong Reina ala bridal style menuju ke sebuah kamar president suite di lantai atas....
" Van apa kau yakin masih sanggup menggendongku? bukankah aku sekarang tidak seringan dulu?" ucap Reina sambil mengusap peluh keringat yang membasahi dahi Revan.
...Mendengar hal itu Revan lantas tersenyum dan menatap ke arah Reina yang sedang di gendongnya....
" Seberat apapun dirimu aku akan tetap dengan senang hati menggendong mu.."ucap Revan sambil tersenyum kemudian mengecup sekilas puncuk kepala Reina.
...Revan kemudian lantas menempelkan card ke pintu dan langsung membukanya dengan sedikit dorongan karena sedang menggendong Reina....
...Revan lantas menurunkan Reina dan mendudukkannya di tepi kasur sedangkan ia kembali ke arah pintu dan menguncinya....
" Mana yang lebih kau suka Rein side by side atau edge of the bed?" tanya Revan sambil mulai membuka kancing baju miliknya satu persatu.
" Kenapa kamu terburu buru van? kita bisa melakukan hal lain terlebih dahulu, iya kan?" goda Reina dengan senyum yang mengembang.
" Ayolah Rein aku sudah menginginkannya... sungguh" ucap Revan dengan wajah yang cemberut sambil melempar bajunya ke sembarang arah.
" Hahahahahaha kamu sangat lucu van..." ucap Reina dengan tawa yang menggema.
" Jadi bagaimana? kamu pilih yang mana Rein?" ulang Revan lagi sambil jongkok di depan Reina.
" Hemm apa ya.... bagaimana kalau kita melakukan keduanya? bukankah itu akan sangat menyenangkan?" tanya Reina dengan senyum yang mengembang.
" Baiklah, aku menyukai pilihanmu kali ini" ucap Revan dengan senyum yang mengembang cerah.
...Revan kemudian lantas memulai aksinya dengan menciumi leher Reina perlahan dan memberinya tanda cinta di sana....
...Reina menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh Revan, tak jarang tangan Reina yang berada di kepala Revan menjambaknya secara tidak sadar, yang tentu saja malah membuat Revan semakin bergelora dalam melakukan aksinya....
__ADS_1
" Kenapa kau sangat menggoda ketika sedang hamil Rein?" ucap Revan sambil mengecup hidung mancung milik Reina.
...Perlahan tangan Revan mulai membuka resleting baju milik Reina kemudian membuangnya ke segala arah....
...L*m***n demi l*m***n mereka lakukan cukup lama, Reina benar benar hanyut kali ini akan semua sentuhan Revan, ya mungkin benar yang di katakan orang orang bahwa libido wanita hamil meningkat tidak seperti pada umumnya, hal itu lah yang membuat Reina seakan haus dan terus haus akan sentuhan Revan....
...D*s***n demi d*s***n sudah tidak terhitung lagi jumlahnya menggema memenuhi ruangan president suite tersebut....
...Tangan Revan sudah tidak perlu di tanyakan lagi tangannya sudah bergerak aktif memainkan aset kembar milik Reina sedari tadi dengan bibir yang masih saling bertautan dengan Reina....
...Revan lantas secara pelan tapi pasti menuntun Reina untuk berbaring dengan masih ********* bibir Reina dengan rakusnya, di tengah hasrat yang sangat membara tiba tiba saja Reina mendorong bahu Revan yang lantas membuat Revan langsung terkejut akan sikap Reina....
...Revan menatap Reina dengan tatapan penuh tanda tanya seakan meminta jawaban atas sikap Reina barusan....
" Revan kau menindih baby RJ, dia bahkan sedari tadi menendang apa kau tidak merasakannya?" ucap Reina dengan wajah cemberut menatap ke arah Revan.
" Ha benarkah? apa aku terlalu bersemangat hahahahahaha?" ucap Revan dengan tawa yang menggema memenuhi ruangan tersebut.
" Revan...." teriak Reina
" Baiklah baiklah kita lakukan lagi namun dengan perlahan oke.. aku janji" ucap Revan lagi.
...Penyatuan yang mereka berdua lakukan di malam itu entah sudah ke berapa kalinya, setiap penyatuan tersebut selesai Reina selalu saja meminta lagi dan lagi membuat Revan kebingungan antara menurutinya atau menolaknya....
" Revan .... mau lagi" ucap Reina dengan nada memelas menatap ke arah Revan.
" Apa kamu yakin Rein? ini sudah ke empat kalinya kamu sungguh memintanya lagi? tanya Revan dengan bingung.
" Lagi ..." ucap Reina sambil menganggukkan kepalanya menatap ke arah Revan.
...Pada akhirnya Revan memilih mengikuti permintaan Reina yang selalu haus akan sentuhannya, hingga menjelang pagi barulah keduanya kelelahan dan tertidur bersama dengan posisi saling berpelukan, yang tentunya dengan jarak yang sedikit renggang karena Revan takut baby RJ akan kembali tergencet karena pelukan orang tuanya....
..................................
Suasana di kediaman Gerald
__ADS_1
...Pagi ini Permadi menyempatkan diri untuk mengunjungi putranya, ya sebenarnya Permadi tahu kalau ia akan mendapat penolakan lagi dan lagi namun sebagai seorang ayah Permadi tetap harus melihat keadaan anaknya tersebut....
...Permadi tidak pernah marah atau bahkan sakit hati atas perlakuan dari Gerald, Permadi sadar perlakuan Gerald kepadanya juga atas kesalahan masa lalu yang di perbuatnya tepat di depan mata putranya....
...Permadi lantas memasuki mansion milik Gerald, suasana di dalam mansion nampak gelap dengan tirai yang masih tertutup di setiap sudut ruangan....
" Bi..... " teriak Permadi
" Iya tuan.." ucap salah satu asisten rumah tangga Gerald.
" Kenapa keadaan mansion masih seperti ini? tugas kalian apa sebenarnya? apa kalian hanya makan gaji buta?" ucap Permadi setengah berteriak memarahi art tersebut.
" Maaf tuan, tuan muda melarang kami membuka tirai sebelum tuan muda pergi ke kantor hal itu sudah menjadi peraturan lama di sini tuan" ucap art tersebut menjelaskan
" Peraturan macam itu? kemana Gerald?" tanya Permadi lagi
" Ada di ruang kerjanya tuan, dari semalam belum keluar " ucap art tersebut
...Mendengar ucapan art tersebut Permadi kemudian melangkahkan kakinya menuju ruang kerja milik Gerald....
...Saat Permadi sampai di sana tercium bau alkohol yang menyengat menyebar memenuhi ruangan tersebut....
" Bau ini.... berapa banyak yang anak itu habiskan hingga membuat ruangan ini penuh dengan bau alkohol?" ucap Permadi sambil melangkah masuk ke ruang kerja Gerald.
...Ketika sampai di dalam ruangan tersebut nampak Gerald tengah tertidur di atas sofa dengan posisi kaki sebelah kanannya menggantung ke bawah dengan botol alkohol serta puntung rokok yang sudah berserakan di mana mana....
...Permadi menatap putranya yang sedang tertidur lelap karena pengaruh alkohol....
" Maafkan papa Ge..... papa bersalah atas segala hal yang telah menimpamu kini." ucap Permadi dengan tulus.
...Permadi lantas menatap seluruh ruangan Gerald dengan tatapan yang tidak bisa di artikan kecewa, sedih, menyesal, atau bahkan marah, bercampur menjadi satu memenuhi dada Permadi kala melihat kehancuran putranya....
...Tatapan Permadi terhenti pada dua lembar foto yang berserakan di bawah lantai, perlahan Permadi mengambil kedua foto tersebut dan menatapnya dengan tatapan penuh penyesalan....
" Ini lah alasan papa menyuruhmu untuk melepaskan Reina Ge... karena wajah Reina mengingatkan papa akan almarhumah mama mu, mungkin hal itu juga yang membuat mu terus mengejar Reina dan mengekangnya selama ini" ucap Permadi sambil melirik ke arah Gerald sekilas.
__ADS_1
" Maafkan aku Maria...aku benar benar menyesal telah melakukan hal kejam padamu" ucap Permadi sambil menatap sendu foto mendiang istrinya.
Bersambung