Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 26 Cemburu ?


__ADS_3

Suasana di dalam mobil Revan


" Selanjutnya kemana wil?" Tanya Revan mengenai jadwal kunjungannya hari ini.


" Selanjutnya kita akan ke Mall A pak untuk kunjungan dadakan mengetes kesiapan dari setiap karyawan serta meninjau pelayanan yang mereka berikan." Ucap Wili menjelaskan kegiatan yang akan di kerjakan.


...Kemudian mobil melaju membelah jalanan ibu kota menuju Mall A salah satu mall terbesar di ibu kota sekaligus salah satu bisnis yang di kelola oleh MD enterprise. Setiap satu bulan sekali Revan memang rutin untuk melakukan kunjungan mendadak pada beberapa bisnis yang di kelolanya karena Revan ingin memastikan sendiri seberapa sigap dan siaganya para karyawan MD enterprise menangani kunjungan mendadak ini....


...Mobil berhenti tepat di depan pintu mall, perlahan Revan turun dengan di ikuti oleh Wili di belakangnya. Revan memang sengaja untuk turun di depan agar tidak terlalu mencolok dan bisa berbaur dengan pengunjung mall. Dan benar saja baru beberapa langkah masuk kedalam mall ia sudah melihat beberapa satpam yang seharusnya menjaga keamanan di jam seperti ini malah terlihat sedang duduk berbincang dengan temannya sambil merokok di daerah mall....


" Will kau tahu apa yang harus kau lakukan, aku tidak suka memancing keributan apalagi di depan umum" ucap Revan sambil menunjuk satpam tersebut.


" Baik tuan " ucap Wili yang langsung paham arah pembicaraan tuannya tersebut.


...Ketika Revan dan Wili tengah sibuk dalam melakukan tugas kunjungan dadakan, Revan di kejutkan dengan suara samar samar seseorang yang familiar di telinganya tepat di dalam konter makanan. Revan kemudian mencoba untuk mengikuti suara tersebut meski sangat samar tapi Revan yakin bahwa itu Reina....


...Namun ketika Revan hampir sampai pada konter makanan tersebut langkahnya tiba tiba berhenti ketika ia melihat dari kejauhan Saina dan Reina sedang duduk di salah satu kursi di konter tersebut sambil menunggu makanan datang. Namun ada yang aneh dari pemandangan yang Revan lihat yaitu ada seorang cowok duduk di depan Reina dan Saina. Tentu saja pemandangan tersebut langsung membuat Revan geram melihatnya....


" Apa apaan gadis itu bisa bisanya dia tertawa selepas itu sedang ketika denganku dia memasang muka tegang. Apa lagi dia mengajak Saina bukankah gadis itu terlalu berani " ucap Revan dalam hati sambil mengepalkan tangannya.


" Tuan selanjutnya kita akan mampir ke bagian control untuk memastikan kinerja mereka bahwa..." Ucapan Wili menggantung karena melihat tuannya yang sudah mengeluarkan tanduk dan mengepalkan tangannya siap untuk menerkam siapa saja yang mengganggunya.


...Kemudian dengan rasa penasarannya Wili mencoba untuk mengikuti kemana arah pandangan tuannya, ketika tatapannya sudah mengarah kepada Reina hanya terdengar helaan nafas panjang yang dilakukan Wili....


" Ternyata tuannya cemburu, tunggu cemburu pada nona Reina sejak kapan? Jika tuan cemburu berarti tuan sudah jatuh cinta pada nona Reina." Ucap Wili dalam hati sambil menerka nerka apa yang sedang terjadi sebenarnya.


...Sementara itu makanan yang di pesan Reina sudah datang diantar oleh pelayan konter makanan tersebut, kali ini Reina memesan nasi goreng dengan teh hangat untuk Saina sedangkan Reina memesan ramen dengan es teh....

__ADS_1


" Kau sekarang tampak berbeda ya put bahkan 360 drajat, waw aku sampek pangling lihatnya loh " ucap Reina sambil menaruh piring nasi goreng tersebut di depan Saina.


" Iya jelas dong, apa sekarang kau mau menerimaku jika aku berpenampilan seperti ini dan mapan? " Ucap Putra sambil tersenyum percaya diri.


" Kau tetep saja ya..." Belum sempat meneruskan kata katanya dari belakang Reina mendengar suara yang familiar bagi Reina datang mendekat.


" Sayang kau ada di sini " ucap Revan dengan santai sambil terus mendekat dan berhenti di samping Reina sambil memegang pundak Reina. Sedangkan Reina yang di pegang pundaknya merasa kaget.


"........... "


" Siapa dia Rein? " Ucap Putra pada Reina, sebenarnya Putra tau siapa laki laki yang ada di hadapannya. Tidak ada yang tidak mengenal sosok Revan seorang pebisnis muda yang namanya selalu menjadi pusat perbincangan di dunia bisnis. Namun pertanyaan Putra lebih menjurus kepada apa hubungan mereka.


" Dia itu... itu " ucap Reina terbata


" Saya Revan S U A M I Reina " ucap Revan dengan menekan kata suami sambil memberikan tangan untuk berjabat dengan putra.


...Sedangkan Revan yang semula memang sudah geram nampaklah semakin geram saja hingga tak sadar Revan mengeratkan jabatan tangannya kepada Putra. Putra yang tangannya di genggam erat juga tak mau kalah dengan Revan, dan alhasil yang terjadi di antara keduanya hanya perang saling tatap dengan jabatan tangan yang berubah jadi cengkraman kuat....


...Reina yang melihat Revan dan juga Putra yang tampak tak mau mengalah akhirnya menjadi penengah di antara ke duanya sebelum terjadi perang dunia ketiga. Reina kemudian memegang tangan Revan yang saat ini berstatus sebagai suaminya dan pura pura bersikap romantis agar tidak ada yang curiga dengan pernikahan mereka....


" Sayang Saina sedang makan, apa kamu mau makan juga biar aku pesan kan ya? " Tanya Reina dengan nada yang lembut.


...Putra yang melihat sikap lembut Reina langsung menoleh ke arah Reina dengan tatapan yang sendu seakan akan ia telah kehilangan kembali untuk kesekian kalinya. Revan yang melihat mimik muka Putra seakan merasa menang dan lantas bersikap manja namun bedanya yang dilakukan Revan atas dasar mengikuti kata hati dan rasa cemburunya sedangkan yang di lakukan Reina atas dasar akting agar tidak ada orang yang curiga akan pernikahannya. Bukankah itu berbanding terbalik?...


" Aku tidak ingin makan disini, lebih enak masakanmu sayang " ucap Revan dengan manja.


" Bagaimana kalau kita pulang dan aku akan memasak untukmu? Hem.." ucap Reina sambil mengelus perlahan pipi Revan karena Reina mengira yang dikatakan Revan adalah kode untuk menyuruhnya pulang sedangkan yang sebenarnya di katakan Revan adalah apa yang terlintas di benaknya karena Revan kini memang benar benar menyukai masakan Reina.

__ADS_1


...Melihat hal itu Putra semakin terlihat geram namun tidak ada yang bisa ia lakukan karena lagi lagi Putra harus kalah start dalam mencuri hati Reina. Sedangkan Saina yang memang notabennya adalah anak anak dan dalam kondisi sedang lapar tetap bisa menikmati makanannya dengan nyaman meski para orang tuanya sedang berselisih dan perang batin....


" Sain makannya di lanjut di rumah yuk nanti mami masakin nasi goreng lagi ya. " Ajak Reina pada putri kecilnya itu kemudian lantas menggendong Saina.


" Put kita pulang dulu ya lain kali kita sambung lagi " ucap Reina berpamitan pada Putra yang di balas anggukan oleh Putra.


...Revan dan Reina kemudian pergi meninggalkan konter makanan dengan posisi Revan yang terus memeluk pinggang Reina dengan mesra sedangkan Reina menggendong Saina di tangannya. Setelah berjalan cukup jauh hingga sampai di parkiran mobil baru Reina membuka mulutnya....


" Tuan Revan apa anda akan terus seperti ini? " Ucap Reina yang gemas sekali dengan sifat Revan yang satu ini apalagi pelukan Revan di pinggang Reina membuat Reina susah untuk berjalan.


" Namanya akting bukannya harus totalitas nyonya Revan?" Ucap Revan dengan nada penekanan di setiap ujungnya sambil melepaskan tangannya dari pinggang Reina.


" Tuan ini kunci mobilnya " ucap Wili memecah ketegangan diantara keduanya


" Astaga jadi dari tadi Wili ngekorin di belakang." Ucap Reina kaget saat mendengar suara Wili.


...Revan langsung mengambil kunci tersebut dan menyuruh Reina masuk kedalam sedangkan Wili jangan di tanya lagi tentu saja dia di tinggal oleh tuannya....


" Apes apes gini amat jadi bawahan berangkatnya aku yang jemput eh pulangnya aku di tinggal sungguh malang nasib ku " ucap Wili pada diri sendiri sambil menatap nanar kepergian mobil tuannya.


Bersambung


Wih udah mulai cemburu nih si babang Revan..


ikuti terus ceritanya...


see you

__ADS_1


__ADS_2