
Perusahaan P&R group
Tok tok tok
" Masuk " ucap Gerald
Cklek
...Suara pintu terbuka dan kemudian tertutup kembali menampilkan sosok Reno yang berjalan mendekat ke arah Gerald....
" Tuan agenda anda hari ini pada pukul 9 anda ada meeting dengan tuan Rehan untuk membahas pembangunan pusat perbelanjaan yang tertunda kemarin, pada pukul 12 setelah makan siang anda punya janji bermain golf dengan rekan bisnis kita pak Burhan dan pada pukul 3 anda ....." Ucap Reno yang terhenti karena gerakan tangan Gerald yang menyuruhnya menghentikan laporan.
" Batalkan semua agenda ku hari ini, aku ingin menghabiskan malam panjang bersama Iriana" ucap Gerald dengan senyum iblis nya.
" Tapi tuan anda sungguh tau tabiat tuan Burhan, ia akan sangat marah jika anda melewatkannya kali ini." ucap Reno hati hati.
Gerald yang mendengar hal itu langsung menoleh ke arah Reno dengan tatapan tidak suka.
" Baik tuan sesuai dengan keinginan anda" ucap Reno pada akhirnya mencari aman dari pada melihat tuannya mengamuk.
" Laporkan perkembangannya" ucap Gerald sambil mengetuk ketukan jarinya pada meja ruang kerjanya.
" Sesuai dengan prediksi anda tuan orang tua nona Reina memutuskan untuk pindah ke Jakarta, kemungkinan minggu depan mereka akan mulai pindah ke Jakarta." ucap Reno
__ADS_1
" Lalu bagaimana dengan wanita tua itu." ucap Gerald
" Ibu nona Iriana akan datang ke Indonesia dalam minggu ini juga, sejauh ini target sudah memasuki umpan kita tinggal menunggu saat yang tepat untuk meledakkan bomnya tuan." ucap Reno dengan percaya diri.
" Bagus lanjutkan sesuai rencana aku suka sesuatu yang cantik dan bernoda, apa kau paham?" ucap Gerald dengan tersenyum smirk.
" Baik tuan sesuai keinginan anda " ucap Reno sambil menunduk kemudian melangkah pergi ke luar ruangan Gerald.
...Setelah Reno keluar dari ruangan Gerald Reno baru bisa menghirup nafas lega. Reno selalu spot jantung jika harus berhadapan dengan Gerald meski ia sudah menjadi asisten Gerald selama 5 tahun tapi tetap saja ia belum juga terbiasa dengan tabiat Gerald yang naik turun....
" huh akhirnya lega juga, sekarang tinggal menghubungi tuan Burhan satu masalah lagi semangat Reno. Kalau bukan karena gaji yang tinggi mungkin aku sudah lama minggat dari sini punya bos garangnya minta ampun." ucap Reno pada diri sendiri kemudian pergi menuju ruangannya.
..................
" Sudah jangan cemberut lagi, apa kamu mau di bikinkan Revan junior ma? hayuk atuh kalau kamu mau ini sekarang papa juga udah siap " ucap Mahendra sambil tersenyum menggoda sang istri.
" Ih si papa udah bangkotan juga masih mikir bikin anak" ucap Lila dengan sebal menatap sang suami.
" loh loh meski udah bangkotan papa masih kuat ma bahkan 10 ronde sekaligus hayuk atuh gasken hahahaha" ucap Mahendra dengan tertawa.
...Sementara itu di mobil Revan Saina sudah tertidur sejak awal perjalanan sepertinya Saina kecapean karena seharian penuh bermain dengan neneknya....
...Revan sesekali melirik wajah Saina yang tidur dengan damai di pangkuan Reina. Revan terkadang berpikir apa ia terlalu jahat pada Iriana karena dengan tega merebut anaknya dari Iriana. Revan sadar betul hal ini salah dan ia baru menyadarinya setelah menyayangi Saina mungkin Revan dulu terlalu dibutakan dengan api kemarahan yang sudah menyulut habis hatinya sehingga tidak ada perasaan apapun di sana apa lagi di saat Revan tahu Iriana hamil padahal ia tidak pernah sekalipun berhubungan suami istri dengan Iriana....
__ADS_1
...Betapa hancurnya Revan kala itu ia yang sedang berusaha keras untuk menduduki jabatan CEO menggantikan papanya harus menerima kenyataan bahwa istri yang disayanginya malah sedang bermain api dibelakangnya dan mengandung anak orang lain. Revan akui ini memang juga kesalahannya karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya sampai tidak punya waktu luang bersama Iriana kala itu. Terlebih saat itu alasan Revan tidak melakukan hubungan suami istri dengan Iriana karena ia menghormati keputusan Iriana yang menginginkan untuk tidak memiliki seorang anak dalam hubungan pernikahan mereka....
...Awalnya Revan bingung apa alasannya namun Iriana selalu bilang bahwa ia tidak siap untuk memiliki seorang anak, terlebih lagi Iriana merupakan korban dari pemerkosaan oleh sahabatnya sendiri sehingga mungkin menjadi salah satu faktor penyebab Iriana enggan berhubungan suami istri....
...Iriana selalu saja menolak ketika mereka sudah sama sama mencapai puncak pelepasannya, Iriana berdalih bahwa bayang bayang sahabatnya saat memperkosanya terus bermunculan ketika Revan dan Iriana akan melakukan hubungan suami istri. Jadilah Revan mengalah untuk tidak memaksa Iriana melakukannya. Namun ketika kemarin Iriana datang ke kantor Revan kenapa semua yang di katakan Iriana kebalikan dari apa yang ditangkap Revan selama pernikahan mereka....
" Apa maksud Iriana mengatakan bahwa aku lah yang bersalah karena tidak menyentuhnya selama masa pernikahan, bukankah dia sendiri yang tidak ingin di sentuh? ia selalu membicarakan s*x dan adegan ranjang, namun bagaimana bisa hal tersebut terjadi bahkan ketika di sentuh saja ia tidak mau? dan sekarang ia memutar segala fakta yang ada dan menyalahkan ku seakan akan aku yang terlalu dingin bahkan untuk sekedar menyentuhnya, gila benar benar gila." ucap Revan dalam hati
...Yang lebih Revan tidak sangka lagi adalah kenyataan bahwa Iriana tidak mau disentuh oleh Revan dengan alasan tentang kejadian pemerkosaan waktu itu, tapi entah kenapa dan bagaimana Iriana bisa hamil dengan laki laki lain bukankah itu sesuatu yang gila. Revan benar benar tidak habis pikir jika mengingat tentang Iriana, Revan seakan akan menjadi orang paling bodoh karena mudah di tipu dengan wajah polos berbalut kecantikan yang dimiliki Iriana....
" Sepertinya aku yang bodoh karena sudah ditipu wanita itu, kenapa aku baru sadar sekarang ya? tapi untuk Saina aku tidak pernah menyesalinya meski Saina anak dari laki laki itu tapi Saina tidak pernah bersalah dia hanya menjadi korban dari kelakuan bejat orang tuanya." ucap Revan dalam hatinya dengan sesekali melirik Saina yang tertidur pulas.
...Revan sangat bersyukur telah dipertemukan dengan Reina meski saat ini Revan belum mencintai Reina namun ia akan berusaha untuk mencintai nya. Reina dan Iriana tentu dua hal yang berbeda mereka seperti dua kutub yang bersebrangan namun berbeda jauh sekali, itulah yang membuat Revan semakin yakin untuk membuka hatinya pada Reina....
"Terima kasih sudah mau menikah dengan ku, meski aku yakin kamu terpaksa melakukannya namun aku selalu melihat ketulusan mu dalam menjalani rumah tangga ini. Mulai hari ini ku putuskan untuk membuka hatiku padamu seutuhnya Reina Mentari." ucap Revan dalam hatinya lagi sambil sesekali tersenyum menatap ke arah Reina yang juga sedang tertidur di kursi penumpang.
Bersambung
Cie cie bang Revan udah mulai kesemsem nih...
Akankah Revan menepati ucapannya?
Yuk cari tau kelanjutannya
__ADS_1
See you....