Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 64 Sultan


__ADS_3

...Fina datang ke mansion milik Revan tepat sore hari, awalnya Fina sempat ragu dengan alamat yang di tulis Reina di pesan singkatnya karena Fina tahu betul alamat itu adalah lokasi perumahan elit di Jakarta yang hanya bisa di huni oleh keluarga keluarga tajir atau artis papan atas....


Fina dengan ragu berjalan mendekat ke arah pintu gerbang sebuah rumah besar atau yang sering di sebut mansion.


" Gila yakin nih rumah Reina sekarang? bener benar tajir melintir nih suaminya wah wah wah " ucap Fina dengan takjub memandangi mansion tersebut.


" Permisi mbak, cari siapa ya?" tanya salah satu satpam yang tengah bertugas.


Fina yang mendengar pertanyaan dari satpam tersebut langsung tersadar dari lamunannya.


" Saya Fina pak, Reina nya ada?" ucap Fina dengan sopan.


" Oh nyonya Reina istri pak Revan ya?" ucap satpam tersebut.


Mendengar hal itu Fina tersenyum geli karena embel embel sebutan nyonya untuk sahabatnya itu.


" Iya pak " ucap Fina


...Setelah mendengar ucapan dari Fina satpam tersebut kemudian menekan tombol walkie talkienya dan mengatakan sesuatu....


" mbok disini pak dadang, ada yang mencari nyonya Reina apakah diizinkan ganti." ucap satpam tersebut berbicara dengan seseorang di seberang sana.


ssssttttttt


" Biarkan masuk pak dadang ganti." ucap seseorang di seberang sana.


...Setelah pembicaraan satpam tersebut selesai tiba tiba gerbang terbuka dengan sendirinya menampilkan jalan setapak yang luas dengan pohon pohon hias di kiri dan kanannya....


" Wih canggih, benar benar sultan ya gila " ucap Fina dalam hati sambil terbengong memandangi jalan setapak tersebut.


" Silahkan masuk mbak, anda bisa menaiki golf cart bersama pak Budi sampai ke depan pintu utama." ucap satpam tersebut yang bernama pak Dadang.

__ADS_1


...Fina lagi lagi tercengang akan kemewahan yang di suguhkan di mansion milik Revan ini. Fina bahkan tidak membayangkan untuk masuk saja harus menggunakan golf cart bisa dibayangkan seluas apa mansion ini....


Fina menaiki golf cart bersama pak Budi hingga sampai halaman depan mansion.


" Benar benar gila, kalau ini sih namanya benar benar tajir. Wih koleksi mobilnya brai mehong semua orang kaya memang berbeda ya koleksinya gak tanggung tanggung isinya mobil canggih semua wih wih." ucap Fina dengan masih terbengong menatap koleksi mobil Revan yang berbaris rapi di parkiran yang di desain khusus menyerupai showroom mobil.


" Silahkan mbak, nyonya Reina sudah menunggu di dalam." ucap Budi dengan menghentikan mobilnya tepat di pintu utama mansion.


Fina berjalan memasuki area depan mansion dengan mata yang berbinar takjub akan keindahannya.


" Finaaaaaaa" teriak Reina yang melihat sahabatnya itu berjalan dengan plonga plongo menatap sekitar.


...Fina yang mendengar teriakan itu lantas menoleh sumber suara yang ternyata adalah Reina yang tengah berdiri di depan pintu menunggunya....


" Gila gila gila nyonya besar nih sekarang, loh tinggal di rumah apa di istana besar buanget Rein" ucap Fina dengan mata yang berbinar.


" Biasa aja kali gak usah pakek hiperbola juga." ucap Reina menanggapi perkataan sahabatnya itu.


" yuk masuk sekarang Saina sudah menunggu di taman " ucap Reina sambil menarik tangan sahabatnya yang masih terbengong memandangi sekeliling mansion.


...Ketika sampai di taman bukannya fokus pada Saina yang tengah bermain Fina malah fokus pada kolam renang yang terdapat di sana....


" Ada kolam renangnya juga Rein, wih airnya jernih banget gue boleh nyemplung ya plis kangen banget gue sama air ya ya ya." ucap Fina sambil memohon.


...Reina yang mendengar rengekan sahabatnya itu mau tidak mau mengiyakannya, niat awal Reina mengundang Fina untuk curhat gagal total bukannya mendengarkan keluh kesah Reina yang ada Fina malah kegirangan menikmati fasilitas di mansion milik Revan....


" Dasar duyung gadungan, baru ketemu air aja senengnya mengalahkan nemu uang satu karung Fina Fina." ucap Reina sambil terkekeh geli menghadapi tingkah sahabatnya itu.


...Fina yang mendapat persetujuan dari Reina langsung menghampiri Saina dan mengajaknya bermain air juga dan alhasil jadilah ke duanya bersenda gurau dan bermain air berenang bersama. Reina tidak bisa ikut berenang karena kondisinya yang tengah hamil muda jadilah ia hanya menonton di tepi kolam memperhatikan keduanya yang tengah bermain air....


...Sesekali cipratan demi cipratan mengenai baju Reina hingga basah, memang Reina tidak berenang tapi tetap saja bajunya basah oleh kelakuan jahil Fina dan anaknya itu yang langsung bisa akrab dengan padahal ketika pertama bertemu Saina sangat takut karena tingkah bar bar Fina....

__ADS_1


" Sudah yuk Fin nanti Saina kedinginan kalau kelamaan berenang, kan ceritanya aku mau curhat kenapa kamu malah numpang rekreasi disini" ucap Reina dengan nada kesal pada sahabatnya itu.


" Baiklah nyonya gitu aja ngambek." ucap Fina kemudian mengangkat Saina naik ketepian.


" Mbok yem tolong ganti pakaian Saina dulu ya, saya mau mengantar Fina ganti baju dulu habis itu saya nyusul." ucap Reina pada mbok yem dan langsung di balas anggukan oleh mbok yem.


Reina kemudian mengajak Fina naik ke kamar yang dulu ia tempati pertama kali ketika datang ke mansion.


" Silahkan lo pilih baju mana pun yang kamu suka." ucap Reina kemudian duduk di tepi ranjang.


" Beneran nih? yakin gak nyesel?" ledek Fina


Reina yang mendapat pertanyaan dari Fina hanya menjawabnya dengan anggukan.


...Fina kemudian berlari kesana kemari dengan girang sambil terus memilih baju dengan sesekali menggoyangkan kepalanya bak sedang berjoget. Rambut Fina yang memang sudah basah ketika di goyangkan kepalanya tetesan tetesan air menyiprat hingga mengenai Reina....


"Apa yang kamu lakukan? aku sudah basah, bisakah kamu melakukannya secara perlahan?" ucap Reina


...Sedangkan Fina yang emang kelakuannya bar bar lantas langsung melompat menghampiri Reina dan menggelitiki Reina dengan sengaja....


"ah ah hahahaha hentikan aku sudah tidak kuat." ucap Reina dengan tawa yang menggema.


...Ketika keduanya sedang asyik bercanda tiba tiba suara keras pintu di dorong dari arah luar mengejutkan Fina dan Reina di dalamnya....


Brakkkkk


" Rein apa yang sudah kamu lakuk.....kan...." ucapan Revan terhenti kala ternyata yang Revan dapati di sana bukanlah Putra ataupun Reina yang sedang bercumbu di dalam kamar seperti bayangannya.


krik krik krik krik


...Satu detik, dua detik, tiga detik bahkan hingga satu menit berlalu tidak ada yang membuka suara sama sekali baik Revan, Reina dan Fina hanya tetap diam mematung di tempatnya masing masing seakan masih bingung dengan apa yang sedang terjadi barusan....

__ADS_1


" ehemmm maaf aku mengganggu waktu kalian, Rein aku akan menunggumu di ruang kerja jika ada apa apa panggil saja aku." ucap Revan memecah keheningan diantara mereka bertiga kemudian berlalu pergi meninggalkan Reina dan Fina yang masih terbengong.


Bersambung


__ADS_2