Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 45 Tidak bisakah kamu membukannya


__ADS_3

...Ketika handel pintu sudah dipegang oleh Wili dan perlahan dibuka olehnya betapa terkejutnya Reina dan Wili karena mendapati Revan tengah berciuman dengan seorang wanita. Memang Reina tidak melihat secara langsung apa mereka berdua benar benar berciuman atau tidak namun posisi wanita tersebut yang berada di pangkuan Revan dengan wajah yang miring ke kiri menutupi seluruh wajah Revan seakan akan terlihat seperti ke duanya tengah bercumbu mesra....


Reina dan Wili benar benar terkejut dengan apa yang mereka lihat barusan. Reina yang tersadar kemudian langsung menarik Saina ke belakangnya agar tidak melihat kelakuan bejat dady nya.


...Reina benar benar tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Revan barusan. Bayangan bayangan kebahagiannya tadi pagi yang menganggap bahwa cintanya bersambut harus jatuh dan luntur begitu saja, ternyata Revan sama sekali tidak mencintainya....


" Ternyata aku salah bahkan ciuman sudah biasa untuk mu van, tidak bisakah kamu membuka hati untukku van? apa harus seperti ini?" ucap Reina dalam hati sambil menahan getir di hatinya.


" Permisi tuan " ucap Wili yang langsung mengerti situasi yang terjadi.


...Revan yang mendengar suara Wili langsung spontan mendorong wanita itu yang ternyata adalah Iriana, ketika Iriana sudah tidak ada di pangkuannya betapa terkejutnya Revan ketika melihat Reina dan Saina juga berdiri di sebelah Wili menatap ke arah Revan....


" Rein kamu disini " ucap Revan dengan terbata sambil menatap ke arah Reina yang masih bengong dengan menyembunyikan Saina di belakangnya.


Reina yang tersadar karena mendengar suara Revan kemudian mulai angkat bicara.


" Oh aku membawa bekal makan siang untukmu aku taruh di sini ya, jangan lupa untuk dimakan. Oh ya maaf mengganggu silahkan dilanjutkan aku dan Saina pulang dulu ya." ucap Reina kemudian menggendong Saina dan berjalan keluar tanpa menoleh kebelakang.


"Tunggu Rein aku antar kamu pulang" ucap Revan sambil berdiri namun ketika akan berjalan menghampiri Reina tangannya di cekal oleh Iriana.


" Van bukankah kita masih ada janji?" ucap Iriana sengaja memanaskan situasi.


Reina yang mendengar hal itu hatinya semakin terasa sakit.


" Tidak perlu van, lanjutkan saja bukannya kamu masih ada janji. Biar aku pulang sendiri saja." ucap Reina dengan menggenggam erat baju bagian belakang Saina.

__ADS_1


...Saina yang seakan mengerti kondisi semakin memanas hanya diam tak bersuara di pelukan Reina. Saina memeluk Reina dengan cukup erat seakan ia memberikan Reina kekuatan untuk bisa bertahan....


" Tapi Rein......" ucap Revan lagi namun sudah tidak ada artinya karena Reina sudah melangkah pergi dari pandangannya.


...Ada perasaan menyesal dan rasa sakit yang menggerogoti hati Revan kala melihat wajah Reina. Revan tahu betul Reina tidak akan pernah bisa menyembunyikan perasaannya, Reina memang tersenyum tapi hatinya tentu tidak dan Revan tahu itu....


Sementara Wili yang melihat kejadian ini tidak bisa melakukan apapun, sebenarnya ia juga tidak menyangka bahwa tuannya akan melakukan ini.


Reina pergi keluar dengan terburu buru dan langsung memasuki lift untuk turun ke lobi.


Reina kemudian menurunkan Saina dari gendongannya ketika sudah berada di dalam lift, tangan Reina menggenggam Saina dengan sangat erat air mata tidak bisa lagi Reina tahan satu persatu jatuh menuruni pipinya. Reina sebisa mungkin menahan tangisnya bahkan Reina sampai menggigit bibir bagian bawahnya agar tidak mengeluarkan suara. Reina benar benar hancur hatinya Reina yang mengira bahwa hati Revan sudah terbuka ternyata masih tertutup bahkan tetap pada pemiliknya. Tidak ada celah untuknya masuk, Revan benar benar hanya mencintai mantan istrinya.


" Lalu kamu anggap aku apa van? aku kira kamu mencintaiku ternyata kamu hanya menginginkan tubuhku. Apa kamu manusia van ? bahkan iblis pun masih mempunyai perasaan kenapa kamu lakukan ini." ucap Reina dalam hati dengan air mata yang terus turun kebawah tanpa bisa di tahan.


" Mami jangan menangis, Sain tahu dady jahat pada mami. Mami jangan sedih jika mami sedih Sain juga ikut sedih" ucap Saina sambil menggerakkan tangan mungilnya untuk mengusap air mata Reina yang terus turun.


...Reina yang mendengar kata kata Saina langsung memeluk gadis kecil itu dan menangis. Ya gadis kecil ini sangat pintar ia bisa tahu jika saat ini Reina sedang tidak baik baik saja, Saina semakin mengeratkan pelukannya pada Reina ketika Reina menangis di pelukannya....


" Mami kalau mau menangis nangis saja, Sain akan selalu belsama mami" ucap Saina dengan nada polos.


Ting


Suara pintu lift terbuka


...Reina yang memang posisinya sedang jongkok sambil memeluk Saina kemudian langsung berdiri dan menggendong Saina pergi keluar gedung perusahaan....

__ADS_1


Ketika Reina berada tepat di depan perusahaan Reina menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang sebentar menatap gedung nan tinggi dan kokoh milik Revan kemudian melangkah kembali melanjutkan perjalanan.


Reina hanya terus berjalan tanpa tujuan menelusuri trotoar hingga sampai pada sebuah taman mini di jantung kota Reina barulah berhenti dan mendudukkan Saina di bangku taman.


Tidak ada yang mereka lakukan Reina hanya diam mematung dengan air mata yang masih terus mengalir sedangkan Saina hanya diam sambil menggenggam tangan Reina erat seakan memberi kekuatan dan mengisyaratkan bahwa semua akan baik baik saja.


Reina hanya tersenyum kecut sambil menatap putri kecilnya ini, dia begitu pintar dan memahami situasi yang sedang terjadi. Jika biasanya anak anak akan rewel ketika melihat ada yang tidak beres dengan orang tuanya tapi Saina berbeda yang Saina lakukan hanya menggenggam erat tangan Reina dan menghapus air mata Reina. Bukankah anak ini dewasa sebelum waktunya?


" Ini terimalah untuk menghapus air matamu, kamu tidak pantas menangisinya na air matamu begitu berharga jika untuk menangisinya." ucap Gerald yang tiba tiba terdengar sambil menyerahkan saputangan ke arah Reina.


Reina yang semula terkejut karena kehadiran Gerald, detik berikutnya yang Reina lakukan hanya diam saja karena Reina sudah terlalu lelah jika hanya untuk ketakutan melihat Gerald.


Tenaganya sudah habis terforsir oleh tangisannya sedari tadi jadilah Reina hanya diam saja ketika melihat Gerald tanpa membantah atau bahkan mengusir Gerald.


Reina mengambil saputangan tersebut dari tangan Gerald dan langsung Reina gunakan untuk membersihkan air mata yang tersisa.


" Aku sudah bilang bahwa hanya aku yang pantas untukmu, dan sekarang lihat apa yang Revan lakukan padamu" ucap Gerald dengan nada yang santai sambil melihat ke arah Reina.


" Sudahlah ge aku sudah terlalu lelah untuk menanggapi segalanya, jika kamu hanya ingin mengomel lebih baik kamu pergi." ucap Iriana dengan nada datar.


" Baiklah aku hanya akan diam oke" ucap Gerald pada akhirnya.


...Gerald tersenyum melihat ke arah Reina seakan mengatakan bahwa dirinya adalah pemenangnya, entah apa maksud senyuman itu namun Reina sama sekali tidak bisa berpikir kali ini atau bahkan memainkan teka teki jadilah Reina hanya diam saja sambil sesekali melirik ke arah Gerald....


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2