
Mansion milik Revan
" Lalu harus bagaimana van? bukankah jika kamu hanya diam saja, mereka semakin akan membenarkan rumor tersebut? bukankah itu akan menjadi semakin rumit?" ucap Lila dengan nada khawatir di setiap kata katanya.
" Aku juga tengah mencari solusi dari permasalahan ini ma, selagi rumor ini belum tersentuh media setidaknya aku masih bisa sedikit lebih tenang dan membenahi semuanya perlahan sebelum menyebar semakin luas." ucap Revan dengan nada serius menatap ke arah Lila.
" Pertimbangkan lagi usulan mama van, tidak ada salahnya jika kamu menggunakan usulan tersebut, pikirkan baik baik.... jika kita terus menunggu, takutnya itu tidak hanya akan mempengaruhi saham perusahaan namun juga mental Reina, kamu tahu di masa modern seperti ini orang orang sangat sensitif terhadap kata pelakor entah itu nyata ataupun hanya karangan belakang." ucap Lila lagi
" Mama tenanglah... Revan juga tengah mengusahakannya agar tidak ada pihak manapun yang di rugikan atas permasalahan ini" ucap Revan lagi menenangkan ibunya.
" Jika terjadi sesuatu mama dan papa siap untuk membantumu, jadi jangan pernah merasa sendiri dan memikul beban berat sendirian Revan" ucap Lila yang mengkhawatir keadaan anaknya.
" Aku masih bisa ma, mama sama papa tenang saja" ucap Revan lagi meyakinkan orang tuanya.
" Ya, kami percaya kepada mu nak, kami akan mendukung apapun keputusan yang kamu buat." ucap Lila sambil menepuk pundak Revan perlahan.
" Makasih ma... oh ya apa mama dan Saina mau menginap di sini?" Tanya Revan pada mamanya
" Apa kamu yakin boleh?" tanya Lila dengan nada menggoda
" Tentu saja lah ma, mansion Revan juga mansion mama, mama bebas kapan pun menginap disini" ucap Revan
" Baiklah" ucap Lila sambil terkekeh geli
" Apa yang sedang mama tertawakan?" ucap Revan penuh selidik
" Tidak ada, hanya saja.... ya kau taulah..." ucap Lila dengan sengaja menjeda jeda kalimatnya
" Mama ini tetap saja mesum, sudah tua ma inget umur" ucap Revan mencibir ibunya
__ADS_1
" Ayolah van tua dan muda itu hanya soal usia, namun kalau begituan itu kebutuhan pokok yang tidak bisa di skip " ucap Lila sambil tersenyum
" wah mama benar benar sesuatu ya" ucap Revan sambil geleng geleng kepala mendengar ucapan ibunya.
...Sedangkan Lila yang mendengar jawaban sang anak lantas hanya tersenyum garing menatap ke arah Revan....
" Baiklah sebagai balas jasa karena mama diizinkan menginap di sini mama sekarang akan masak untuk makan siang oke" ucap Lila dengan semangat
" Baiklah jika itu tidak merepotkan mama, Revan akan ke kamar dulu mengecek Reina dan Saina" ucap Revan sambil menunjuk ke arah lantai dua mansionnya.
" Oke"
...Revan kemudian lantas melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju ke kamarnya....
...Saat sampai di depan pintu kamarnya suasana di sekeliling tampak hening tidak ada suara apapun, harusnya meski kamar Revan kedap suara setidaknya dari luar masih terdengar teriakan kencang dari Saina, namun kenapa ini malah hening sekali?....
" Pantas saja hening orang dua duanya malah asyik berlayar ke pulau impian masing masing" ucap Revan pada diri sendiri kala mendapati Reina dan Saina tengah tidur berhadapan.
...Revan menatap keduanya dengan lekat kemudian perlahan terukir senyum simpul di bibirnya kala mendapati pemandangan yang menyejukkan hatinya tersebut....
...Ketika Revan sedang asyik menatap keduanya tiba tiba saja Revan tanpa sengaja mendapati pergerakan kaki Saina yang akan menimpa perut Reina yang tengah tertidur pulas....
...Melihat hal tersebut tentu Revan langsung panik dan berlari secepat mungkin untuk menangkap kaki Saina sebelum mengenai perut Reina....
" Oh tidak...." ucap Revan sambil setengah berlari berusaha menangkap kaki anaknya.
...Untung saja Revan berhasil menangkap kaki Saina sebelum jatuh tepat ke perut Reina....
" Ah untung saja" ucap Revan sambil membenarkan posisi kaki Saina
__ADS_1
...Baru juga Revan membenarkan posisi letak kaki Saina, lagi lagi Saina bergerak agak tak beraturan dan ingin menyikut perut Reina, dengan siap tanggap Revan kemudian langsung menangkapnya kembali sebelum benar benar menyentuh perut Reina....
" Ini tidak bisa di biarkan, kalau terus begini yang ada akan jadi bencana alam" ucap Revan kemudian sambil menggeser tubuh Saina agak ke pinggir sedangkan Revan langsung tidur menengahi keduanya.
...Baru juga beberapa detik rebahan di sana kaki Saina lagi lagi langsung bergerak dan berhenti di atas perut Revan sambil setengah memeluk Revan, Revan yang mendapati tingkah Saina barusan lantas sedikit bernafas lega karena setidaknya Reina akan sedikit lebih aman jika Revan berada tepat di tengah tengah Saina dan Reina....
" Untung saja aku sudah pindah posisi, kamu ini ya nak kenapa tidur mu tidak pernah tenang dan terus bergerak? kan kasihan dedeknya kalau kamu tendang tendang" ucap Revan sambil mengelus perlahan rambut Saina kemudian menciumnya sebentar.
...Detik berikutnya tak perlu menunggu waktu lama Revan lantas sudah menyusul Reina dan Saina berlayar ke pulau impiannya sendiri....
...Sementara itu di dapur Lila tengah asyik mengolah bahan pokok yang diperlukan untuk memasak makan siang kali ini, karena hari ini adalah weekend otomatis mbok yem pulang ke rumahnya alhasil Lila kali ini harus memasak sendiri tanpa di bantu oleh siapapun. ...
...Lila mengolah satu persatu bahan makanan dengan hati yang bahagia, sudah lama sekali Lila ingin memasak dengan hati yang bahagia dan lepas seperti ini, rasanya kali ini ia merasa seperti kembali di usia muda di mana dia masih mengerjakan semuanya sendiri tanpa bantuan asisten rumah tangga....
...Lila menghabiskan waktu cukup lama untuk memasak sampai tidak terasa ini bahkan sudah jam waktu makan siang, Lila lantas menata makanannya di atas meja makan dengan rapi....
...Setelah semua siap Lila lantas menuju ke lantai dua ke kamar Revan. Lila berjalan perlahan menuju kamar Revan dan ketika sampai di sana Lila lantas mengetuk pintu kamar anaknya tersebut dengan pelan....
" Van.. Rein.. makan siang dulu yuk.." ucap Lila sambil mengetuk pintu kamar.
...Beberapa kali Lila mengetuk pintu namun tetap tidak ada sahutan dari dalam kamar, karena cukup lama Lila berdiri di luar namun tidak ada jawaban Lila lantas perlahan membuka pintu kamar Revan....
...Ketika pintu sudah di buka sempurna yang ia lihat di sana malah penampakan anak, menantu, serta cucunya tengah asyik mengarungi pulau impian dengan damai, Lila yang melihat pemandangan tersebut lantas tersenyum karena lama sekali ia sudah tidak melihat pemandangan seperti ini....
" Jika sudah begini mana tega aku membangunkan mereka?" ucap Lila sambil tersenyum
...Lila kemudian lantas menutup kembali pintu kamar Revan secara perlahan dan kembali menuju dapur untuk membereskan makanannya agar masih bisa di makan untuk nanti sore....
Bersambung
__ADS_1