
...Keesokan paginya Reina terbangun karena merasa sesak seperti tengah terhimpit sesuatu yang besar melingkar di perutnya....
...Reina lantas mengerjapkan matanya perlahan sambil mengumpulkan nyawanya yang belum sepenuhnya genap karena bangun tidur....
" Ah ternyata si bayi besar...." ucap Reina ketika melihat Revan tengah tidur sambil memeluk Reina dengan erat dari belakang.
...Reina kemudian lantas berbalik badan dan memandangi wajah damai suaminya ketika sedang tertidur lelap....
" Apa kamu tidak ke kantor hari ini?" tanya Reina lirih sambil mengusap pipi Revan dengan lembut.
Revan yang merasakan usapan di pipinya lantas mengambil tangan Reina kemudian mengecup punggung tangga Reina lalu menggenggamnya namun dengan mata tetap terpejam menahan kantuknya.
" Hemmm" gumam Revan masih dengan mata terpejam.
...Reina yang mendengar gumaman kecil Revan lantas tertawa kecil....
" Revan.... aku tanya apa kamu tidak pergi ke kantor hari ini?" tanya Reina lagi
" Tidak Rein, hari ini aku hanya ingin berdua denganmu tanpa di ganggu oleh siapapun" ucap Revan dengan mata tetap terpejam.
" Kan masih ada mbok yem" goda Reina
" Ya udah aku ralat kata kataku barusan bertiga sama mbok yem" ucap Revan lagi masih dengan mata yang terpejam.
" Dasar pak su..." ucap Reina sambil mengacak acak rambut Revan dengan gemas.
...Revan yang mendengar hal itu lantas langsung membuka matanya dan menatap lurus ke arah Reina seakan mencari penjelasan akan ucapan Reina barusan....
__ADS_1
" Pak su? apa itu?" tanya Revan dengan bingung menatap ke arah Reina.
" Jadi kamu tidak tahu ya...." ucap Reina dengan gelak tawa di sela sela ucapannya.
" Reina bisa tidak beritahu dulu artinya baru kamu tertawa... apa sebegitu lucunya? melihat mu tertawa malah membuatku semakin terlihat bodoh." ucap Revan dengan raut wajah yang cemberut.
" Ok ok jangan ngambek dong.. jadi pak su itu artinya bapak suami semacam singkatan panggilan kepada para suami yang lagi tren aja belakangan ini... kenapa kamu serius sekali sih.." ucap Reina lagi dengan terkekeh geli
" Kamu itu ya benar benar nakal" ucap Revan dengan mencubit gemas hidung Reina.
" Aw aw aw Revan sakit" ucap Reina sambil mengelus pelan hidungnya yang sudah memerah karena cubitan Revan.
" Biarin aja habis kamu nya suka iseng sih" ucap Revan lagi kemudian kembali memejamkan matanya melanjutkan tidurnya.
" Loh van kok jadi tidur lagi? bangun atuh ini sudah pagi" ucap Reina yang melihat Revan kembali masuk ke dalam alam mimpinya.
" Revan... ayo bangun" ulang Reina lagi sambil menggoyangkan sedikit bahu Revan.
" Iya nanti.. kita tidur dulu lima menit lagi ya..." ucap Revan lagi sambil mengusap perlahan punggung Reina agar mengikutinya tidur.
" Kamu benar benar ya van..." ucap Reina namun terlebih dahulu di potong oleh Revan.
" Sudah sudah yuk tidur lagi bentar" ucap Revan memotong perkataan Reina.
...Pada akhirnya Reina mau tak mau malah mengikuti arahan Revan dan kembali tidur dengan damai mengarungi pulau impian bersama Revan....
.....................
__ADS_1
...Sementara itu di perusahaan MD enterprise tepatnya di ruang kerja Anita tengah berserakan banyak sekali kertas di atas meja kerjanya, ditambah lagi dengan penampilan Anita yang awut awutan menambah kesan tidak rapi dan juga kotor di ruang kerjanya....
" Wili...... sialan banget tuh orang, hanya karena gue ngintipin pak Revan dia malah ngehukum gue dengan tumpukan berkas yang tiada ujungnya seperti ini, awas aja gue bakal laporin lo ke pak Revan kalau sampai bertindak semena mena dan menerapkan sistem senior junior disini." gerutu Anita namun dengan tetap fokus sambil mengecek beberapa kertas dan laporan yang berada di meja kerja.
...Memang terhitung mulai hari ini Anita sudah resmi mengambil alih pekerja Manda, sedangkan Manda sudah di bebas tugaskan dari pekerjaannya dan hanya datang ke kantor selama sepekan full untuk membersihkan rumor yang telah tersebar luas karena dirinya, setelah masalah rumor sudah clear bisa dipastikan Manda harus angkat kaki dari perusahaan MD Enterprise tanpa alasan apapun....
...Dari arah luar ruangan tiba tiba saja pintu ruang kerja Anita di buka dengan mendadak sehingga membuat Anita sedikit terkejut, namun ketika ia mendongak dan menatap ke arah pintu ia langsung memutar bola matanya malas karena melihat siapa yang baru saja datang....
" Apa yang terjadi dengan ruang kerjamu? kenapa berantakan sekali seperti kapal pecah?" tanya Wili begitu memasuki ruang kerja Anita.
" Bapak lupa atau pura pura lupa? bukankah bapak sendiri yang menyuruh saya untuk lembur dan segera menyelesaikan laporannya? harusnya ketika kenaikan pangkat saya mestinya di berikan acara penyambutan pak, bukan malah tugas lembur menumpuk seperti ini." sindir Anita dengan wajah yang cemberut menatap ke arah Wili.
...Mendengar ucapan Anita lantas membuat Wili langsung menatap ke arah Anita, betapa terkejutnya Wili kala menatap Anita dengan penampilan yang lebih mirip dengan zombi daripada pegawai kantoran umumnya....
" Astaga apa yang terjadi dengan penampilanmu itu? kau bahkan lebih mirip zombi daripada seorang pegawai perusahaan ternama" sindir Wili kala melihat penampilan Anita.
" Saya anggap itu sebagai pujian, lagi pula pak saya sudah lelah dan tidak ada lagi tenaga untuk berdebat dengan anda, biarkan saja saya seperti zombi, mayat hidup atau sejenisnya toh tidak akan ada yang naksir saya juga kok" ucap Anita dengan acuh tak acuh lalu kembali duduk di kursinya.
" Hiiss perempuan ini sama sekali tidak bisa menjaga penampilannya, tidak hanya itu bahkan ruang kerja yang baru saja sehari ia tempati sudah menjadi kotor dan seperti kapal pecah" ucap Wili dalam hati sambil menatap sekelilingnya.
" Lagian ada perlu apa bapak kesini?" tanya Anita kepada Wili yang masih berdiri di ambang pintu enggan untuk masuk.
" Tadinya saya ingin mengecek pekerjaan mu namun karena ruang kerjamu seperti ini saya jadi malas dan berubah pikiran untuk masuk kedalam, ditambah lagi dengan penampilanmu yang benar benar sesuatu..... lebih baik kamu mandi dan bebersih dulu.. apakah kamu tidak lihat muka lusuh mu itu?" ucap Wili kepada Anita sambil melangkahkan kakinya pergi dari ruangan Anita.
...Anita yang melihat kepergian Wili lantas hanya acuh tak acuh kemudian mematut sebentar dirinya di depan cermin kecil miliknya yang selalu ia bawa kemanapun untuk memastikan kebenaran dari perkataan Wili....
" Biasa aja tuh, mana ada zombi cantik kayak begini" ucap Anita sambil mematut dirinya di cermin.
__ADS_1
Bersambung