Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 143 Apa kau pikir kau Tuhan?


__ADS_3

Mansion milik Gerald di Singapura


...Terlihat baby sitter Junior tengah mengemasi perlengkapan Junior, Reina mendorong perlahan kursi rodanya mendekat ke arah baby sitter tersebut....


" Mbak..." panggil Reina


Baby sitter tersebut lantas menghentikan gerakannya kemudian mendekat ke arah Reina.


" Iya nyonya" ucap baby sitter tersebut


" Apa kamu sudah mengirimkan paket yang aku suruh?" tanya Reina dengan suara lirih namun masih bisa di dengar oleh baby sitter Junior.


" Sudah nya.." ucap baby sitter tersebut sambil mengangguk


" Bagus saya akan mentransfer semua biayanya beserta gaji mu nanti, terima kasih mbak...aku harap kamu bisa merahasiakannya dari Gerald." ucap Reina dengan nada setengah memohon sambil tersenyum ke arah baby sitter tersebut.


Baby sitter tersebut membalas senyuman Reina dengan anggukan tanda mengerti.


" Apa yang tengah kalian bicarakan?" tanya Gerald yang tiba tiba datang dan melihat pembicaraan serius antara Reina dan baby sitter Junior membuatnya sedikit curiga dan was was.


...Reina yang mendengar suara Gerald dengan tiba tiba menjadi terkejut, namun ia sebisa mungkin untuk mengontrol rasa keterkejutannya agar Gerald tidak curiga padanya....


" Semoga Gerald tidak mendengar semuanya" ucap Reina dalam hati sambil memutar kursi rodanya menatap kedatangan Gerald.


" Saya lanjutkan dulu beres beresnya nya.. " ucap baby sitter tersebut yang melihat kedatangan Gerald dan dibalasi anggukan oleh Reina.


" Ada apa Rein?" ulang Gerald lagi karena Reina tidak kunjung menjawab membuat Gerald semakin curiga.


" Tidak ada, aku hanya memberitahu kepada mbak apa aja perlengkapan yang harus ia bawa untuk penerbangan kita." ucap Reina dengan tersenyum senetral mungkin agar Gerald tidak curiga.


" Benarkah?" tanya Gerald yang tidak bisa langsung mempercayai ucapan Reina.


" Iya, tenanglah apa yang sedang kau takutkan" ucap Reina lagi mencoba meyakinkan Gerald.


" Yasudah kalau begitu" ucap Gerald

__ADS_1


" huftt untunglah Gerald percaya" ucap Reina dalam hati sedikit bernafas lega


" Apa kamu sudah siap? penerbangan kita 10 menit lagi, jet pribadi ku akan mendarat di atap mansion sebentar lagi..." ucap Gerald


" Apa ini tidak terlalu berlebihan ge? kita bisa naik penerbangan biasa tidak perlu sampai menggunakan jet pribadi mu" ucap Reina merasa tidak enak pada Gerald karena ia selalu memberikan yang terbaik untuknya.


" No no no tidak ada yang berlebihan untuk Reinaku... selama aku bisa aku pasti memberikan yang terbaik untukmu" ucap Gerald dengan tersenyum lebar kemudian mengacak ngacak rambut Reina dengan gemas.


*******


Mansion milik Revan


...Setelah Wili selesai menelpon Revan kemudian lantas bangkit dan bergegas menuju ke ruang kerjanya untuk melihat paket yang di maksud oleh Wili....


" Paket apa lagi sih, awas saja kalau sampai isi paket ini tidak penting" gerutu Revan sambil terus melangkah menuju ruang kerjanya.


...Revan lantas membuka pintu ruang kerjanya dengan ogah ogahan kemudian mendudukkan dirinya pada kursi kebesarannya....


Revan kemudian mengecek alamat yang tertera pada paket tersebut satu persatu.


" Benar benar tidak ada nama pengirim dan hanya tertulis from Singapura?" ucap Revan sambil bertanya tanya tentang paket tersebut.


...Saat paket tersebut di buka tidak ada yang aneh bahkan lebih kepada hal biasa, isi dari paket tersebut hanya berisi selembar foto seorang gadis tengah tersenyum dalam gambar kartun dengan background pantai di belakang gadis itu....


" Apa maksudnya ini? apa orang orang di sana tidak ada kerjaan dan hanya ingin mengerjai ku saja?" ucap Revan dengan kesal sambil membuang selembar foto tersebut ke tong sampah.


...Revan merasa sedikit kesal karena telah di bohongi, namun saat ia menoleh kembali ke arah tong sampah tempat ia membuang selembar foto tersebut samar samar di bagian belakang foto tersebut terdapat tulisan yang nampak familiar bagi Revan....


...Revan kemudian dengan gerakan cepat mengambil foto tersebut lalu membaliknya untuk membaca tulisan tersebut....


" Aku harus apa? jika aku begitu memuja istriku, hingga aku ingin mengabadikan setiap momen bersamanya"


...Revan yang membaca tulisan tersebut lantas perlahan hatinya mulai bergetar, satu persatu kenangannya bersama Reina kembali masuk memenuhi seluruh pikirannya. Dengan perasaan yang bercampur aduk Revan lantas mengambil ponsel miliknya dan mencari potret Reina kala berlibur bersamanya di pantai....


...Revan menggeser satu persatu foto dengan tangan yang bergetar hebat, karena ia berada diantara perasaan yakin dan tidak yakin, Revan benar benar tidak mau terlalu berharap seperti dulu jika kemudian ia akan di hempaskan oleh kenyataan yang ada....

__ADS_1


...Pandangan Revan terhenti kala melihat potret Reina tengah tersenyum dengan berlatarkan pantai di belakangnya, Revan mendekatkan foto tersebut dengan layar ponselnya dan itu benar benar mirip....


" Rei....na...." ucap Revan terbata dengan suara parau dan mata yang sudah berkaca kaca.


...Revan yang merasa yakin bahwa itu Reina lantas kemudian mengambil paket kedua kemudian membukanya dengan serampangan untuk segera mengetahui isi paket tersebut....


...Setelah paket tersebut terbuka sepenuhnya, Revan lantas langsung luruh dan jatuh ke lantai dengan air mata yang sudah tidak bisa ia bendung lagi, bagaimana hati Revan tidak hancur di saat isi dari paket kedua adalah satu set pakaian bayi lengkap dengan sepasang sepatunya yang mungil dan lucu membuat hati Revan benar benar hancur saat menatapnya....


" Reina... apa kamu masih hidup Rein? apa kamu ingin mengatakan bahwa kamu masih hidup Rein? katakan sesuatu Rein, aku harus mencari mu kemana?" ucap Revan sambil menggenggam erat baju bayi tersebut di tangannya.


...Revan kemudian dengan perlahan meraih kotak ketiga yang ada di atas meja, Revan membuka kotak ketiga dengan perasaan yang gelisah dan tidak tenang memikirkan bagaimana keadaan Reina dan anaknya saat ini....


...Ketika kotak tersebut di buka tidak ada apapun yang Revan temui di sana selain sebuah card yang bertuliskan kata " M'aider " di bagian tengah sedangkan di ujung card tersebut terdapat tulisan P&R group....


...Revan yang mengerti arti tulisan tersebut lantas langsung naik pitam, nafas Revan terlihat naik turun menahan amarah, tanpa sadar Revan lantas menggenggam erat kartu tersebut hingga tak berbentuk lagi....


" Kurang ajar kau Gerald, kau pikir kau siapa? beraninya kau mempermainkan nyawa seseorang seperti ini? apa kau pikir kau Tuhan?" ucap Revan setengah berteriak sambil menatap tajam ke arah depan


Bersambung


Hai kakak kakak yang setia menemani kisah perjalanan Revan dan Reina gak terasa nih udah mau ke bagian ending.....


Tapi kalian jangan khawatir masih ada beberapa bab lagi kok yang akan menemani hari hari kalian....


Terima kasih atas semua dukungan dan vote kalian....


Jangan lupa mampir juga ke karya author yang lainnya...


- Kutukan yang berkedok kelebihan


- Ku sangka kau malaikat


- The fake marriage


Di tunggu ya kakak kakak see you....

__ADS_1


Note


M'aider atau Mayday dalam bahasa perancis berarti tolong aku. Kata kata ini biasanya di gunakan sebagai keadaan darurat saat penerbangan atau keadaan keadaan darurat lainnya.


__ADS_2