Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 75 Khawatir


__ADS_3

...Revan benar benar tidak tega melihat Reina yang kesakitan Revan seperti bisa merasakan kegelisahan Reina....


...Revan terus memegang tangan Reina menguatkannya dan berharap semua akan baik baik saja, Revan lantas membuka selimut di kaki Reina dan membuangnya sambil terus menatap kaki Reina memastikan tidak ada darah yang merembes disitu....


" Ya Allah aku mohon selamatkan anakku, lindungi lah ia dan Reina dari segala hal buruk." ucap Revan dalam hati sambil terus menggenggam tangan Reina.


...Saat Revan terus fokus menatap Reina dari arah luar kamar terdengar suara Cika memasuki kamarnya....


" Ada apa ini van?" ucap Cika


" Reina terus mengatakan sakit tapi aku tidak tahu pastinya cik" ucap Revan dengan nada khawatir kemudian melepaskan genggaman tangannya dan membiarkan Cika memeriksa Reina.


...Mendengar penjelasan Revan Cika kemudian melakukan pemeriksaan kepada Reina lalu memberikannya suntikan yang tentunya aman bagi ibu hamil dan detik selanjutnya Reina terlihat langsung tertidur. Revan yang melihat Reina sudah mulai terlelap kini bisa bernafas lega setidaknya Reina tidak lagi kesakitan....


...Cika kemudian membereskan segala peralatannya dan bangkit lalu menatap Revan dengan tatapan yang tidak dimengerti Revan....


" Van apa yang sebenarnya terjadi? kamu sungguh tahu stres sangat tidak bagus bagi ibu hamil karena itu akan berdampak besar pada ibu dan juga kandungannya, kenapa kamu tidak paham juga" ucap Cika dengan nada yang sedikit keras karena tidak tega ketika melihat kondisi Reina apalagi matanya yang sembap sudah bisa menjelaskan segalanya walau Cika tidak tahu pasti apa masalahnya.


" Aku akui aku memang lalai" ucap Revan dengan nada yang sedih


" Tekanan darah Reina cukup tinggi van dan itu tidak baik bagi ibu hamil karena hal itu dapat memicu preeklamsia yang mengarah kepada eklampsia, apalagi dengan usia kandungan Reina yang masih memasuki 7 minggu tentu dapat berakibat fatal bagi ibu maupun janinnya" ucap Cika lagi


...Revan yang mendengar penjelasan Cika tentu sedikit terkejut karena Revan tidak menyangka dampaknya akan sangat fatal....


" Lalu aku harus bagaimana cik?" ucap Revan dengan bingung.


" Kita pantau saja dulu untuk kali ini jika tekanan darah Reina tetap tinggi kita harus segera bertindak sebelum terjadi hal yang tidak kita inginkan. Saran ku hindarkan Reina dari stres yang berkepanjangan serta hal hal yang membuatnya sedih, jaga pola makan, dan juga awasi terus Reina karena kebanyakan dari sebagian ibu hamil yang menderita stres baik normal maupun akut tidak bisa di deteksi hanya dari luar butuh dorongan mental yang kuat agar si ibu bisa bangkit dari rasa stres nya." ucap Cika

__ADS_1


" Baiklah aku mengerti terima kasih cik" ucap Revan


" Ya sudah aku pergi dulu, ingat pesanku van nanti aku akan menelponmu untuk mengetahui perkembangan Reina." ucap Cika sambil menepuk bahu Revan pelan lalu melangkah pergi.


...Setelah kepergian Cika, Revan melangkah dan duduk di tepi ranjang sambil memandangi Reina yang tengah tertidur. Revan kemudian merogoh ponselnya dan mendial nomor Wili di sana....


Call on


" Halo tuan" ucap Wili diseberang sana


" Selidiki sampai ke akar hubungan antara Erika dan orang tua Reina dan aku mau hasil itu secepatnya." ucap Revan langsung pada intinya.


" Erika manta mertua anda tuan?" tanya Wili memastikan


" Emangnya selain dia ada lagi Erika yang kau kenal Wil?" tanya Revan dengan nada ketus.


" Baik tuan saya akan langsung menyelidikinya." ucap Wili


...Setelah sambungan telponnya terputus Revan menatap kembali Reina dengan tatapan yang sendu sambil membetulkan anak rambut Reina yang berantakan, Revan perlahan mengusap puncak rambut Reina dan mengelusnya dengan sayang....


" Maaf aku telah lalai Rein, aku mengatakan padamu untuk berjuang bersama sama berulang ulang namun nyatanya aku tidak pernah selalu ada di sisimu." ucap Revan pada diri sendiri.


...Lama Revan duduk di samping Reina sampai ia baru tersadar bahwa orang tua Reina masih di luar. Revan lantas berdiri dan langsung keluar menghampiri orang tua Reina yang sedang duduk menanti dengan cemas di ruang keluarga....


" Bagaimana Reina van?" ucap Shella yang langsung bangun dari duduknya ketika melihat Revan datang.


" Ayah sama ibu tenang saja, Reina baik baik saja lebih baik sekarang ayah dan ibu pulang dan istirahat, Reina biar Revan yang menjaganya kalian berdua jangan khawatir." ucap Revan pada Shella dan Iskandar.

__ADS_1


" Tapi van ...." ucapan Shella terhenti kala Iskandar menatapnya sambil menggelengkan kepalanya ke arah Shella.


" Ayah dan ibu akan pergi sekarang, jika terjadi sesuatu hubungi kami ya van." ucap Iskandar


...Shella yang mendapat gelengan kepala dari Iskandar hanya bisa pasrah dan menuruti suaminya itu untuk pulang....


" Ibu titip Reina ya van, kabari ibu jika terjadi sesuatu." ucap Shella sambil menatap manik mata menantunya itu.


...Sebenarnya Shella masih penasaran akan ucapan Reina tadi tentang Revan yang masih mencintai Iriana. Namun ketika melihat manik mata Revan lebih dalam lagi Shella tidak menemukan Iriana di sana, yang Shella lihat hanya ada kekhawatiran yang menyelimuti Revan apalagi ketika tadi Shella berteriak dan menyebut nama Reina nampak Revan begitu tegang dan khawatir....


" Sepertinya Revan sudah mulai mencintai Reina hanya saja Revan belum menyadarinya." ucap Shella dalam hati sambil kemudian berlalu pergi.


Setelah kepergian orang tua Reina, Revan kemudian memanggil mbok yem untuk datang kepadanya.


" Mbok tolong urus Saina dulu ya, Reina sekarang sedang sakit jadi tidak bisa merawat Saina, aku titip Saina dulu ya mbok." ucap Revan dengan nada memohon.


" Iya tuan si mbok mengerti, tuan tenang saja agar tuan bisa fokus mengurus nyonya." ucap mbok yem


...Setelah menitipkan Saina, Revan kemudian kembali ke kamar untuk melihat Reina. Dilihatnya Reina masih tertidur di atas ranjang Revan kemudian mengambil baskom dan mengisinya dengan air hangat untuk membersihkan tubuh Reina....


...Revan duduk di tepi ranjang kemudian mengangkat tangan kiri Reina dengan hati hati dan membasuhnya dengan handuk kecil yang di rendam pada air hangat....


" Rein jangan seperti ini lagi yah, aku benar benar khawatir. Kamu bisa menumpahkan segala hal pada ku, aku janji tidak akan marah tapi ku mohon jangan seperti ini aku benar benar takut kehilangan mu." ucap Revan dengan nada yang lirih.


...Revan membasuh tubuh Reina satu persatu dari mulai tangan, kaki, hingga wajah kemudian menggantikan bajunya dengan piyama tidur agar Reina lebih nyaman untuk beristirahat....


Revan lantas mengambil kursi dan menaruhnya tepat di sisi ranjang yang Reina tempati agar lebih mudah jika nantinya Reina membutuhkan sesuatu.

__ADS_1


...Revan benar benar menjaga Reina dengan nonstop bahkan untuk ke kamar kecilpun Revan harus membiarkan sedikit pintu kamar mandi terbuka agar jika Reina tiba tiba memanggilnya Revan bisa langsung datang....


Bersambung


__ADS_2