Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 95 Selembar surat


__ADS_3

...Keesokan paginya Reina terbangun karena tidak mendapati Revan berada disebelahnya. Reina lantas langsung bangkit dengan memandangi sekelilingnya khawatir kejadian kemarin terulang kembali, Reina sangat lega ketika pandangannya menyapu sekeliling yang ia lihat di sana adalah kamarnya sendiri bukan tempat asing seperti kejadian kemarin malam....


Ceklek


...Suara pintu terbuka mengejutkan Reina dari lamunannya, Reina lantas menoleh ke arah pintu dan terlihat di sana Revan berjalan mendekat dengan membawa nampan berisi makanan yang sudah bisa Reina pastikan itu adalah bubur....


" Apakah itu bubur van?" ucap Reina ketika melihat Revan membawa nampan berjalan kearahnya .


" Wah ternyata kamu punya bakat menjadi cenayang" ucap Revan sambil tersenyum menatap Reina.


" Bukan berbakat hanya saja kamu selalu membawakan aku bubur ketika aku sedang tidak enak badan" ucap Reina dengan cemberut sambil menghela nafas panjang.


" Dan sekarang boleh aku meminta menu lain?" imbuh Reina sambil menatap dengan memelas kearah Revan.


" Apa?" ucap Revan kemudian duduk di tepi ranjang dan menaruh nampan berisi makanan diatas nakas.


" Aku ingin makan rujak buah sekarang van" ucap Reina dengan senyum yang mengembang.


" Ini masih pagi Rein, perutmu bisa sakit ketika memakannya karena belum terisi sama sekali" ucap Revan


" Tapi aku mau rujak van" ucap Reina lagi


" Begini saja kamu makan dulu bubur ini setidaknya 5 sendok baru kita akan beli rujak, bagaimana?" ucap Revan membuat penawaran.


" Baiklah hanya 5 sendok dan tidak lebih" ucap Reina memastikan lagi.


" setuju" ucap Revan dengan mulai menyuapi Reina.


" Oh ya van kapan kita akan menjemput Saina? aku benar benar sangat merindukannya" ucap Reina


" Nanti ya tunggu kamu sehat dulu" ucap Revan


" Apakah tidak bisa sekarang?" tawar Reina lagi


" Reinnnaaa" ucap Revan dengan memanjangkan nama Reina sebagai tanda bahwa Revan tidak menyetujui usulannya.


" Baiklah " ucap Reina pada akhirnya pasrah.


...Revan terus menyuapi Reina suapan demi suapan hingga tepat suapan kelima ponsel Revan tiba tiba berdering menghentikan gerakannya di udara. Revan lantas melihat nama yang tertera di sana dan ternyata adalah Wili, Revan kemudian hanya membiarkannya saja tanpa berniat mengangkatnya....

__ADS_1


" Kenapa tidak kamu angkat? bagaimana jika itu hal yang mendesak dan penting?" ucap Reina


" Tidak perlu, ini hanya Wili biarkan nanti saja aku akan menelponnya balik." ucap Revan


...Baru saja Revan ingin melanjutkan menyuapi Reina lagi lagi ponsel milik Revan kembali berdering dan tetap tertera nama Wili di sana....


" Sebaiknya kamu angkat van siapa tahu penting" ucap Reina.


...Mendengar hal itu Revan lantas mengangguk sambil menaruh piring di atas nakas kemudian melangkah keluar kamar untuk mengangkat telpon dari Wili....


" Halo ada apa wil?" ucap Revan setelah berada diluar kamar


" Gawat tuan..." ucap Wili menggantung


" Apanya yang gawat?" ucap Revan penasaran


" Putra ditemukan meninggal di sel tahanan tadi pagi pak, di duga penyebab kematiannya karena gagal jantung " ucap Wili menjelaskan situasinya.


" Apa yang kamu katakan? Sial aku belum membunuhnya dia malah mati duluan, bangsat" ucap Revan dengan emosi.


" Aku akan ke sana urus dulu situasi di sana sampai aku datang." ucap Revan dengan geram kemudian memutus sambungan telponnya.


...Revan lantas kembali masuk ke kamar dan langsung pergi ke arah walk in closet miliknya untuk mengambil jaket kulit dan hendak melangkah kembali ke luar....


" Tapi mau kemana....." ucap Reina namun terhenti karena Revan sudah tidak lagi terlihat di pandangannya.


" Kenapa Revan sangat terburu buru? apakah ada sesuatu yang terjadi? semoga semua baik baik saja." ucap Reina yang masih setia menatap kepergian Revan.


...Revan lantas langsung mengemudikan mobilnya ke kantor polisi kala mendengar berita kematian Putra....


...Ketika sampai di kantor polisi Revan lantas berlari menuju klinik yang tersedia sebagai salah satu fasilitas unggulan dalam kantor polisi tersebut yang bertujuan apabila terdapat tahanan yang sakit atau cidera tidak perlu membawanya keluar lapas sehingga dapat mengurangi angka tahanan kabur ketika perjalanan ke rumah sakit....


...Revan yang melihat Wili tengah berdiri di depan pintu ruangan IGD lantas langsung menghampirinya dengan sedikit berlari....


" Bagaimana wil?" ucap Revan ketika sudah dekat dengan Wili, membuat Wili yang fokus menatap ruang perawatan lantas menoleh ke arah sumber suara.


" Sudah dipastikan ini adalah gagal ginjal tuan" ucap Wili kemudian diam sejenak dan langsung mendekat ke arah telinga Revan untuk membisikkan sesuatu.


" Namun ada yang aneh tuan Putra sama sekali tidak mempunyai riwayat penyakit jantung jadi sungguh aneh jika tiba tiba saja Putra meninggal dunia karena gagal jantung." ucap Wili lagi sambil setengah berbisik takut di dengar orang orang sekitar.

__ADS_1


" Sudah kau selidiki semuanya?" ucap Revan setelah mendengar penjelasan dari Wili.


" Iya tuan, namun semuanya bersih dan tidak ada catatan apapun yang mencurigakan." ucap Wili lagi.


...Ketika keduanya tengah berfikir tentang bagaimana Putra bisa meninggal bahkan sebelum di eksekusi, tiba tiba saja seorang petugas kebersihan datang mendekat ke arah mereka....


" Permisi" ucap Petugas kebersihan yang berjalan semakin mendekat ke arah Revan dan Wili.


...Revan yang melihat petugas kebersihan itu menghampirinya lantas menatap petugas tersebut dengan kebingungan....


" Apa benar anda tuan Revan?" ucap petugas tersebut


" Iya benar"


...Petugas tersebut kemudian menyerahkan selembar kertas dari Putra dan langsung di berikan kepada Revan. Revan yang menerima selembar kertas tersebut lantas mengerutkan keningnya dengan bingung....


" Apa ini bu?" ucap Revan kepada petugas tersebut.


" Saya tidak tau apa persisnya kertas tersebut, namun pria yang meninggal tadi pagi menyuruhku memberikan surat ini kepada anda tuan." ucap petugas tersebut


" Baiklah terima kasih banyak bu " ucap Revan sambil tersenyum.


...Setelah memberikan kertas tersebut petugas kebersihan tadi lantas pergi melangkah dan menjauh dari Revan....


...Revan lantas duduk di bangku tunggu pengunjung dan langsung membuka selembar surat yang di berikan oleh petugas kebersihan tadi....


Isi surat tersebut adalah...


" Hai Rein........


pasti kamu sangat marah kan bila mengingat kelakuanku kemaren, aku sungguh minta maaf jika memang aku membuatmu terluka tapi sungguh aku melakukan semua ini karena aku mencintaimu .....


Meski ini tidak sepenuhnya kesalahanku namun jika ditanya aku tidak pernah menyesal melakukannya karena aku benar benar sangat menyukaimu Rein....


Oh ya untuk Revan ....


Tolong jaga Reina baik baik ya, aku tidak tahu pasti apakah tuan besar mengincar mu atau Reina tapi yang jelas kalian dalam bahaya karena musuh yang kalian hadapi mampu melakukan segala cara untuk membuat keinginan mereka terkabul dan kau tahu ini juga yang terjadi padaku saat ini. Percaya atau tidak percaya sebentar lagi aku akan meninggalkan dunia ini, apa kau mau bertaruh?


Lain kali jaga Reina dengan sungguh sungguh bukan malah lalai seperti ini, satu hal lagi asal kamu tahu Reina sangat mencintaimu van bahkan disaat aku bercumbu dengannya yang keluar dari mulut Reina secara terus menerus adalah namamu.

__ADS_1


Semoga kalian bahagia, aku minta maaf karena sudah membuat perpecahan diantara kalian..."


Bersambung


__ADS_2