Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 113 Kecewa


__ADS_3

...Mendengar penjelasan Iriana yang bertele tele membuat Revan mulai muak akan ucapan Iriana yang terus berulang dan mengatakan bahwa itu hanya kesalahpahaman....


" Aku sudah memaafkan mu jauh sebelum kau minta maaf, namun jika untuk kembali sorry saja Iriana ... disini telah berganti pemilik menjadi Reina mentari dan tidak akan bisa di rubah lagi sampai kapan pun walau salah satu dari kami berdua sudah tiada" ucap Revan sambil menunjuk ke arah hatinya.


...Mendengar hal itu lantas membuat Iriana menatap Revan tak percaya....


" Apakah aku sebegitu mudahnya digantikan oleh Reina?" ucap Iriana dalam hati sambil menatap sendu ke arah Revan.


...Sementara itu tidak jauh dari sana berdiri Anita yang tengah menyaksikan semuanya, awalnya Anita datang ke besement hanya karena mengikuti Manda yang terlihat sangat mencurigakan untuknya, namun saat sampai di sana yang ia temui malah adegan drama yang sedang terjadi di antara bosnya....


" Waduh lagi seru serunya nih" ucap Anita yang tengah melihat perdebatan Revan dan Iriana


" Oh jadi garis besarnya seperti itu, kalau begitu aku akan mendukung bu Reina sajalah sepertinya bu Iriana dan ibunya sangat jahat, hii aku jadi ngeri kalau membayangkan berada diposisi bu Reina." ucap Anita lagi pada diri sendiri sambil tetap menyaksikan adegan demi adegan di depannya.


...Ketika Anita merasa suasana semakin menegang di antara Iriana dan Revan dari arah belakang tiba tiba terdengar suara yang tidak asing di telinganya....


" Apakah begitu menyenangkan menyaksikan pertengkaran orang lain?" ucap suara tersebut yang terdengar semakin dekat ke arahnya.


" Aduh mati aku" ucap Anita yang mengenal siapa pemilik suara tersebut.


...Anita lantas berbalik badan dan langsung menatap orang tersebut dengan cengengesan dan mengangkat tangan kirinya membentuk huruf V....


" Eh pak Wili.... bapak sehat pak?" ucap Anita dengan salah tingkah seperti tengah tertangkap basah melakukan hal buruk.


...Wili yang mendengar pertanyaan nyeleneh dari Anita lantas mengerutkan keningnya dengan bingung, karena antara pertanyaan yang Wili lontarkan dengan jawaban yang Anita katakan sungguh dua hal yang sangat berbeda jauh walau di lihat dari sudut pandang manapun....


" Apa ketika tertangkap basah otak mu langsung pindah ke dengkul?" ucap Wili dengan nada yang datar.


" Ha?" ucap Anita ngebug mendengar ucapan Wili.


...Melihat Anita yang plonga plongo lantas membuat Wili dengan reflek menyentil dahi Anita hingga membuatnya langsung mengadu kesakitan....


" Awww... apa sih pak? sakit nih dahi saya " ucap Anita yang lantas mengusap dahinya yang sedikit memerah karena sentilan Wili.

__ADS_1


" Mangkanya jangan suka ngintipin orang, tuh kan jadi sering loading otakmu, kalau masalah begituan aja cepet kamu nangkepnya" ucap Wili sambil menunjuk ke arah Iriana dan Revan yang masih berbicara serius dengan gerakan matanya.


...Setelah mengatakan hal itu Wili lantas melangkahkan kakinya pergi meninggalkan basement namun baru saja melangkah Wili lantas kembali menoleh ke arah Anita yang malah dengan enaknya melanjutkan menonton adegan Revan dan Iriana kembali dengan khusyuk....


" He ... apa kamu akan terus di sana menyaksikan privasi orang lain?" ucap Wili dengan nada dinginnya.


" Tanggung pak bentar lagi" ucap Anita yang menoleh sekilas ke arah Wili kemudian kembali menatap ke arah Revan dan Iriana.


...Melihat Anita yang tak kunjung beranjak dari tempatnya lantas membuat Wili kemudian menghampiri Anita dan langsung menjewer telinganya agar mengikuti langkah kakinya....


" Aduh pak aduh..... ampun pak saya salah... saya minta maaf... aduh aduh sakit" ucap Anita ketika telinganya di jewer oleh Wili sehingga mau tidak mau Anita mengikuti langkah kaki Wili atau jika tidak nanti pasti akan putus telinganya karena tarikan Wili.


....................................


Sementara itu di mansion milik Revan


...Nampak Reina tengah mencoba beberapa resep kue di dapur bersama dengan mbok yem yang setia membantunya....


" Bagaimana mbok apakah rasanya enak?" tanya Reina sambil berharap resep terbarunya berhasil dalam sekali coba.


" maaf nyonya, apakah ini memang rasanya asin atau memang saya yang gau tau rasanya?" ucap mbok yem sambil mengunyah kue buatan Reina.


" Masak sih mbok?" tanya Reina sambil mengambil sepotong kue buatannya dan memakannya.


...Beberapa menit kemudian terdengar gelak tawa yang tiba tiba sehingga membuat mbok yem menatap Reina dengan tatapan bingung....


" Si mbok ini mah bisa aja" ucap Reina dengan di selingi tawa di kata katanya.


" Loh apanya yang lucu nya? kok nyonya ketawa sih" ucap mbok yem dengan bingung


" Saya ketawa karena si mbok lucu, inikan memang di mix dengan keju dan juga beef jadi emang rasanya agak mendekati ke gurih si mbok dari pada manis." ucap Reina memberi penjelasan


" Oh jadi begitu... mana si mbok tau nya, yang si mbok tau hanya rasa coklat dan strawberry, mana paham mbok kalau ada rasa lain seperti yang nyonya bikin" ucap mbok yem lagi

__ADS_1


...Saat keduanya masih asyik bercengkrama membahas kue buatan Reina, tiba tiba saja ponsel milik Reina berdering membuat keduanya terkejut....


" Angkat gih nya, siapa tahu penting" ucap mbok yem


...Mendengar hal itu Reina lantas mengembuskan nafasnya karena nama yang tertera di layar ponselnya adalah Shella sang ibu....


" Halo Assalamualaikum" ucap Shella ketika panggilan telponnya di angkat oleh Reina.


" Waalaikumsalam" balas Reina


" Apa ibu mengganggumu nak?" tanya Shella dengan canggung.


" Tidak, Reina hanya sedang mencoba beberapa resep masakan baru" ucap Reina mencoba menetralkan suasana hatinya.


" Apa kamu masih marah dengan ibu Rein?" tanya Shella yang sadar akan bahasa dari perkataan Reina yang tampak kaku dan canggung sekali


"......"


" Rein ibu tahu ibu salah, ibu tidak bisa pungkiri jika dulu ibu benar benar egois dan serakah ingin memiliki ayahmu seutuhnya ibu akui itu salah Rein, hanya saja ibu ingin memperbaiki semuanya Rein, bisakah kamu memaafkan ibu?" ucap Shella dengan nada yang sendu di setiap kata katanya.


...Mendengar penuturan Shella lantas membuat Reina menghela nafas panjang bingung akan menjawab apa....


" Reina tidak berhak marah akan masa lalu ibu, karena Reina yakin bu Erika jauh lebih tersakiti hatinya daripada Reina, hanya saja Reina merasa ibu masih tidak jujur dengan masa lalu ibu... Reina kecewa bu... itulah satu satunya perasaan yang Reina rasakan saat ini. Reina tidak tahu mengapa Reina begitu kecewa, namun ketika mengetahui kebenarannya Reina bahkan seperti ikut merasakan rasa sakit bu Erika dulu, aku juga bingung kenapa? namun Reina tidak pernah menemukan jawaban di setiap pertanyaan Reina bu" ucap Reina pada akhirnya kepada Shella.


" Apa tali ikatan batin antara Reina dan Erika begitu kuat hingga keduanya bisa merasakan perasaan satu sama lainnya? mengapa rasanya aku sangat sakit ketika mendengar hal itu?" ucap Shella dalam hati


" Apa ibu masih di sana?" tanya Reina karena Shella tidak kunjung menanggapi kata kata Reina barusan.


" Reina minta maaf ya bu jika membuat ibu merasa tidak nyaman akan hal ini, hanya saja Reina masih perlu waktu sebentar lagi bu untuk bisa mencerna segalanya ..." ucap Reina


" Baiklah nak ibu mengerti, jaga kesehatan baik baik dan segera kabari ibu jika kamu sudah merasa lebih baik" ucap Shella


" Iya bu tentu, Reina tutup dulu telponnya" ucap Reina sambil memutus sambungan telponnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2