
Perusahaan MD enterprise
...Sejak pagi pikiran Revan benar benar kacau Revan sama sekali tidak bisa fokus pada pekerjaannya. Tatapan mata Reina yang sendu, perkataan Reina yang bertanya akan kesalahannya terus menerus berputar di otaknya bagai kaset rusak....
" Sial, Sebenarnya apa kesalahanku Rein, aku benar benar tidak mengerti." ucap Revan pada diri sendiri sambil menendang sedikit kaki meja di depannya dengan kesal.
...Revan terus memperhatikan layar ponselnya menunggu nama Reina tertera di sana Revan sangat khawatir terhadap Reina namun ia gengsi untuk menghubungi Reina duluan karena terus mendapat penolakan dari Reina....
Tok tok tok
" Siapa itu bukannya aku sudah membatalkan semua janji temu hari ini" ucap Revan dalam hati.
"Masuk"
Cklek
...Suara pintu terbuka yang ternyata menampilkan sosok Rian di sana, Revan yang melihat Rian yang muncul justru bertanya tanya apa yang dilakukan Rian di sini?...
" Hai bro, apa aku mengganggumu?" ucap Rian sambil terus berjalan mendekat ke arah Revan kemudian duduk.
" Ada apa lo ke sini?" ucap Revan dengan ketus.
" Apa aku tidak boleh mengunjungi sahabatku sendiri?" ucap Rian dengan nada bercanda.
" Ayolah yan aku tahu betul sifatmu itu jadi jangan coba coba berperan di depanku." cibir Revan
" ok ok apa itu sangat terlihat jelas? santai saja bro" ucap Rian dengan santai.
" Jika tidak ada yang penting lebih baik lo pergi saja pikiranku sangat kacau sekarang, jangan menambah beban lagi" ucap Revan dengan ketus.
" Memang ya lo gak pernah bisa santai sedikitpun, baiklah tujuan ku kesini untuk menanyakan kenapa kalian belum membuat jadwal temu ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Reina?" ucap Rian pada akhirnya karena melihat sahabatnya itu yang mulai jengkel.
" Hem aku juga sedang mengusahakannya." ucap Revan tiba tiba dengan nada sendu
" Ini sudah hampir sebulan van, bukannya apa aku hanya khawatir dengan kandungan Reina apalagi Reina seperti tertekan aku tidak mengerti permasalahan kalian hanya saja stres sangat tidak baik bagi ibu hamil dan kandungannya apalagi jika mual muntah terus berlanjut itu bisa membuat sang ibu dehidrasi van." ucap Rian menasehati sahabatnya itu.
__ADS_1
...Mendengar perkataan sahabatnya itu Revan sangat tercengang Rian benar benar hebat dalam memahami situasi meski tidak detail namun Rian bisa mengerti garis besarnya tanpa Revan menceritakannya pun Rian mampu menilainya, hal itulah yang membuat Revan bisa bersahabat lama dengan Rian, Revan selalu bisa mendapatkan ketenangan dengan solusi solusi yang di berikan Rian padanya tanpa perlu Revan mengatakan segalanya secara rinci....
" Aku sedang ada masalah dengan Reina yan, namun aku tidak tahu di mana letak kesalahanku. Reina terus bertanya apa aku tahu kesalahanku namun aku sama sekali tidak tahu duduk permasalahannya." ucap Revan pada akhirnya
...Revan kemudian menceritakan segala hal yang terjadi semalam Rian mendengar Revan dengan seksama mencari duduk permasalahan yang di maksud Revan sampai pada akhirnya Rian mengerti kurang lebih permasalahan yang di hadapi sahabatnya itu....
" Van kau tahu wanita hamil itu perasaanya lebih sensitif, hal sekecil apapun yang kau sembunyikan mereka akan mampu menciumnya, terlebih perubahan emosi yang silih berganti menambah titik permasalahan yang kecil menjadi besar." ucap Rian setelah mendengar cerita Revan.
Revan yang mendengar penuturan Rian tentu saja tidak paham maksudnya.
" Bisakah kau menggunakan bahasa yang biasa saja, yang bisa ku mengerti" ucap Revan
" Intinya begini coba kau ingat lagi apa yang kau lakukan selama semalaman di ruang kerja, Reina memang tidak tahu apa itu tapi jelas dia bisa merasakan perubahan sikapmu mungkin juga alasannya Reina tahu. Sebenarnya satu hal kesalahan yang selalu kau buat berulang kali dan menyakiti Reina yaitu IRIANA, apa kamu masih belum menyadarinya van?" ucap Rian sambil memberikan penekanan pada nama Iriana.
Deg
Perkataan Rian langsung tepat sasaran menembus hatinya bahkan kini Revan juga belum bisa memastikan siapa pemilik hatinya.
" Kenapa diam apa kamu baru terpikir letak kesalahanmu?" cibir Rian yang melihat perubahan ekspresi wajah Revan.
" Pikirkan lagi segalanya van dan satu hal lagi jangan lupa untuk segera membuat janji temu oke, aku pergi dulu." ucap Rian lagi kemudian meninggalkan Revan sendiri berharap dengan perkataannya tadi sedikit menyadarkan temannya itu.
" Apa aku benar benar belum bisa move on dari Iriana? apa aku sudah menyakiti Reina lagi dan lagi? apa aku selalu membuat Reina jadi bayangan Iriana? apa yang telah ku lakukan aku benar benar bodoh" ucap Revan pada diri sendiri merutuki kebodohannya.
..............................
Sementara itu di perumahan yang terletak di jalan anggrek.
...Setelah adegan dengan Erika tadi pagi Shella terus menerus kepikiran dengan ucapan Erika. Shella benar benar tidak mengerti duduk permasalahannya kali ini Erika terus memberikan teka teki tanpa mengatakan maksudnya....
...Shella kali ini tidak ingin bersedih lagi ia harus kuat menopang beban yang diperbuatnya sendiri, Shella harus bisa bangkit dari keterpurukannya dan menyelesaikan permasalahannya secepat mungkin....
Shella kemudian mengambil ponsel di atas nakas kemudian menelpon Reina.
Call on
__ADS_1
" Halo bu" ucap Reina di ujung sana.
" Apa ibu mengganggumu nak?" ucap Shella
" Tidak sama sekali bu, ada apa?" ucap Reina lagi
" Nak boleh ibu bertanya siapa mantan istri Revan dulu?" ucap Shella
Reina yang mendapat pertanyaan itu seketika bingung kenapa ibunya tiba tiba menanyakan hal ini.
" Aku tidak tahu jelasnya bu yang ku tahu dia bernama Iriana apa ibu mengenalnya." tanya Reina penasaran.
"........" Shella diam seketika tidak menanggapi pertanyaan Reina.
" Halo bu, apa ibu masih di sana?" ucap Reina lagi karena tidak mendapati jawaban dari Shella.
" eh iya nak ibu masih di sini, ibu tutup dulu ya nanti ibu sambung lagi." ucap Shella
" Iya bu"
Call off
...Shella benar benar tidak mengerti takdir apa ini hingga Reina harus menikah dengan mantan suami kakaknya sendiri. Shella benar benar merasa seperti masa lalu akan terulang kembali meski dengan alur cerita yang berbeda. ...
Apalagi mengingat Erika begitu membencinya Shella takut Erika akan melakukan hal yang buruk pada Reina tanpa tahu bahwa Reina adalah anak kandungnya sendiri.
" Takdir apa ini kenapa begitu rumit? Benang yang ku pintal semakin lama semakin kusut dan berantakan, bagaimana aku harus meluruskannya? aku juga tidak bisa jika harus mengatakan yang sebenarnya pada Reina, tentu aku tidak ingin kehilangannya. Apa yang harus ku lakukan?" ucap Shella pada diri sendiri.
Bersambung..
Bagaimana menurut kalian tentang mencintai seseorang yang belum selesai dengan masa lalunya?
Apa yang kalian lakukan jika menjadi Reina?
Ikuti terus kisahnya
__ADS_1
See you