
" Apa tidak ada cara lain untuk menghentikannya?" tanya Revan kepada Cika
" Sebenarnya ada dan kamu juga tahu apa itu tapi aku yakin kamu tidak akan mau melakukannya mengingat kandungan Reina masih terlalu muda, tapi menurutku van lakukan saja, apa kamu tidak kasihan terhadap Reina? lagi pula ini sudah minggu ke 12 tentunya sudah cukup aman asal dengan cara yang benar dan tidak memaksa." ucap Cika
" Kau tentu tahu jawabanku, tidak adakah obat atau semacamnya" tanya Revan lagi
" Ada, hanya saja itu tidak baik jika di konsumsi oleh ibu hamil." ucap Cika
" Lagian aku heran padamu, bukankah dia istrimu? harusnya kalian akan senang jika di sarankan untuk ML lah ini kamu malah sebaliknya. Apa jangan jangan Reina hamil di luar nikah yah? dan kamu terpaksa bertanggung jawab atasnya, atau apa kalian menikah tanpa dasar cinta?" imbuh Cika menerka nerka hubungan keduanya.
" Apakah mulutmu selalu tidak ada filternya cik? tentu saja bukan itu alasanku aku hanya tidak ingin anakku kenapa napa" ucap Revan pada akhirnya.
" Haduh jangan kolot lah van, alasan itu sudah tidak berlaku sekarang jika kamu ingin mencari alasan cari yang lebih baik dan meyakinkan lagi" ucap Cika dengan terkekeh geli mendengar jawaban Revan.
" Sudahlah cik terserah kau mau percaya atau tidak, sudah sana pulang gih aku mau melihat Reina." ucap Revan
" Ngusir nih jadi ceritanya" goda Cika
" Jelas tapi sayangnya yang di usir gak peka " ucap Revan dengan nada dingin
" Oke oke aku pulang, dan satu hal lagi inget pesanku tadi van jangan lupa untuk pertimbangkan kembali solusinya." ucap Cika kemudian melangkah pergi meninggalkan Revan yang masih berdiri di depan pintu kamar.
...Revan kemudian mengambil nafas dalam dalam sebelum menguatkannya dirinya masuk ke dalam untuk melihat keadaan Reina, jujur saja Revan sangat terluka ketika mendapati Reina seperti layaknya seorang j*l**ng, Revan sadar bahwa ini bukan salah Reina hanya saja hati Revan sangat terluka kala mendapati banyaknya tanda cinta di tubuh Reina namun bukan berasal dari dirinya melainkan dari orang lain. Jika seperti ini haruskah Revan juga membenci Reina karena tidak bisa menjaga dirinya namun disisi lain Revan sadar betul bahwa Reina juga tidak pernah menginginkan musibah ini menimpa pada dirinya....
" Aku harus lebih kuat karena yang lebih terluka di sini adalah Reina, aku bisa dan aku harus mampu menopang istriku apa pun musibah yang datang menimpa kami." ucap Revan menenangkan diri sendiri kemudian melangkah masuk ke kamar dengan hati yang mantap.
__ADS_1
...Revan mencoba sebisa mungkin masuk ke kamar dengan kepala yang dingin dan tenang agar Reina dapat merasa nyaman ketika menumpahkan segala masalahnya pada Revan....
...Namun ketika Revan sudah masuk sepenuhnya ke dalam kamar, Revan tidak melihat Reina di manapun kecuali suara gemericik air di kamar mandi....
Revan lantas menghembuskan nafasnya lega karena ia yakin Reina pasti di kamar mandi.
Tok tok tok
" Rein... kamu di dalam?" ucap Revan namun setelah menunggu beberapa detik masih tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi.
tok tok tok
" Rein jangan membuatku takut, apa kamu di dalam? Rein ? Reina." ucap Revan sambil terus menggedor pintu kamar mandi.
...Revan mencoba terus menggedor pintu namun Reina tak kunjung menjawab, karena rasa khawatir yang sudah memuncak Revan kemudian memegang gagang pintu dan mencoba menariknya agar pintu bisa terbuka....
...Revan lantas langsung membuka pintu kamar mandi lebar lebar dan mencari Reina di dalamnya....
...Ketika Revan berhasil membuka pintu yang terlihat di sana adalah Reina dengan posisi meringkuk di dalam bathub dengan air shower yang mengalir dari atas menimpa tubuh Reina layaknya tetesan hujan....
" Ada apa ini Rein?" ucap Revan kala melihat kondisi Reina kemudian melangkah mendekat untuk menghampiri Reina.
" Jangan mendekat van!! aku kotor..... aku benar benar kotor...... aku sangat membenci diriku" ucap Reina dengan berteriak histeris sambil memeluk erat lututnya di bawah guyuran air shower.
" Apa yang kamu katakan?" ucap Revan yang langsung mematung mendengar ucapan Reina.
__ADS_1
" Aku kotor van.... kot...orr, apa kamu tidak melihatnya disini disini disini disini disini juga serta di seluruh tubuhku ada jejaknya van.... apa kamu tidak jijik melihatku?"ucap Reina dengan sesenggukan sambil menunjuk banyaknya tanda cinta di tubuhnya.
...Mendengar perkataan Reina, Revan lantas langsung frustasi dibuatnya, Revan tidak bisa menampiknya karena apa yang di katakan Reina adalah juga apa yang di pikirkan Revan tapi Revan sudah berjanji untuk menerima Reina apapun dan bagaimanapun keadaan Reina....
...Revan menjambak rambutnya frustasi dan menghadap dinding di sebelahnya kemudian memukulnya berkali kali. Reina yang melihat respon Revan tentu hanya bisa menangis dan menangis Reina benar benar sadar sepenuhnya bahwa kesalahannya yang lalai kali ini benar benar membuat suaminya jijik padanya....
...Lama keduanya saling hening dan mempertahankan posisi masing masing sampai kemudian Revan berjalan mendekat mengikis jarak keduanya, setelah sampai tepat di sebelah bathub Revan lantas berjongkok dan langsung memeluk Reina di bawah guyuran air shower....
...Reina yang mendapati Revan tengah memeluknya lantas langsung mendorong Revan dengan sekuat tenaga hingga Revan jatuh terduduk dibelakang, namun bukannya marah Revan lantas bangkit lagi dan mencoba memeluk Reina kembali lagi dan lagi sedangkan Reina terus saja memberontak tidak ingin di peluk oleh Revan....
" Lepaskan aku van.. lepaskan.. jauh jauh dari wanita kotor sepertiku...." ucap Reina dengan tangisnya yang terus mengalir.
" Kamu istriku dan aku akan selalu berada di sisimu" ucap Revan sambil terus memeluk Reina.
" Tidak van..... aku aku aku bukan Reina yang dulu.... aku sudah ternoda hiks hiks ..." ucap Reina sambil memukul mukul kecil dada bidang milik Revan.
" Kamu istriku Rein apapun keadaanmu aku akan menerimanya, bukankah kamu menanyakan hal itu kemarin? dan inilah jawabannya aku mencintaimu Rein sungguh mencintaimu Reina mentari...." ucap Revan tepat dibawah guyuran shower yang membasahi mereka berdua.
...Reina yang mendengar ucapan Revan lantas menangis dengan keras melepaskan semua bebannya, Reina benar benar bingung haruskah ia senang atau sedih di saat saat seperti ini....
" Tenanglah Rein aku akan selalu bersamamu dan anak kita, itu janjiku" ucap Revan lagi sambil mengecup kening Reina dengan khidmat.
" Tapi aku benar benar kotor van, bukankah kamu juga bisa melihatnya sendiri." ucap Reina lagi sambil sesenggukan.
...Mendengar ucapan Reina,Revan kemudian lantas menempelkan keningnya dengan kening Reina cukup lama sambil memegang kedua pipi Reina, keduanya saling merasakan hembusan nafas masing masing di bawah dinginnya air yang membasahi tubuh mereka....
__ADS_1
Bersambung