
...Setelah Revan menyelesaikan ritual mandinya Revan lantas bergegas turun menuju ke dapur untuk menemui Reina....
...Revan menuruni anak tangga perlahan dengan pakaian setelan jas lengkap siap untuk berangkat ke kantor....
" Apakah hari ini ada meeting van? tumben ke kantor?" tanya Reina ketika melihat Revan turun dengan out fit kantorannya.
" Iya Rein, ada sesuatu hal mendesak yang harus segera aku urus" ucap Revan dengan melangkah cepat kemudian mencium kening Reina dan tak lupa Revan junior yang masih dalam kandungan Reina.
" Apa kamu tidak mau sarapan dulu?" tanya Reina ketika melihat Revan buru buru hendak pergi.
" Tidak perlu Rein, aku pergi dulu" ucap Revan kemudian melangkah pergi meninggalkan Reina.
" Ada apa lagi ini? kenapa perasaanku tidak enak?" ucap Reina dalam hati
...Tepat setelah kepergian Revan tiba tiba saja ponsel miliknya berdering dan menampilkan nama Fina di layar ponsel tersebut, melihat Fina yang menelpon, Reina kemudian lantas mengusap ikon warna hijau di layarnya....
" Halo fin" ucap Reina
" Rein apa lo baik baik saja?" tanya Fina tiba tiba ketika mendengar suara sahabatnya tersebut.
" Tentu saja baik, emang ada apa? kenapa suaramu sangat khawatir seperti itu?" tanya Reina yang merasa aneh dengan nada bicara Fina.
" Huft syukurlah Rein, gue kira lo akan nangis di pojokan ketika mendengar berita hoax itu" ucap Fina dengan lega setelah memastikan sahabatnya baik baik saja.
" Berita apa yang lo maksud fin? jangan membuatku penasaran deh" ucap Reina dengan perasaan yang sudah campur aduk.
" Jadi lo belum tahu Rein?" ucap Fina dengan nada yang terkejut karena tadinya Fina pikir Reina sudah mengetahui tentang berita ini jadi Fina bermaksud menanyakan keadaannya namun ini malah sebaliknya.
" Ada berita apa sebenarnya fin?" tanya Reina lagi karena tak kunjung mendapat jawaban dari Fina.
" Anu..... itu....." ucap Fina namun tersendat karena bingung antara harus jujur atau tidak kepada Reina.
" Ayolah fin, gue tahu ada yang sedang lo sembunyikan dari gue." ucap Reina yang mulai kesal karena Fina tak kunjung jujur juga.
" Itu... gue bingung ngomongnya ke elo bagaimana Rein" ucap Fina dengan a i u e o
" Udah lo tinggal bilang aja napa sih fin" ucap Reina mulai kesal karena Fina tak kunjung mengatakannya.
__ADS_1
" Sebenarnya di perusahaan MD enterprise sedang beredar rumor bahwa Revan tengah berselingkuh dari istrinya" ucap Fina pada akhirnya
" Selingkuh? selingkuh dari siapa? gue?" ucap Reina dengan bingung
" Bukan Rein, karena mayoritas karyawan perusahaan tidak ada yang tahu soal perceraian Revan dulu mangkanya mereka masih menganggap bahwa Revan dan Iriana adalah sepasang suami istri" ucap Fina menjelaskan
" Ya ternyata seperti dugaanku" ucap Reina dalam hati kala mendengar penjelasan dari Fina.
" Lantas siapa selingkuhannya?" tanya Reina dengan polosnya
" Ya elo lah Rein siapa lagi coba" ucap Fina dengan greget karena Reina tidak kunjung mengerti penjelasan Fina.
" Apa?" ucap Reina dengan terkejut kala mendengar berita itu.
" Rein lo baik baik saja kan?" tanya Fina memastikan
" Enggak ini pasti salah kan? tentu saja Fina hanya dapat dari mulut ke mulut kan?" sangkal Reina dalam hati
" Dapat info dari mana lo fin?" tanya Reina harap harap cemas bahwa apa yang di katakan Fina hanyalah bualan dari mulut ke mulut.
" Aku mendapatkannya dari Fino Rein, sebulan yang lalu Fino bergabung dengan perusahaan milik Revan" ucap Fina menjelaskan
" Apa ini karma dari perbuatan yang bahkan tidak pernah aku lakukan? mengapa aku merasa seperti mengulang masa lalu ibuku?" ucap Reina dalam hati.
" Rein Reina .... apa kau baik baik saja? jangan membuatku takut Rein" ucap Fina dengan nada khawatir di seberang sana.
" Aku tutup dulu telponnya fin" ucap Reina kemudian memutus secara sepihak telpon dari Fina.
...Setelah telpon dari Fina ditutup secara sepihak, tiba tiba saja perutnya terasa seperti mulas dengan bayi di dalam kandungan Reina yang bergerak dengan cukup aktif secara tak beraturan....
" Apa kau juga merasa khawatir nak? sabar ya nak kita lalui ini bersama sama" ucap Reina sambil mengelus perlahan perutnya agar bayi di dalam kandungannya sedikit menjadi lebih tenang.
.....................................
Perusahaan MD Enterprise
...Ketika Revan sampai di lobi kantor, Revan langsung bergegas naik ke ruangannya tanpa memperdulikan banyaknya pasang mata karyawan yang menatap ke arah Revan, tidak sekedar menatap bahkan mereka juga berbisik akan kedatangan Revan ke kantor....
__ADS_1
...Revan berusaha menutup telinganya dan berjalan dengan langkah kaki cepat menuju ruangannya....
Brukkk
...Suara pintu dibuka dengan cukup keras membuat Anita dan juga Wili yang berada di ruangan tersebut cukup terkejut mendengarnya....
" Tinggalkan kami berdua wil" ucap Revan yang lantas di balas anggukan oleh Wili dan langsung melangkah keluar meninggalkan Revan dan Anita di sana.
" Apa mau mu sebenarnya?" tanya Revan langsung menjurus pada intinya sedangkan Anita yang diberikan pertanyaan tersebut malah menatap Revan dengan tatapan bingung tak mengerti ucapan Revan.
" Apa maksud anda pak?" tanya Anita kebingungan
...Mendengar ucapan Anita Revan lantas tersenyum menyeringai menatap ke arah Anita....
...Atmosfir dalam ruangan tersebut mendadak menjadi dingin dan mencekam kala Anita melihat senyuman Revan....
" Kenapa bulu kuduk ku jadi berdiri?" ucap Anita dalam hati saat menatap Revan
" Apa kamu suka berakting? kamu tentu tahu bukan rumor yang tengah menyebar di kantor ini" ucap Revan kemudian bangkit berdiri dan jalan memutari mejanya kemudian berhenti tepat didepan meja dan bersandar di sana.
" Saya memang mendengar rumor tersebut pak, tapi apa hubungannya rumor tersebut dengan saya?" tanya Anita dengan bingung karena dipikir bagaimanapun ia masih tidak mengerti arah pembicaraan Revan.
" Kamu jangan pura pura bodoh, karena hanya kamu satu satunya yang pernah melihat saya bersama Reina" ucap Revan sambil menatap tajam ke arah Anita.
"Jadi dia menuduhku?" tanya Anita dalam hati
" Anda menuduh saya pak?" ucap Anita dengan hati hati takut menyenggol banteng yang sudah siap menyeruduk di depannya ini.
" Lantas apakah ada orang lagi selain kamu yang harus saya curigai?" ucap Revan dengan suara yang menggelegar hingga membuat Anita benar benar ketakutan.
" Tapi ... tapi bukan saya yang menyebar gosip tersebut pak, saya berani bersumpah" ucap Anita dengan terbata
" Kamu pikir aku percaya padamu, mulai detik ini kamu silahkan angkat kaki dari perusahaan ini, jangan harap kamu akan di terima di perusahaan manapun setelah kau resmi keluar dari sini." ucap Revan dengan tegas
" Jangan pecat saya pak, itu bukan salah saya pak, saya tidak pernah menyebarkan rumor tersebut." ucap Anita dengan mata yang sudah berkaca kaca menahan tangisnya.
" Apa gadis ini mengatakan yang sesungguhnya? jika bukan Anita lalu siapa lagi?" ucap Revan dalam hati kala melihat kesungguhan ucapan Anita melalu matanya yang sudah berair karena menahan tangis agar tidak jatuh di hadapan Revan.
__ADS_1
Bersambung