
...Suasana di dalam mobil Revan tampak begitu hening Reina sedari tadi hanya diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, sesekali Revan melirik ke arah Reina karena khawatir sekaligus penasaran dengan apa yang telah terjadi sebenarnya....
" Aku masih bisa menahannya ..... aku tidak boleh cengeng, kasian Revan dan anakku ... aku pasti bisa menahannya.... tahan Reina tahan" ucap Reina dalam hati sambil menggigiti bibir bawahnya agar tidak menangis dan mengeluarkan suara terisak.
...Revan kemudian lantas menepikan mobilnya dan memandangi Reina dalam dalam sedangkan Reina yang di pandangi hanya diam sambil tetap menatap ke arah luar kaca pintu mobil sedari tadi....
" Ayo sekarang ceritakan apa yang sebenarnya terjadi Rein?" ucap Revan sambil menatap punggung Reina yang sedang membelakanginya.
...Tidak ada jawaban dari Reina yang terlihat di sana hanya gelengan kepala dari Reina....
" Ayolah Rein.. kita selesaikan dengan kepala dingin hem..." ucap Revan dengan nada lembut membujuk Reina.
...Meski Revan sudah berkata dengan lembut tetap tidak ada tanggapan apapun dari Reina, yang terlihat di sana tetaplah gelengan kepala dari Reina....
...Melihat Reina tidak kunjung bercerita akhirnya membuat Revan pasrah dan tidak akan bertanya lagi....
...Revan kemudian lantas menghidupkan mp3 di mobilnya dengan suara yang cukup kencang....
" Menangislah aku tidak akan mengganggumu..." ucap Revan sambil sedikit menurunkan jok kursi pengemudi lalu memejamkan matanya.
...Reina hanya terdiam mendengarkan ucapan Revan detik berikutnya bahunya mulai bergetar air mata yang di tahannya sedari tadi ikut tumpah, bahkan bibirnya kini sudah mulai membengkak dengan noda darah sedikit di bagian tengah, karena Reina gigit sedari tadi untuk menahan isakannya agar tidak keluar dan terdengar oleh Revan....
...Mendengar samar samar isakan Reina yang bertabrakan dengan suara mp3 musiknya membuat Revan perlahan membuka matanya dan menatap ke arah Reina....
...Revan lantas bangkit dan membenarkan posisi duduknya kemudian mematikan musik mp3 yang tadi diputarnya dengan kencang, setelah itu Revan menarik perlahan bahu Reina agar menghadap ke arahnya, awalnya tentu saja Reina menolak apalagi dengan keadaannya yang kacau seperti itu, di tambah lagi dengan bibirnya yang sudah bengkak, namun karena Revan yang tak pantang menyerah membujuk Reina pada akhirnya Reina luluh juga dan mau menatap ke arah Revan....
" Astaga Rein... apa yang kamu lakukan dengan bibirmu.... hentikan kebiasaan buruk itu aku tidak menyukainya.." ucap Revan sambil mengusap perlahan air mata Reina yang sudah membasahi seluruh pipinya.
...Revan lantas langsung mengambil tisu dan menepuk pelan bibir Reina karena takut menyakiti Reina....
__ADS_1
" Apa ini sakit hem? jangan lakukan ini lagi Rein kamu melukaiku .... sungguh..." ucap Revan sambil masih terus membersihkan bibir Reina dengan hati hati.
" Kenapa harus dia van...?" tanya Reina dengan suara serak karena menahan tangisnya.
...Mendapat pertanyaan tersebut lantas membuat Revan bingung karena tidak mengerti siapa yang di maksud oleh Reina....
" Kenapa harus dia van..?" ucap Reina lagi dengan kembali menggigit bibir bawahnya menahan tangis.
" Sudah ku katakan jangan menggigit bibir mu untuk menahan tangis Rein, aku tidak menyukainya .. luapkan saja padaku itu bahkan lebih baik dari pada kamu terus menahannya." ucap Revan kala melihat Reina kembali menggigit bibir bawahnya.
" Aku .... aku... kenapa harus dia van ibu kandungku...." ucap Reina pada akhirnya dengan tangis yang semakin pecah dan menjadi jadi.
...Mendengar ucapan Reina barusan lantas membuat Revan langsung terdiam dengan posisi Reina yang tiba tiba saja memeluknya sambil menangis tersedu....
" Bagaimana mungkin dia yang menjadi ibu kandungku van, jikalau melihat ku saja dia jijik" ucap Reina lagi dengan sesenggukan.
...Revan seperti tercubit sakit namun tidak berdarah....
" Reina sudah tahu....? jadi hal yang membuatnya bersedih sedari tadi adalah kenyataan bahwa Erika ibu kandungnya? lantas siapa yang memberi tahu Reina? apa jangan jangan ibu? atau mungkin ayah?" ucap Revan dalam hati sambil menerka nerka semuanya.
................................
Sementara itu di kediaman Iriana
...Iriana memasuki rumahnya dengan muka di tekuk kesal melewati Erika yang tengah duduk di meja makan sambil menikmati cake kesukaannya....
" Ada apa sayang bukannya pulang dengan wajah senang karena ketemu anakmu... ini malah sebaliknya... ada apa?" tanya Erika dengan penasaran karena melihat muka Iriana yang di tekuk cemberut.
" Saina tidak ada di sekolahannya ma... mama bayangkan saja, aku sudah menunggunya selama berjam jam tapi ternyata dia tidak ada di sana.. bukankah itu sangat mengesalkan?" ucap Iriana dengan nada kesal sambil menyendok cake di piring milik Erika.
__ADS_1
" Kenapa kamu tidak langsung masuk ke kelasnya saja? jika kamu langsung masuk kamu pasti akan tahu lebih awal kalau Saina tidak ada di kelas" tanya Erika dengan penasaran.
" Awalnya sih aku ingin masuk, tapi setelah aku berpikir cukup lama aku memutuskan untuk menunggunya di halaman sekolahan berharap ketika Saina keluar aku bisa langsung melihatnya." ucap Iriana dengan nada kecewa sambil terus menikmati cake tersebut.
" Memangnya apa yang sedang kau pikirkan hem?" tanya Erika lagi
" Emmm.... aku bisa saja masuk ke dalam kelasnya dan langsung mencari Saina.. tapi apa yang harus aku katakan pada wali kelasnya ketika menjemput Saina di sana ma? yang ada mungkin aku akan di bawa satpam keluar dari sekolah, karena di kira ingin menculik anak kecil." ucap Iriana dengan nada sendu namun di selingi tawa garing untuk menutupi gurat kesedihannya.
" Apa kamu menginginkan keluargamu kembali utuh nak?" tanya Erika tiba tiba yang lantas langsung membuat Iriana menatap ke arah Erika dengan tatapan bingung.
" Apa maksud mama ...." tanya Iriana yang tak mengerti arah pembicaraan Erika.
" Katakan saja iya atau tidak!" pinta Erika yang lantas membuat Iriana semakin bingung mendengarnya.
" Apa aku masih bisa egois ma? sepertinya itu tidak mungkin..karena Revan sangat mencintai Reina.." ucap Iriana dengan menatap sendu ke arah cake yang tinggal setengah itu.
" Jika kamu menginginkannya mama bisa memberikannya kepadamu... mama hanya butuh kata iya keluar dari mulut mu.. setelah itu serahkan semua pada mama, kamu tinggal menunggu hasilnya .." ucap Erika dengan nada yakin akan berhasil.
" Ma.. itu tidak mungkin, mama jangan aneh aneh deh" ucap Iriana sambil bangkit berdiri ingin melangkah pergi menuju ke kamarnya.
" Bagaimana jika mama berhasil?" ucap Erika
...Mendengar hal itu lantas membuat langkah kaki Iriana terhenti kemudian berbalik menatap Erika....
" Itu tidak akan terjadi ma... kecuali Reina mati..." ucap Iriana kemudian kembali melangkah meninggalkan Erika sendiri di ruang makan.
" Kita lihat saja apa yang bisa mama lakukan untukmu..." ucap Erika dengan nada yang yakin akan mencapai keberhasilan.
Bersambung
__ADS_1