
...Setelah menghabiskan dua piring nasi goreng spesial buatan Revan yang sangat enak menurut Reina tentunya, Reina kemudian mengajak Revan ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga yang sudah mulai menipis....
...Ketika sampai di supermarket Reina langsung mengambil troli belanja dan mulai memilah beberapa barang dan juga kebutuhan pokok di sana sedangkan Revan hanya mengekori Reina sambil sesekali tersenyum....
" Revan kamu lebih suka kubis atau sawi" ucap Reina
" Kubis boleh juga" ucap Revan
" Kalau begitu kita beli dua duanya" ucap Reina sambil memasukkan kubis dan sawi pada troli belanja miliknya.
Revan yang mendengar jawaban Reina lantas mengangkat alisnya sebelah.
" Jika sudah tau jawabannya kenapa masih bertanya? dasar cewek" ucap Revan dalam hati sambil terus mengikuti kemana Reina pergi.
Ketika sampai di rak bagian daging Reina kembali bertanya kepada Revan.
" Revan menurutmu lebih enak sirloin atau tenderloin?" tanya Reina lagi
...Mendengar pertanyaan Reina, Revan lantas berpikir cukup lama sampai kemudian memutuskan.......
" Sirloin " ucap Revan
" Baiklah aku akan mengambil Tenderloin saja" ucap Reina yang lantas membuat Revan menganga mendengar perkataan Reina barusan.
" Kenapa kamu bengong seperti itu? ayo kita lanjut lagi" ucap Reina sambil mengelus pipi Revan menyadarkannya lalu melangkah kembali.
Reina terus berkeliling hingga troli miliknya penuh terisi barang barang belanjaannya.
...Reina kemudian menghentikan langkahnya tepat di perlengkapan mandi dan begitu tertarik dengan handuk yang terpajang lucu di sana Reina lantas menghampirinya dan mulai bertanya lagi pada Revan....
" Revan lebih bagus warna pink atau biru?" tanya Reina lagi
Revan yang lagi lagi mendapat pertanyaan dari Reina lantas menatap Reina.
" Kali ini sungguhan atau kamu memang sudah tahu jawabannya?" tanya Revan
__ADS_1
" Revan kamu di tanya malah balik bertanya gimana sih" ucap Reina dengan bete
" Baiklah Biru sepertinya bagus" ucap Revan
Reina yang mendengar ucapan Revan lantas langsung tersenyum bahagia.
" Baiklah aku ambil yang warna pink" ucap Reina sambil memasukkan handuk tersebut ke dalam troli.
Revan yang mendengar jawaban Reina lagi lagi menatap tak percaya.
" Jika kamu sudah tahu jawabannya kenapa masih bertanya?" ucap Revan yang sudah gemas akan tingkah Reina.
" aku kan hanya minta pendapat jadi jangan marah ya suamiku tercinta." goda Reina kala melihat Revan tengah bete menghadapinya.
...Tidak ada tanggapan apapun yang keluar dari mulut Revan yang terdengar oleh Reina hanya helaan nafas panjang sedari tadi sedangkan Reina yang melihat ekspresi wajah Revan hanya tersenyum kemudian melanjutkan langkahnya menuju kasir....
Setelah selesai berbelanja Reina mengajak Revan untuk mampir ke taman yang sudah menjadi favoritnya dari dulu, keduanya duduk di bangku taman sambil menikmati es krim.
" Rein boleh ku katakan satu hal?" ucap Revan
" Apa kamu masih marah dengan ibu? tadi ibu menelpon ku dan bertanya apakah kamu mau menemuinya." ucap Revan dengan lembut
" Entahlah van aku juga tidak tau, hanya saja mengingat ibuku mengambil ayah dari tante Erika dulu membuatku seperti bisa merasakan apa yang dirasakan tante Erika. Memang aku akui ibu tidak bersalah dalam hal ini karena cinta mereka sudah terjalin dengan lama namun tiba tiba harus berpisah tentu itu akan sangat menyakitkan bagi ibu maupun ayah, tapi bukankah ibu terlalu egois jika harus mengambil kembali barang yang sudah tidak menjadi miliknya lagi?" ucap Reina dengan nada yang sendu.
...Revan mengerti apa yang dirasakan Reina saat ini, Revan tidak bisa hanya membela sepihak karena masalah ini kian menjadi rumit. Revan tidak bisa membayangkan jika Reina sampai tahu bahwa ternyata Erika adalah ibunya tidak hanya itu kenyataan bahwa Iskandar sendirilah yang menukar bayi Erika dan Shella pasti akan membuatnya sangat terluka dan kecewa....
" Lalu apa kamu mau menemuinya?" tanya Revan lagi
Lama Reina diam tidak menjawab pertanyaan Revan sampai kemudian Reina mulai berbicara kembali.
" Nanti dulu ya van, aku mau menata hatiku dulu karena entah mengapa aku merasa masalah kali ini sangat rumit dan akan berbuntut panjang." ucap Reina menoleh ke arah Revan sambil tersenyum.
" Santai saja Rein, kamu bisa melakukan apapun yang kamu inginkan aku akan selalu mendukungmu biar nanti aku akan berbicara pada ibu hem." ucap Revan sambil mengusap bibir Reina yang belepotan terkena es krim.
" Makasih van" ucap Reina yang di balas dengan senyuman oleh Revan.
__ADS_1
…..................................
Sementara itu di sebuah mension milik Gerald nampak Iriana dan Gerald tengah hanyut dalam kenikmatan surga yang berlogo haram untuk mereka rasakan saat ini.
Suara d*s***n dan erangan sudah tidak terhitung lagi jumlahnya keduanya seakan sudah hanyut dalam penyatuan yang mereka lalukan.
Gerald benar benar selalu puas dengan servis yang Iriana berikan.
" Faster baby " ucap Gerald
" Yes baby, apa kamu menyukainya " ucap Iriana sambil menghentak hentakan dengan keras pinggulnya mengikuti permintaan Gerald yang tengah berada di bawahnya.
" Aku menyukainya " ucap Gerald
...Saat keduanya sudah mencapai ******* masing masing, Iriana kemudian turun dari atas tubuh Gerald dengan peluh yang membanjiri seluruh tubuhnya kemudian berbaring di sebelah Gerald....
" Ge apa arti diriku bagimu?" tanya Iriana tiba tiba yang membuat Gerald langsung mengerutkan keningnya karena ini adalah pertama kalinya pertanyaan itu keluar dari mulut Iriana.
" Apa menurutmu kata yang tepat untuk pertanyaan bodohmu itu?" ucap Gerald dengan nada dingin.
" Aku......... aku..... kenapa aku merasa lebih mirip seperti j*l**ng ge." ucap Iriana pada akhirnya dengan nada yang sendu.
...Mendengar jawaban Iriana lantas Gerald tersenyum miring dengan tatapan yang tidak bisa diartikan....
" Apa benar aku hanya seorang j*l**g bagimu ge? kenapa kamu hanya diam?" ucap Iriana lagi karena tidak mendapat jawaban yang dia inginkan dari Gerald.
" Sesuai dugaanmu " ucap Gerald singkat
...Iriana yang mendengar jawaban dari Gerald tentu saja sakit hati, usahanya selama hampir 6 tahun bahkan tidak membuahkan hasil sama sekali. Bahkan ketika semua pasangan menginginkan seorang anak Gerald dengan terang terangan malah membuang anak itu tanpa ada rasa iba sedikitpun di hatinya....
...Hati Iriana benar benar hancur setelah dipikir pikir perlakuan Revan padanya dulu lebih layak daripada yang diterimanya saat ini dari Gerald baik dulu maupun kini. Lantas jika Revan lebih baik mengapa Iriana lebih memilih Gerald? bukankah itu hal bodoh? namun penyesalan selalu datang di akhir menyesal pun tidak ada gunanya bagi Iriana karena Iriana sendirilah yang memilih jalan ini jadi apapun hal yang terjadi di dalamnya tentu ini sudah menjadi konsekuensi yang harus Iriana terima dari pilihannya sendiri....
" Kenapa aku merasa sakit atas jawaban Gerald? padahal ini adalah jalan yang aku pilih sendiri lalu kenapa aku menyesalinya?" ucap Iriana dalam hati dengan air mata yang mulai jatuh dari sudut matanya dan langsung diusap dengan cepat oleh Iriana sebelum Gerald melihatnya menangis.
Bersambung
__ADS_1