Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 129 Aku anak yang tidak di inginkan


__ADS_3

...Pada akhirnya Reina naik satu mobil dengan Erika, suasana di dalam mobil begitu tegang Reina benar benar merasa akan ada sesuatu yang terjadi namun Reina tidak tahu apa itu....


...Saat tepat di persimpangan jalan tiba tiba saja Erika membelokkan mobilnya ke arah kanan menuju jalan tol....


" Tunggu ini bukan jalan ke rumah ibu... apa jangan jangan? tidak..." ucap Reina dalam hati kala melihat jalan yang di ambil oleh Erika bukanlah jalan menuju rumah orang tuanya.


" Tunggu ... ini bukan jalan menuju rumah ayah dan ibu, anda salah jalan.." ucap Reina sambil menatap ke arah Erika yang tengah fokus menyetir.


...Mendengar ucapan Reina lantas membuat Erika tertawa sambil melirik sekilas ke arah Reina kemudian fokus kembali ke jalanan....


" Apa yang tengah anda rencanakan..hentikan.. saya ingin turun di sini sekarang." ucap Reina setengah berteriak kala Erika mulai mengemudikan mobilnya dengan kencang.


" Tenanglah... aku akan membawamu ke tempat yang indah di atas sana." ucap Erika dengan tawa menggema.


" Anda jangan gila..... kita bisa bicarakan ini baik baik..." ucap Reina sambil memegang pegangan yang terletak di atas pintu mobil karena laju mobil sungguh sudah di luar kendali.


" Bukankah aku tadi sudah memintanya baik baik... tapi apa katamu tadi? kamu malah minta maaf dan tidak mau mengabulkannya... Reina Reina jika kamu tidak mau mengabulkan permintaan saya, pilihan yang tersisa sekarang hanya satu yaitu kamu harus mati" ucap Erika dengan nada yang dingin dan menakutkan.


" Bagaimana bisa anda mengatakan kematian dengan semudah itu, jodoh, rejeki, dan maut hanya Allah yang mengatur.... anda tidak bisa mengotak ngatiknya sesuai dengan keinginan anda" ucap Reina dengan sendu


...Reina benar benar tidak menyangka bahwa ibu kandungnya berniat untuk melenyapkannya dengan tangannya sendiri....


" Apakah dia benar ibu kandungku? bagaimana mungkin dia menginginkan kematian ku? apakah aku sehina itu dimatanya?" ucap Reina dalam hati sambil meremas bajunya dengan kencang.


" Persetan dengan itu semua, selagi putri ku bahagia aku bersedia melakukan segala cara untuk mencapai kebahagiannya itu." ucap Erika


" Hentikan mobilnya sekarang..." ucap Reina


" Tidak akan ku hentikan.." ucap Erika


...Reina kemudian lantas mencoba membuka pintu mobil berharap tidak terkunci, namun naasnya semua pintu mobil di kunci otomatis oleh Erika....

__ADS_1


" Revan.... tolong aku.... aku.... benar benar menyesal tidak memeluk mu sepanjang tidurku semalam... jika aku tahu hari ini adalah akhir ku, aku tidak akan menyianyiakan waktu sedetik pun untuk jauh dari mu...... Revan..... aku benar benar minta maaf karena belum menjadi istri terbaik untukmu..." ucap Reina dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya menahan tangisnya agar tidak jatuh.


" Hentikan mobilnya... saya mohon... Revan pasti sedang menunggu saya di rumah... ayah dan ibu pasti tengah khawatir... saya mohon hentikan." ucap Reina dengan memelas


" Aku tidak perduli semua itu.... lagi pula ibu mu tidak akan perduli jika kau mati sekalipun..... anak hasil merebut suami orang bukankah mereka tak layak untuk hidup.... jika aku jadi ibumu pasti aku akan menyesal telah melahirkan mu ke dunia ini." ucap Erika dengan nada yang sinis


" Be... narkah anda menyesal melahirkan saya...?" tanya Reina dengan suara tercekat lirih.


" Tentu saja aku menyesal ..... kau sungguh tak pantas dilahirkan jika hanya merusak kebahagian putriku..." ucap Erika lagi


...Hancur sudah hati Reina, dunia milik Reina seakan tiba tiba berputar dan jatuh, kenangan ketika bersama Shella dan Iskandar seakan berputar mundur bagai sebuah film dengan alur mundur dengan ucapan Erika yang terus menggema di telinganya....


" Aku tidak pantas dilahirkan...? dia... bahkan menyesal melahirkan ku....... apa aku sungguh anak yang tidak di inginkan?" ucap Reina dalam hati dengan tangis yang sudah turun sedari tadi membasahi pipinya.


" Baiklah.... jika anda menginginkan kematian saya.. kita akan mati bersama sama.... " ucap Reina tiba tiba dengan air mata yang sudah berderai sedari tadi.


" Apa maksudmu?" ucap Erika yang bingung kala mendengar penuturan Reina barusan.


" Kamu sudah gila ha?" ucap Erika sambil kembali membalikkan setir mobilnya ke arah kanan.


" Bukankah ini yang anda inginkan" ucap Reina lagi dengan membanting setir mobil ke sebelah kira.


...Adegan saling banting setir pun tak terhindarkan, Reina dan Erika saling berebut setir....


Tin tin tin


...Suara bel kendaraan truk dari arah depan lantas mengejutkan keduanya, dengan gerakan refleks tiba tiba saja Reina membanting setir ke arah kiri hingga mobil yang Erika dan Reina tumpangi melipir ke arah kiri menabrak pembatas jalan dan masuk ke dalam jurang....


...Kaca bagian kiri kanan mobil pecah berserakan kemana mana dan mengenai sebagian tubuh Reina, dengan sekuat tenaga Reina berjuang menutupi bagian perutnya agar tidak terkena serpihan kaca tersebut....


" Selamatkan anakku ya Allah" ucap Reina dalam hati sambil terus melindungi perutnya.

__ADS_1


...Kenangan demi kenangan mulai terputar di kepala Reina bak sebuah alur film yang menampilkan perjalanan hidupnya, senyuman Revan, tingkah jail Revan tak luput dari bayangannya....


" Re...van..." ucap Reina dengan terbata


...Mobil keduanya terus terperosok jauh ke bawah dengan sesekali menabrak pepohonan dan ranting kayu hingga tepat di tepi jurang mobil tersebut berhenti karena tersangkut pada dahan kayu yang menjulur....


" Hhhh aku masih selamat..." ucap Erika kalah mendapati dirinya masih bernafas meski dengan beberapa luka di tubuhnya.


...Erika lantas melirik ke arah sebelah di mana Reina berada, pakaian Reina sudah tidak lagi berbentuk penuh noda darah di mana mana, bahkan ada beberapa serpihan kaca yang menempel di tangannya kala melindungi bagian perutnya tadi....


" Tolllong saya....." ucap Reina dengan terbata sambil mengulurkan tangan ke arah Erika dengan mata yang seakan sudah mulai meredup.


" Aku tidak akan sudi menolong mu... selamat tinggal Reina ini adalah akhir dari hidup mu." ucap Erika dengan dingin.


...Setelah mengucapkan kata kata tersebut dengan tenaga yang masih tersisa Erika lantas keluar dari mobil dengan tangan yang sudah berdarah darah. Ketika Erika sudah berhasil keluar tiba tiba saja pandangannya tertuju pada Reina, Erika menatap Reina dari luar mobil dengan tatapan iba....


" Aku tidak boleh lemah, ini demi Iriana... aku harus kuat" ucap Erika


...Melihat mobil yang hanya tinggal setengah lagi akan masuk ke sungai, membuat Erika tiba tiba saja tercetus sebuah ide gila,dengan sisa sisa tenaganya Erika lantas berjalan ke arah belakang mobil dan mulai mendorong mobil tersebut agar jatuh ke sungai....


" Kenapa aku lemah sekali, tangan ku seperti mati rasa ...." ucap Erika dengan terus mendorong mobil agar terjatuh.


...Reina benar benar sudah pasrah kala mengetahui Erika berusaha mendorong mobilnya hingga jatuh, Reina sudah tidak kuat lagi bahkan hanya untuk bergerak ke luar dari mobil....


" Aku sudah pasrah jika memang ini adalah akhir hidupku, biarkanlah hidupku berakhir ditangan ibu ku sendiri... aku sudah mengiklaskannya" ucap Reina dalam hati


...Butuh usaha keras dan lama apalagi mengingat Erika yang juga terluka dalam kecelakaan tersebut, hingga pada akhirnya mobil yang berisi Reina berhasil di dorong Erika hingga jatuh ke bawah sungai....


" Revan ... aku mencintaimu... ibu ayah maafkan Reina karena tidak bisa menjadi putri yang membanggakan untuk kalian." ucap Reina kala mobil yang ia tumpangi perlahan lahan jatuh dan masuk ke dalam sungai.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2