
...Revan sampai di rumah sekitar 1 jam kemudian dengan semangat 45 sambil membawa bubur pesanan Reina namun ketika Revan masuk menuju meja makan Revan malah mendapati Reina dengan santainya tengah makan di sana....
Revan yang tadi datang dengan semangat membara kina jadi loyo setelah mendapati Reina tengah makan.
" Rein katanya kamu tadi ngidam bubur" ucap Revan sambil terus berjalan mendekat ke arah Reina kemudian menaruh bubur tersebut ke meja makan.
" Memang" ucap Reina dengan santainya.
" Lalu apa ini Rein? katanya kamu sanggup untuk menungguku." ucap Revan dengan sedikit kesal.
" Ih denger dulu, aku memang ngidam bubur mang Odi tapiii aku ingin lihat kamu yang memakannya pliss" ucap Reina dengan senyum yang mengembang.
...Revan yang mendengar perkataan Reina lantas menghela nafas panjang usahanya untuk mendapatkan bubur mang Odi ternyata sia sia....
" Baiklah tapi lain kali kalau kamu menginginkannya lagi katakan dari awal jadi aku bisa bersiap " ucap Revan dengan pasrah kemudian mulai menyendok buburnya.
" Bersiap untuk apa?" tanya Reina dengan bingung.
" Bersiap jika sesuatu yang kamu suruh aku makan adalah sesuatu yang aneh." ucap Revan dengan nada bercanda sambil terus memasukkan bubur ke mulutnya.
" Revaaann kamu ya.." ucap Reina dengan cemberut.
...Revan yang melihat Reina cemberut malah terkekeh geli entah mengapa menggoda Reina kini sudah menjadi kebiasaannya yang selalu membuatnya rindu jika itu ia lewatkan....
" Oh ya van kemarin orang tua ku sudah pindah ke rumah lama ku, nanti kita mampir sebentar ke sana ya sambil menjemput Saina nanti." ucap Reina
" Oh ya kenapa kamu baru mengatakan sekarang?" ucap Revan
" Hemm kau lupa ya dari kemarin apa yang sedang terjadi, mana sempat aku mengatakannya van" ucap Reina sambil bangkit berdiri dan meletakkan piring kotor pada wastafel.
" Hem benar juga ya kemarin benar benar perjalanan panjang Rein, semoga itu jadi yang terakhir." ucap Revan sambil menutup kotak makanannya yang habis dan membuangnya ke tempat sampah kemudian berjalan mendekat ke arah Reina yang sedang mencuci piring kotor.
Revan mengikis jarak keduanya dan langsung memeluk Reina dari belakang.
" Astaga van kamu mengejutkanku" ucap Reina dengan busa yang berterbangan kemana mana karena pelukan tiba tiba dari Revan.
" Rein tetap ceria seperti ini ya, jangan bersedih lagi itu membuat hatiku terluka." ucap Revan sambil mengelus perut datar milik Reina dan mencium bahu Reina dengan sayang.
__ADS_1
" Aku juga menginginkannya van, kamu kira siapa yang akan menginginkan kesedihan? tentu semua orang menginginkan kebahagian hanya saja terkadang takdir selalu berlawanan arah dengan apa yang kita inginkan." ucap Reina.
Reina membasuh tangannya kemudian berbalik menghadap Revan.
" Van aku juga ingin kamu bahagia jadi aku harap kamu tidak memaksakan sesuatu yang tidak membuatmu bahagia kamu mengerti." ucap Reina dengan tatapan tulus ke arah Revan.
...Revan benar benar bersyukur mendapat istri seperti Reina entah kenapa ketika Revan bersama dengan Reina ia seakan merasa damai dan tenang entahlah apakah itu cinta atau apa yang jelas Revan sangat bersyukur karena Reina hadir di tengah tengah Revan dan Saina....
" Janji van" ucap Reina lagi karena tidak mendapat jawaban apapun dari Reina.
...Revan hanya tersenyum menanggapi ucapan Reina detik selanjutnya Revan menarik tengkuk Reina dan mulai m*l***t bibir milik Reina. Revan melakukannya dengan hati hati kemudian Revan mengangkat Reina dan mendudukkannya di meja agar Reina lebih gampang dan tidak terlalu mendongak mengikuti Revan....
...L*m*t**n demi l*m*t**n terus dilakukan Revan keduanya bahkan sama sama membuka akses agar lidah mereka bisa masuk dan menjelajah dengan sepuasnya. Reina sudah mengalunkan tangannya pada leher Revan dengan sesekali bergerak perlahan di tengkuk Revan sambil sesekali menjambak rambut Revan sedangkan Revan jangan di tanya lagi tangannya sudah bermain nakal menjelajahi setiap inci tubuh istrinya itu. Revan benar benar merindukan sentuhan ini setelah sekian lama permasalahan mereka ini pertama kalinya mereka bersentuhan lagi....
...Saat penampilan keduanya sudah acak acakan ditambah lagi banyaknya tanda cinta di leher Revan juga Reina tiba tiba suara mengejutkan benda jatuh terdengar dari belakang mereka....
Srakkkk
Kertas serta file jatuh berserakan di bawah siapa lagi pelakunya jika bukan Wili.
Revan yang melihat bahwa yang datang adalah Wili langsung menatap Wili dengan tidak suka.
" Kamu tunggu aku di ruang kerja sebentar lagi aku akan menyusul ke sana." ucap Revan dengan nada ketus.
Wili yang mendapat tatapan tidak suka dari Rehan hanya menganggukkan kepala kemudian melangkah pergi menuju ruang kerja Revan.
Reina benar benar malu telah tertangkap basah oleh asisten suaminya itu.
" Mau di taruh di mana muka ku ini." ucap Reina dalam hati.
...Revan yang melihat Reina menunduk dengan wajah bersemu merah menahan tawanya untuk tidak keluar di depan Reina....
" Rein apa kau malu? dia kan hanya Wili santai saja" ucap Revan dengan entengnya.
" Hanya Wili katamu van? meski itu hanya Wili aku tetap saja malu, mau taruh di mana muka ku ini kalau ketemu Wili." ucap Reina dengan sebal.
" hahahaha"
__ADS_1
" Revan hentikan tawamu itu ini benar benar tidak lucu, lagi pula kenapa kamu tidak pergi ke kantor malah membawa Wili kesini?" ucap Reina
Revan menghentikan tawanya ketika mendengar ucapan Reina.
" Tentu saja aku ingin menjaga istriku serta Revan junior yang ada di dalam sana" ucap Revan sambil mencubit gemas pipi Reina.
" Revan aku bukan anak kecil ya" ucap Reina dengan nada tidak suka.
" ok ok ibu ratu sekarang hap saatnya anda turun dari meja ini " ucap Revan dengan nada menggoda sambil menggendong Reina turun dari meja.
" Revan kamu benar benar menyebalkan" ucap Reina dengan memukul kecil bahu Revan.
" Tapi kamu suka kan, hayoo ngaku..." ucap Revan lagi dengan senyum jail.
" hem sejak kapan tuan angkuh bermulut tajam bisa berubah 360 derajat seperti ini coba" ucap Reina sambil berlagak seperti sedang berpikir.
...Revan melihat dengan gemas tingkah Reina itu kemudian dengan reflek tangannya mengacak acak rambut Reina dengan senyum yang mengembang....
" Tentu saja setelah ada kamu lah" ucap Revan dengan senyuman.
" Revaaaannn, sudah sana masuk ke ruang kerja Wili sudah menunggumu." ucap Reina sambil mendorong pelan tubuh tegap Revan.
" Sebentar lagi " ucap Revan sambil kembali mengacak acak rambut Reina.
" vaaaaannnn" ucap Reina dengan sedikit kesal.
" Oke oke aku berangkat muach " ucap Revan sambil mengecup bibir Reina sekilas.
...Revan kemudian bersiap melangkah pergi namun kembali lagi dan memberi Reina kecupan lagi berulang kali....
" one more " ucap Revan sambil mengecup bibir Reina lagi kemudian barulah Revan pergi.
Reina hanya menatap kepergian Revan hingga menghilang dari pandangannya.
" Semoga apa yang kurasakan kali ini bukan hanya sekedar mimpi, semoga kebahagiaanku kali ini bertahan lama amin." ucap Reina pada diri sendiri.
Bersambung
__ADS_1