Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 24 Rumah tangga Revan


__ADS_3

...Karena mbok yem pulang sore harinya jadilah Reina yang memasak untuk makan malam. Sebenarnya tidak ada yang meminta Reina untuk memasak itu hanya atas dasar inisiatif Reina saja karena jika harus beli untuk makan malam maka itu terlalu boros jadilah Reina yang memasak ala ala....


...Kali ini Reina ingin memasak ayam goreng kremes, capcai, dan juga soup ayam. Ia mulai mempersiapkan bahan bahannya, bunyi berisik penggorengan yang beradu di dapur membuat Saina yang ada di ruang televisi tertarik untuk menghampirinya....


" Mami masak apa? " Tanya Saina dengan penasaran.


" Sain tunggu ya bentar lagi selesai tinggal menyusunnya di piring kemudian kita makan sama sama. Oh ya boleh mami minta tolong? Tolong panggil dady untuk turun makan ya." Ucap Reina


" Tentu mi" ucap Saina dengan nada riang kemudian bergerak untuk memanggil Revan ke ruang makan.


...Reina menata satu persatu masakan ke meja makan lalu menyiapkan 3 buah piring tak lupa juga susu untuk Saina....


Dari kejauhan terlihat Revan dan Saina berjalan menuruni tangga menuju meja makan.


" Apa kamu yang menyiapkan ini?" Tanya Revan pada Reina.


" Iya soalnya mbok yem kan pulangnya sore kalau harus masak dulu kasian lagi pula nanti takutnya udah dingin dan tidak enak lagi." Ucap Reina


...Kemudian Reina mengambil piring Revan dan mengisinya dengan ayam juga capcay. Reina mengulanginya lagi untuk Saina sedangkan soupnya Reina taruh ke mangkuk kecil dan menaruhnya di sebelah pring Saina dan Revan....


...Revan yang mendapat perlakuan tersebut lantas hanya terbengong dan memperhatikan Reina melayaninya karena Revan baru kali ini merasa di layani dan di perhatikan ketika makan sangat berbanding terbalik disaat Revan bersama dengan Iriana....


" Apa ini rasanya di layani, mengapa hatiku sangat tenang? Dan mengapa lagi lagi Iriana dan Reina seperti dua sisi kebalikan namun anehnya aku sangat menyukai sisi kebalikan itu." Ucap Revan dalam hati sambil terus memperhatikan Reina.


" Saina baca doa yuk, tadi mami udah ajarin Saina kan" ucap Reina yang langsung membuat Revan terbelalak dengan hati yang berdesir.


" Bissmillahirrohmanirrohim


Allahumma balik lana fima fima." Ucap Saina terbata bata.


" Sain mami bantu ya, yuk sama sama


Bissmilahirrohmannirrohim


Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar amin.Bagus anak mami pintar " ucap Reina sambil mengelus rambut Saina lalu menuntunnya untuk mulai makan.

__ADS_1


Revan yang melihat hal tersebut lantas terpana dan tidak percaya dengan sesuatu yang baru saja di lihatnya.


" Wanita ini benar benar berbeda." Ucap Revan dalam hati sambil kemudian memulai ritual makannya.


...Setelah selesai makan Reina mengajari Saina tentang ejaan dan huruf sambil bernyanyi dan bercanda agar Saina tidak terlalu bosan sedangkan Revan hanya memperhatikan nya sambil duduk di sofa dan melihat televisi namun bukannya fokus melihat telivisi yang ada Revan malah fokus ke Reina dan Saina dan alhasil kina yang terdapat adalah televisi sedang menonton Revan....


" One more Sain oke... B I bi S A sa jika di gabung jadi bi...." Ucap Reina menggantung ucapannya untuk di lanjutkan oleh Saina.


" Bi sa yei betul kan mami?" Tanya Saina antusias kemudian di balas anggukan oleh Reina.


" Good girl " ucap Reina sambil menunjukkan 2 jempolnya.


" Yei yei yei , A B C D E F G I H J..." Ucap Saina lagi namun di potong oleh Reina dan dibenarkan.


" No Sain, setelah huruf G itu adalah H bukan I yuk ulangi lagi." Ucap Reina membetulkan ejaan Saina.


" Hehehe soly mi A B C D E F G H I J sekalang betul kan mi?" Ranya Saina lagi pada Reina.


" Ya good girl " ucap Reina sambil memberikan tepuk tangan yang meriah untuk Saina sedangkan Saina tertawa dengan kegirangan.


" Dia bisa meluluhkan Saina, bahkan guru les privatnya saja sangat susah jika berkomunikasi dengan Saina. Tapi Reina kenapa dia bisa begitu dengan mudahnya melakukan itu." Ucap Revan lirih pada diri sendiri.


Keesokan harinya Reina bangun seperti biasa tentu harus sebelum Saina bangun agar Saina tidak curiga.


Reina langsung turun ke lantai bawah menuju ke dapur untuk memasak, disana ia sudah melihat mbok yem bersiap siap untuk memasak.


" Pagi mbok yem, mbok yem mau masak?" Ucap Reina


" Iya nyonya, apa ada yang bisa saya bantu." Ucap mbok yem


" Mulai sekarang biar saya saja yang masak ya mbok, mbok yem cukup bersih bersih saja." Ucap Reina hati hati takut menyinggung perasaan wanita separuh abad itu.


" Jangan nyonya, nanti saya hanya makan gaji buta." Ucap mbok yem


Reina yang mendengar itu hanya tersenyum kepada mbok yem sambil memegang tangannya.

__ADS_1


" Mbok yem santai saja, saya hanya menjalankan tugas saya sebagai seorang isteri jadi mbok yem gak perlu takut ya." Ucap Reina memberi pengertian pada mbok yem.


" Nyonya sangat baik, sungguh berbanding terbalik dengan nyonya Iriana dulu. Tuan muda Revan sangat beruntung memiliki nyonya." Ucap mbok yem


...Reina yang mendengar itu tentu di buat penasaran tentang seperti apa Iriana itu. Meengapa semua orang nampak membanding bandingkannya dan itu semakin menambah rasa penasaran Reina....


" Mbok yem sudah lama ya kerja di sini?" Ucap Reina hati hati sambil perlahan memancing mbok yem.


" Iya nyonya dulu saya bekerja untuk nyonya besar kemudian setelah tuan muda Revan menikah saya dipindah tugaskan di sini." Ucap mbok yem sambil membersihkan sayuran untuk Reina memasak.


" Bagus mulai terbuka jalan untuk kekepoanku wkwkkwkwk" ucap Reina dalam hati.


" Oh gitu, oh ya mbok boleh saya tanya sesuatu?" Ucap Reina hati hati


" Silahkan nyonya"


" Jika boleh saya tahu kenapa mereka bercerai?" Ucap Reina sambil memotong wortel dengan harap harap cemas akan jawaban dari pertanyaannya.


" Saya juga tidak tau kenapa nyonya hanya saja sebelum bercerai waktu itu nona Saina masih bayi dan terjadi pertengkaran hebat diantara keduanya. Samar samar saya dengar tuan Revan mengatakan kepada nyonya Iriana untuk pergi mengikuti laki laki itu namun dengan syarat hak asuh nona Saina harus menjadi milik tuan muda Revan." Ucap mbok yem sambil mengingat kejadian 5 tahun silam.


" Oh jadi karena perselingkuhan." Ucap Reina dalam hati.


" Tapi menurut saya mungkin salah satu alasan tuan muda Revan menceraikannya juga karena sudah lelah menghadapi nyonya Iriana. Gaya hidup yang tinggi serta acuh tak acuhnya dalam menjadi istri untuk tuan muda Revan mungkin jadi salah satu penyebabnya. Apa lagi setelah kehamilan nyonya Iriana perang dingin serta cekcok sering terjadi menghiasi rumah ini." Ucap mbok yem lagi.


" Rumah tangga seperti apa yang di lalui mereka mengapa lebih mirip seperti neraka? " ucap Reina dalam hati.


" Oh gitu, oh ya mbok kamar di ujung lorong itu apa ya mbok?" Ucap Reina penasaran.


" Itu hanya semua peninggalan nyonya Iriana, setelah kepergian nyonya Iriana tuan membawa semua barang barang nyonya dan menaruhnya di kamar tersebut. Setiap hari saya melihat tuan muda seperti frustasi hidupnya kacau tidak ada semangat, awalnya tuan selalu marah dan menolak jika di dekatkan dengan nona Saina seperti benci melihatnya. Namun seiring dengan pertumbuhan nona Saina perlahan sikap tuan muda berubah apalagi ketika mendengar kata papa pertama kali di sebut oleh nona Saina tuan muda Revan bahkan menangis kala itu. Pada akhirnya tuan muda kemudian memutuskan untuk menetap di rumah besar." Ucap mbok yem


Ketika Reina akan bertanya lagi tiba tiba Reina kemudian mendengar langkah kaki menuruni anak tangga mendekat ke arah dapur.


Tap tap tap


Deg

__ADS_1


" Mati aku kalau sampai Revan tahu aku mengorek kehidupan pribadinya" ucap Reina dalam hati.


Bersambung


__ADS_2