
...Setelah kepergian Rian Reina langsung menidurkan Saina ke kamarnya. Reina perlahan mengelus rambut Saina dengan sayang....
" Apapun yang dady mu katakan tentang mami, mami akan tetap menyayangimu nak, sesakit apapun perbuatan yang dady berikan pada mami, mami juga akan menanggungnya demi dirimu nak. " ucap Reina pada Saina yang tengah tertidur lelap.
...Ketika Reina sedang menenangkan dirinya sendiri akan rasa sakit yang terus menghujamnya Reina teringat akan satu kamar yang tidak boleh dia masuki....
Reina segera berlari turun ke bawah menuju kamar di ujung lorong lantai satu. Jantung Reina seakan berpacu dengan kencang kala ia berada tepat di depan pintu kamar tersebut.
" Aku sudah memantapkan hatiku, apapun yang ada di dalam sana aku akan menerimanya." ucap Reina pada diri sendiri.
Reina mulai memutar handel pintu kamar tersebut dan kemudian 'klik' pintu terbuka.
"Tidak dikunci, apa ini keberuntunganku atau hanya nasib buruk ku?" ucap Reina lagi sambil memasuki kamar tersebut dan tak lupa menutupnya lagi.
Suasana dikamar itu cukup gelap tanpa penerangan sehingga Reina harus berusaha untuk mencari letak tombol lampu penerangan kamar.
Ketika lampu menerangi seluruh ruangan kamar tersebut Reina terkejut karena begitu banyak foto dan juga barang barang di sana.
" Astaga..." ucap Reina yang terkejut melihat berbagai foto yang terbingkai rapi terpajang di setiap sudut ruangan mulai dari ukuran kecil hingga besar semua tersusun rapi dan terawat pada tempatnya.
...Reina menelusuri setiap foto yang terpajang di dinding kamar tersebut, Reina sempat terpanah dengan adanya ukiran di setiap ujung foto yang bertuliskan kata kata indah dan juga tanggal foto itu dibuat, ada satu dua kata yang menyita perhatiannya....
" Aku akan tetap mencintaimu sesakit apapun rasa yang kau beri itu janjiku 21- 04 - 2014" isi tulisan pada salah satu potret Iriana yang sedang tersenyum dengan cantiknya menggunakan background sinar matahari yang terang menerpa wajah cantiknya.
" Mencintaimu adalah kebahagian untukku tetapi memilikimu adalah anugrah terindah bagiku 10 - 08 - 2013" isi tulisan pada salah satu potret pernikahan Revan dan Iriana.
Reina menatap setiap foto satu persatu dengan hati yang tersayat.
" Secinta itu kah Revan pada Iriana? tidak adakah tempat bagiku untuk sekedar mengetuk pintu hati nya?" ucap Reina dengan tetesan demi tetesan air mata yang jatuh membasahi tangannya.
__ADS_1
...Reina beralih menatap ke arah lemari pakaian di sebelah kiri, Reina membukanya secara perlahan setelah lemari tersebut dibuka nampak beberapa pakaian yang elegan dan tetap cantik meski sudah berganti mode dan era....
" Bahkan bajunya masih tersusun rapi disini setelah 5 tahun lamanya, Revan Revan Revan apa sebegitu berharganya Iriana di matamu?" ucap Reina lagi dengan nada yang begitu lirih.
...Reina menelusuri setiap inci di ruangan itu, setelah menelusuri ruangan tersebut satu fakta yang ia dapatkan bahwa Revan sangat menyukai bidang photografi terlihat dari banyaknya jepretan yang ia hasilkan dari lensa kameranya meski yang mendominasi adalah potret Iriana. Reina terus menjelajah dengan hati yang terus tersayat kala melihat kenangan mereka....
...Pandangannya berhenti ketika ia melihat sebuah surat putusan pengadilan pengalihan hak asuh anak, Reina membuka berkas itu perlahan tidak ada yang aneh sama dengan berkas berkas pada umumnya namun ketika Reina membalik halaman terakhir tiba tiba satu foto dari dalam berkas tersebut jatuh ke bawah lantai....
...Reina mengambil foto tersebut dan ketika Reina berhasil mengambilnya nampak foto bayi mungil nan cantik dengan senyum mengembang di wajahnya....
" Saina " ucap Reina dengan masih berlinang air mata.
...Setelah puas Reina melihat foto tersebut ketika ingin menaruhnya kembali pada berkas tadi, Reina tanpa sengaja menemukan sebuah tulisan yang mengejutkannya....
" Aku membencimu karena segala hal yang membuatku berpisah dengan Iriana, aku membenci atas kehadiranmu yang bukan dari ku namun kau merenggut semua milikku, aku membenci tawa yang seakan polos namun terus menyakitiku. Ku berikan namaku untukmu bukan berarti aku menerimamu, menerima dan memberi adalah dua hal yang berbeda." isi tulisan pada potret bayi lucu tersebut.
" Tidak, apa jangan jangan...." ucap Reina terhenti kemudian bayangan bayangan ketika mbok yem bercerita perihal rumah tangga Revan terus berputar di kepalanya satu persatu kepingan puzzle mulai terlihat dan terhubung dengan sendirinya.
...Reina benar benar terkejut dengan hal baru yang baru saja ia temukan, pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan di benak Reina. Reina terus menerka kejadian demi kejadian yang telah di alaminya dan menyambungnya membentuk sebuah alur cerita, sampai kemudian terdengar suara deru mobil berhenti tepat di depan rumah....
"Siapa yang datang? tidak mungkin Revan kan ini masih terlalu sore dari jam pulang kerjanya?" ucap Reina sambil segera bergegas membereskan segala hal di kamar itu kemudian melangkah keluar dengan setenang mungkin.
Reina berlari keluar untuk melihat siapa yang datang saat membuka pintu rumah betapa terkejutnya Reina yang datang ternyata adalah Revan.
Deg deg deg deg
Jantung Reina berpacu sangat cepat kala melihat Revan yang datang ia takut ketahuan Revan karena sudah melanggar larangan di mansion ini.
" Apa Revan tahu jika aku memasuki kamar itu? tenang Reina ayo tenang atur nafas semua akan baik baik saja" ucap Reina dalam hati sambil menenangkan dirinya sendiri.
__ADS_1
...Revan yang melihat Reina dengan penampilan mata yang sembap, bekas luka memar karena pukulan Gerald, serta keringat dingin yang membasahi wajah Reina nampak begitu terkejut dan khawatir....
" Rein apa kamu baik baik saja? " ucap Revan dengan khawatir sambil tangan Revan bergerak akan menyentuh dahi Reina.
Reina yang melihat tangan Revan akan menyentuhnya perlahan mundur menghindari tangan Revan.
Revan yang melihat penolakan dari Reina sedikit mengerutkan keningnya.
" Apa kamu marah dengan ku Rein?" ucap Revan sambil memandang ke arah Reina.
" Mandilah dulu aku akan membuatkan mu kopi" ucap Reina sambil melangkah ke arah dapur menghindari Revan.
Revan yang terus melihat penolakan dari Reina tak pantang menyerah dan terus berusaha.
" Rein dengarkan aku dulu" ucap Revan sambil mengejar Reina ke dapur.
" Pergi mandilah van " ucap Reina lagi lagi mengalihkan pembicaraan.
...Revan yang mulai terganggu dengan penolakan Reina yang terus menerus akhirnya menarik tangan Reina agar menghadap ke arahnya dan menyudutkannya ke dinding sehingga membuat Reina terpojok dan mau tidak mau harus berhadapan dengan Revan....
Reina mengalihkan pandangannya ke samping kiri enggan menatap Revan sedangkan Revan yang melihat itu langsung menghela nafas panjang.
" Rein tolong dengarkan aku" ucap Revan lagi namun tetap tidak di mendapat jawaban apapun dari Reina.
Satu detik dua detik tiga detik masih tidak ada jawaban apapun dari Reina.
...Revan yang terus mendapat penolakan dari Reina akhirnya sedikit terpancing emosi kemudian tanpa sadar dengan kasar Revan mulai m*l***t bibir Reina secara paksa, Reina yang mendapat serangan mendadak dari Revan awalnya menolak dan memukul dada bidang Revan berulang kali. Namun karena hal itu tidak juga berefek pada Revan pada akhirnya yang Reina lakukan selanjutnya hanya diam dan membiarkan Revan m*l***t serta menikmati bibirnya....
Air mata Reina kembali menetes perlahan menuruni pipinya.
__ADS_1
" Aku benar benar bodoh bahkan hanya untuk menolak ciumannya saja aku tidak sanggup. " ucap Reina dalam hati dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.
Bersambung