
... Di sebuah basement perusahaan MD Enterprise terlihat mobil Iriana terparkir di sana....
...Dari arah kejauhan seorang wanita berjalan mendekat menuju mobil Iriana kemudian langsung masuk ke dalamnya....
" Bagaimana?" tanya Iriana pada wanita tersebut
" Semua rumor telah tersebar ke seluruh perusahaan bu bahkan kabar ini sudah sampai ke anak perusahaan dan beberapa cabang luar kota" ucap wanita tersebut dengan senyum mengembang ke arah Iriana.
" Bagus, aku suka dengan cara kerjamu. Jangan sampai Revan mengetahui hal ini, usahakan kamu bermain cantik jika kamu tertangkap jangan pernah libatkan aku dalam hal ini" ucap Iriana kepada wanita itu
" Tentu bu saya pastikan mulut saya terkunci dengan rapat." ucap wanita itu
...Iriana lantas mengambil amplop coklat berisi uang di tas lalu memberikannya kepada wanita itu....
" Terima kasih banyak bu" ucap wanita itu kemudian melangkah keluar dari mobil Iriana.
" Bagus, setidaknya kau akan merasakan rasa sakit yang dialami ibuku dulu" ucap Iriana sambil tersenyum kemudian melajukan mobilnya keluar dari sana.
..................................
Kembali kepada Revan dan Anita
" Jangan pecat saya pak, itu bukan salah saya pak, saya tidak pernah menyebarkan rumor tersebut." ucap Anita dengan mata yang sudah berkaca kaca menahan tangisnya.
...Revan terdiam melihat Anita yang terus menerus membela diri dengan wajah yang hampir basah karena tangisnya....
" Apa gadis ini mengatakan yang sesungguhnya? jika bukan Anita lalu siapa lagi?" ucap Revan dalam hati kala melihat kesungguhan ucapan Anita melalui matanya yang sudah berair karena menahan tangis agar tidak jatuh di hadapan Revan.
...Dari arah luar Wili datang mendekat ke arah Revan dan membisikkan sesuatu di telinga Revan....
" Tuan saya melihat mobil Iriana terparkir di basement tadi, tidak hanya itu saya juga melihat Manda keluar masuk mobil milik Iriana" bisik Wili tepat di telinga Revan
" Apa kamu yakin?" tanya Revan masih tidak percaya dengan penjelasan Wili.
" Ya tuan saya tadi sebenarnya sedang mengecek rekaman CCTV karyawan perusahaan, namun yang saya temukan malah hal yang tidak terduga di sana." ucap Wili dengan yakin
__ADS_1
...Revan lantas terdiam ia benar benar merasa bersalah pada Anita, namun jika ia harus minta maaf tentu saja harga dirinya sebagai bos akan ternodai....
" Aku beri kamu kesempatan sekali lagi, buktikan jika kamu tidak bersalah! bawa dalangnya ke sini secepatnya" ucap Revan dengan nada dingin menatap ke arah Anita.
" Tentu pak, terima kasih atas kemurahan hati anda" ucap Anita bangkit dan langsung beranjak pergi meninggalkan ruangan Revan.
...Setelah kepergian Anita, ruangan menjadi hening tanpa suara sampai kemudian Wili memberanikan diri untuk bertanya kepada Revan....
" Kenapa anda bisa mencurigai Anita tuan?" tanya Wili dengan hati hati
...Lama Revan terdiam karena masih merasa bersalah kepada Anita hingga kemudian terdengar helaan nafas panjang dari Revan....
" Tidak ada alasan hanya saja aku bertemu dengan Anita ketika bersama Reina di pantai, aku kira dia yang menyebarkan rumor tersebut karena menangkap basah diriku." ucap Revan
" Masuk akal juga, tapi bukankah itu terlalu terburu buru jika langsung menuduh Anita tanpa bukti yang jelas." ucap Wili dalam hati menanggapi ucapan Revan.
" Memang mencurigakan, tapi tuan bukankah anda tadi terlalu terburu buru?" ucap Wili dengan nada lirih tapi masih bisa di dengar oleh Revan.
" Iya kau benar, tadi memang aku sedang gelap mata sehingga tidak mempertimbangkannya terlebih dahulu." ucap Revan dengan nada lebih rendah mengakui kesalahannya.
" Kita tunggu sampai Anita membuktikan ketidak bersalahannya, sedangkan untuk Manda biarkan dia berada di atas angin untuk saat ini, aku ingin lihat sampai sejauh mana Iriana beraksi." ucap Revan sambil tersenyum miring
" Baik tuan" ucap Wili
" Oh ya satu hal lagi bantu Anita mencari bukti untuk masalah ini" ucap Revan
" Apa anda yakin tuan?" tanya Wili memastikan
" Ya, anggap saja sebagai permintaan maafku kepadanya." ucap Revan dengan santainya
" Permintaan maaf macam ini? bukankah tuan terlalu angkuh hanya untuk sekedar meminta maaf" ucap Wili dalam hati ketika mendengar ucapan tak masuk akal dari Revan.
.............................................
...Sementara itu Shella sudah sampai di restoran tempat janjian ketemuan dengan Revan setelah makan siang....
__ADS_1
...Shella benar benar sudah membulatkan tekadnya untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Revan....
" Apa ibu sudah lama menunggu" ucap Revan kemudian langsung duduk berhadapan dengan ibu mertuanya itu.
" Tidak van ibu juga baru sampai" ucap Shella sambil menatap ke arah Revan.
" Apa ibu sudah makan? mau Revan pesankan makanan?" tanya Revan dengan nada suara yang ramah
" Tidak perlu van, sebenarnya ibu mengajak bertemu denganmu ingin membahas satu hal" ucap Shella dengan ragu
" Apa ibu ingin mengatakan tentang mantan ibu mertuaku?" tanya Revan tepat sasaran membuat Shella sedikit terkejut mendengarnya.
" Apakah kamu sudah tahu?" tanya Shella sambil menatap ke arah Revan dengan tatapan penuh selidik.
...Revan yang diberi pertanyaan itu lantas langsung menghela nafas panjang kemudian menatap ibu mertuanya dengan tatapan serius....
" Revan sudah tau semuanya bu, hanya saja Revan mencoba untuk diam agar ibu, ayah, mama Erika, maupun Reina dapat menyelesaikan semuanya sendiri dengan kepala dingin tanpa adanya ikut campur dari pihak luar." ucap Revan
" Apa kamu tidak membenci ibu van?" ucap Shella sambil menatap lurus ke arah Revan.
" Jika aku di posisi Reina mungkin aku akan membenci ibu karena sifat egois ayah dan ibu, namun sayangnya aku tidak punya hak sama sekali untuk bahkan sekedar membenci ibu." ucap Revan dengan tulus
" Lalu ibu harus bagaimana van? ibu juga menyesal dengan segala hal yang ibu lakukan di masa lalu" ucap Shella dengan nada sendu
" Entahlah bu, asal ibu tahu mama Erika kini sangat membenci Reina tanpa alasan yang jelas, aku hanya takut mama Erika akan menyakiti Reina tanpa tahu bahwa Reina adalah anak kandungnya sendiri." ucap Revan dengan khawatir di setiap nada bicaranya.
" Tidak mungkin Erika akan bertindak sekejam itu van, ibu yakin akan hal itu" ucap Shella dengan yakin
" Entahlah bu, kita tidak akan pernah tahu isi hati manusia... saya sarankan ibu segera memberi tahu mama Erika sebelum semuanya terlambat, sedangkan untuk Reina biar saya yang akan mengatakan padanya secara perlahan." ucap Revan
" Apa maksud ucapanmu van? bukankah itu terlalu menyakitkan untuk di dengar?" ucap Shella yang tidak suka dengan nada bicara Revan yang seakan akan menyudutkan Erika.
" Aku minta maaf jika memang ibu tersinggung akan ucapanku, hanya saja aku selalu berbicara berdasarkan fakta. Dan aku juga tidak mau ibu akan menyesal nantinya, saya permisi bu" ucap Revan kemudian bangkit berdiri dan meninggalkan Shella sendiri di sana.
" Apa maksud ucapan Revan? Erika tidak akan mungkin tega menyakiti Reina bukan?" ucap Shella dalam hati sambil memandang kepergian Revan.
__ADS_1
Bersambung