
Di kediaman mansion milik Revan.
...Mood Reina benar benar rusak setelah insiden tadi pagi, entah apalagi yang harus Reina katakan dan lakukan untuk Revan semua usaha Reina seakan sia sia saja....
Reina menatap Saina yang tengah bermain di taman belakang dengan bibir yang cemberut.
" Apa karena aku sedang hamil ya jadi mood ku jadi berubah ubah, tapi kelakuan Revan memang keterlaluan, tidak bisakah Revan tidak berubah ubah dalam segala hal? untung anaknya cantik kalau enggak ogah aku sama dia." ucap Reina dengan cemberut.
" Mami sini ayo kita main kejal kejalan ayo sini mi" teriak Saina dengan melambaikan tangannya.
" Iya Saina main saja dulu nanti mami menyusul." ucap Reina pada putrinya.
...Sambil memperhatikan Saina yang asyik bermain Reina kemudian mengambil ponsel dan menelpon Fina....
Call on
" Halo Rein masih inget gue lo?" cibir Fina di seberang sana.
" Gitu amat angkatnya buk santai dong, bagaimana perkembangan toko?" ucap Reina basa basi.
" Lo gabut ya, pakek acara basa basi lagi perkembangan toko kan selalu gue kirim lewat email napa lo tanya lagi markonah." ucap Fina dengan bingung
" hehehe emang lagi gabut, apa lo mau main kesini Fin?" ucap Reina
" Bener nih gue boleh ke sana, entar yang ada laki lo ngamuk lagi." ucap Fina
" Tenang aja, kamu kan belum ketemu orangnya langsung sudah main kritik aja." ucap Reina.
" Oke berarti langsung otw nih, oh iya toko bagaimana?" ucap Fina sambil berpikir.
" Tutup aja lagi kan pemiliknya gue jadi ya suka suka gue hehehe" ucap Reina lagi.
" Kebangetan emang lo ya Rein, kenapa gak dari dulu aja lo kayak gini kan mayan bisa pulang sore." ucap Fina sambil menggoda.
" Heh enak aja kalau tiap hari begini yang ada bisa bangkrut toko gue fin." cibir Reina.
__ADS_1
" Santai aja bu bos selama ada Fina toko anda akan selalu maju dan berkembang oke" ucap Fina dengan percaya diri.
" Sudah sudah jadi dateng gak nih? mau gue undangin cogan gak?" ucap Reina lagi.
" Yang bener? yakin ada cogannya nih?" ucap Fina dengan semangat 45.
" ya kagak lah, udah cepet ke sini deh urusan cogan aja cepet banget lo" ucap Reina yang sengaja menggoda Fina.
" oke dah" ucap fina sambil mengakhiri telponnya.
Call off
" Aku harus ijin gak ya sama Revan, tapi aku lagi bete banget sama dia lagi. Minta tolong Wili aja kali ya.." ucap Reina pada diri sendiri.
…..........................
Perusahaan MD Enterprise
...Setelah kepergian Rian dari ruangannya Revan merenungkan segala hal yang diucapkan Rian padanya....
Revan mengetuk ketukan jarinya berulang kali pada meja sambil memikirkan solusi atas permasalahannya sampai kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar yang membuyarkan lamunan Revan.
Cklek
Suara pintu terbuka yang menampilkan sosok Wili yang tengah berjalan mendekat ke arahnya.
" Tuan saya mendapatkan telpon dari nyonya Reina yang mengatakan bahwa nyonya Reina akan mengundang temannya berkunjung ke mansion." ucap Wili
Revan yang mendengar laporan dari Wili lantas mengerutkan keningnya heran karena Reina malah menghubungi Wili bukan dirinya.
" Cowok apa cewek" ucap Revan
" Tidak tau tuan, nyonya Reina hanya mengatakan akan mengundang temannya itu saja." ucap Wili yang bingung akan jawaban dari pertanyaan Revan.
" Kau itu bagaimana sih Wil, harusnya pertanyaan sepele seperti itu kamu bisa menjawabnya kenapa kamu jadi oon seperti ini sih." ucap Revan dengan nada yang ketus
__ADS_1
...Revan sebenarnya tidak menyalahkan Wili hanya saja kini Revan tengah emosi karena Reina lebih memilih mengabari Wili daripada dirinya tidak hanya itu bahkan sekarang Reina malah mengundang temannya datang ke rumah jadilah Wili yang menjadi sasaran amukan Revan tanpa tahu apa kesalahannya....
" Maaf tuan lain kali saya akan menanyakannya." ucap Wili yang lebih memilih mengalah dalam menghadapi singa dihadapannya ini.
" Lain kali lain kali kamu pikir lucu, kalau sampai teman yang di undang Reina seorang pria bagaimana? harusnya kamu bisa lebih sigap." ucap Revan lagi dengan emosi.
...Revan benar benar emosi saat ini, tiba tiba saja bayangan Reina tertawa bersama Putra di mall kala itu berputar cepat di kepalanya. Revan langsung membayangkan dan menduga duga bahwa teman yang di undang Reina adalah Putra....
Membayangkan hal itu Revan langsung marah dan emosi, Revan lantas bangkit kemudian bergegas pulang dengan setengah berlari.
...Wili yang melihat kelakuan tuannya itu lantas menganga lebar sambil geleng geleng kepala karena tingkah Revan seakan akan seperti anak anak yang takut kehilangan mainannya....
" Apa tuan sudah bucin pada nona Reina? hem seorang Revan Alexi Mahendra ternyata manusia biasa ya, kupikir tadinya dia iblis yang tak berperasaan." ucap Wili dengan geleng geleng kepala melihat kelakuan tuannya itu.
...Revan benar benar sudah kehilangan akalnya, Revan berjalan dengan setengah berlari menuju parkiran. Revan sama sekali tidak bisa berpikir jernih, dalam pikirannya terus berputar adegan Putra dan Reina sedang bersenda gurau di counter makanan waktu itu ...
" Reina awas saja jika sampai aku melihatmu bersama Putra di mansion ku maka habis kamu, aku tidak akan kecolongan untuk yang kedua kalinya cukup Iriana saja aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal yang sama padaku." ucap Revan pada diri sendiri sambil sesekali memukul setir mobilnya.
...Revan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ia menerobos semua halangan serta mobil di depannya bak pembalap kelas dunia....
...Revan sampai di rumahnya dalam kurun waktu 20 menit itu benar benar singkat dibanding waktu tempuh biasa yang memakan waktu selama 45 menit atau bahkan 1 jam tergantung kecepatan mobil yang dikendarai....
Revan memarkirkan mobilnya di sembarang arah kemudian perlahan memasuki rumahnya.
Saat Revan memasuki ruang makan suasana masih lenggang atau bahkan kosong dan hening tidak ada siapapun di sana.
" Eh kenapa kosong? bukannya Reina bilang akan mengundang temannya harusnya sudah ada di sini kan?" ucap Revan pada diri sendiri.
...Revan kemudian mengecek ruangan mansion satu persatu mulai dari taman, halaman belakang, ruang olahraga, kolam renang, kamarnya bahkan gudang pun tidak luput dari perhatiannya hingga Revan teringat ada satu ruangan yang belum ia cek yaitu kamar yang Reina tempati ketika pertama kali datang ke sini....
...Revan kemudian bergegas menuju ke sana, ketika Revan sampai tepat di depan pintu kamar Revan mendengar sesuatu dari dalam kamar....
" Apa yang kamu lakukan? aku sudah basah, bisakah kamu melakukannya secara perlahan? ah ah hahahaha hentikan aku sudah tidak kuat." ucap Reina yang terdengar keras di luar kamar.
...Revan yang mendengar hal itu lantas meradang, emosi serta amarahnya sudah merasuk memenuhi jiwanya pikiran pikiran kotor sudah berkumpul menjadi satu di kepalanya seakan menunggu waktu untuk meledak kapan saja....
__ADS_1
Brakkkkk
Bersambung