Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 32 Dia darah dagingmu


__ADS_3

...Setelah sarapan pagi Reina menemani Saina bermain di ruang keluarga. Saina sudah berlarian ke sana kemari tanpa henti dengan boneka barbie kesayangan nya, sedangkan Reina hanya diam mematung tanpa melakukan aktivitas dengan tatapan yang kosong lurus ke depan....


Bruk


Suara Saina yang terjatuh akibat bermain lari larian. Reina yang mendengar suara tersebut langsung menoleh kemudian berlari menghampiri Saina.


" Sain apa kau terluka, maaf mami tadi tidak memperhatikanmu." ucap Reina sambil memeriksa Saina dari atas hingga bawah.


" Sain ok mi hanya sakit sedikit saja " ucapnya dengan polos sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya.


Reina yang mendengar hal itu lantas bernafas lega tidak ada sedikitpun luka di tubuh Saina.


" Mi apa mami sakit? kenapa melah melah lehelnya?" ucap Saina dengan menunjuk leher Reina yang merah karena tanda cinta dari Revan semalam.


" Mati aku apa yang harus aku jelaskan pada anak sekecil ini? tidak mungkinkan aku bilang ini adalah ulah dari bapaknya? " ucap Reina dalam hati sambil melek merem memikirkan jawaban sedangkan Saina hanya memandang Reina dengan bingung karena kelakuannya.


Kemudian dari belakang muncul suara yang familiar membuyarkan pikiran Reina.


" Kemarin di kamar papi banyak nyamuknya Sain jadi leher mami merah merah karena di gigit nyamuk." ucap Revan yang tiba tiba muncul dan langsung duduk di sofa ruang keluarga sambil memainkan ponselnya.


" ohh nyamuknya banyak ya mi? apa gatal bial Saina bantu galukin " ucap Saina dengan tangan diangkat akan menggaruk leher Reina.


" enak aja nyamuk, mana ada nyamuk yang ganasnya seperti dia." ucap Reina dalam hati sambil melotot ke arah Reina.


" Tidak perlu Sain, tadi udah mami kasih minyak angin jadi Sain tidak perlu khawatir oke. " ucap Reina sambil mengelus pipi chuby milik Saina.


...Setelah mendengar jawaban dari Reina Saina kembali meneruskan bermain dengan bonekanya. Reina kemudian berdiri pergi ke arah dapur untuk mengupas buah....


...Reina mengambil buah apel, pir, dan juga melon kemudian mengupasnya dan memotongnya kecil kecil agar lebih mudah dimakan oleh Saina. Selanjutnya Reina membagi buah itu kedalam piring saji 2 bagian satu piring ia berikan kepada Revan dan satu lagi ia pegang untuk Saina....


" Ini buah " ucap Reina datar kemudian berjalan menghampiri Saina dan duduk di karpet bawah.

__ADS_1


...Revan yang di beri buah hanya mengerutkan keningnya seakan tak percaya jika Reina masih baik dan melayaninya setelah apa yang ia lakukan semalam meski dengan nada yang ketus dan sedikit datar namun Reina tetap melakukan kewajibannya....


" Dia berbeda, jika itu bukan Reina maka aku yakin ia akan memaki ku dengan kasar lalu pergi dan meninggalkanku. Tapi yang dilakukan gadis ini malah kebalikannya." ucap Revan pada diri sendiri sambil memasukkan potongan buah yang Reina berikan tadi ke dalam mulutnya.


..........................


Sementara itu di perusahaan P&R group


Tok tok tok


" Masuk " ucap Gerald


Cklek


...Suara pintu terbuka yang menampilkan sosok Iriana berjalan mendekat ke arah Gerald....


...Setelah jarak antara Iriana dan Gerald hanya 1 meter Iriana kemudian mengikis jarak antara mereka dengan duduk di pangkuan Gerald....


Gerald yang mendapat perlakuan tersebut hanya dengan senang hati menerimanya kemudian tersenyum miring dengan raut wajah yang tidak bisa terbaca.


Perlahan tangan Gerald mulai berjalan menjelajahi wajah Iriana dengan perlahan dan dengan sentuhan yang halus, hingga kemudian jarinya berhenti di pipi kanan Iriana dan...


Plakk


...Suara tamparan dengan cukup keras mendarat di pipi Iriana, belum sampai di situ tangan kiri Gerald yang tadinya berada di pinggang Iriana kini beralih secara kasar lalu menjambak rambut Iriana hingga Iriana meringis kesakitan menahan sakit di pipi kanannya dan juga sakit di rambutnya akibat tarikan dari Gerald....


" Gerald sa...kit..." ucap Iriana dengan meringis.


Gerald yang mendengar suara Iriana bukannya melepaskan tangannya malah tertawa dengan sangat kencang hingga membuat Iriana menciut ketakutan melihat manusia iblis di depannya.


" Bukannya sudah ku bilang untuk tidak berulah ha" ucap Gerald tepat di telinga Iriana.

__ADS_1


" Apa yang kau maksud ge? " ucap Iriana dengan pura pura bodoh.


...Mendengar jawaban Iriana yang berkelit Gerald lantas marah dan kemudian menghempaskan Iriana hingga jatuh tersungkur ke bawah. Setelah Iriana jatuh ke bawah kemudian Gerald berjongkok di depan Iriana dan mencengkram erat dagu Iriana....


" Pura pura bodoh rupanya, apa kau pikir aku tidak tau kalau kau menemui Revan. Aku sudah pernah katakan berulang kali kalau kau sudah mengikuti ku maka sampai mati pun kau akan berada di bawahku, apa kau tidak paham juga." ucap Gerald kemudian menghempaskan dagu Iriana ke samping kiri.


" Aku hanya ingin menemui anakku " ucap Iriana sambil memegangi dagunya yang sedikit nyeri akibat cengkraman tangan Gerald.


" Anak? aku sudah bilang buang anak itu. Ada dia atau tidak ada dia semua tetap sama kau akan tetap menjadi keset ku." ucap Gerald sambil menunjuk wajah Iriana.


...Mendengar hal itu hati Iriana seakan berdenyut sakit bagaimana mungkin ada seorang ayah yang tidak mau mengakui anaknya, sedangkan Revan saja yang bukan ayah kandungnya dengan sukarela memberikan namanya juga kasih sayangnya untuk anak itu....


" Dia anakmu ge, apa kau tidak tersentuh sedikitpun meski itu darah daging mu sendiri?" ucap Iriana dengan nada yang bergetar.


...Gerald yang mendengar itu langsung berdiri kemudian mengambil asbak dan langsung melemparnya ke dinding hingga pecah menjadi beberapa bagian. Iriana yang mendengar bunyi nyaring akibat pecahan kaca tersebut spontan menutup kedua telinganya dengan mengangkat bahunya agak tinggi untuk melindungi wajahnya agar tidak terkena serpihan asbak yang melayang akibat lemparan yang keras....


" Persetan dengan anak sialan itu, aku tidak pernah merasa menjadi ayahnya. J*l**g sepertimu tentu tidak akan puas dengan satu pria bukan?" ucap Gerald dengan tersenyum smirk sambil melihat ke arah Iriana.


" Tidak, aku hidup hanya untuk mu ge. Bahkan meski aku menjadi istri Revan dulu Revan tidak pernah menyentuhku. Hanya dirimu ge satu satunya tidak ada yang lain." ucap Iriana meyakinkan Gerald.


Gerald yang mendengar hal itu bukannya senang malah semakin marah dan langsung membentak Iriana.


" Diam kau!! Jangan sebut lagi tentang anak itu atau ku robek mulutmu. Kau kira hanya kau wanita satu satunya di dunia ini ha? " ucap Gerald dengan nada kasar sambil melotot ke arah Iriana.


...Iriana yang mendapat bentakan itu langsung diam seketika. Iriana lebih memilih mencari aman, ia tahu bahwa Gerald kali ini benar benar marah. Tidak ada lagi yang bisa Iriana lakukan kecuali hanya menuruti ucapan Gerald....


Bersambung


Ikuti terus kisahnya..


See you...

__ADS_1


__ADS_2