Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 119 Perkara siomay 2


__ADS_3

...Sementara itu sedari tadi Reina masih saja merajuk perkara siomay dan reservasi restoran, Revan sudah hampir satu jam membujuk Reina namun tak kunjung meleleh juga....


Tok tok tok


" Rein ... ayo dong Rein buka pintunya, udahan ya marahnya? gak baik ibu hamil kalau suka ngambek.an kayak gitu.... udah yuk Rein kita cari solusinya sama sama yuk" bujuk Revan di luar kamar.


...Entah sudah ke berapa kalinya Revan membujuk Reina namun tak kunjung berhasil juga....


" Bodo amat sapa suruh jadi suami gak pernah peka, aku kan lagi ngidam" ucap Reina pada diri sendiri di dalam kamar.


" Rein... jangan di kunci dong Rein.. nanti aku tidur dimana?" ucap Revan lagi


" Tidur sana di kolong meja" ucap Reina dengan kesal di dalam kamar.


" Rein.. aku ini suami mu loh... buka ya... udahan kek marahnya... gak kasihan apa sama suami kamu ini... aku udah kesemutan nih nungguin kamu..." ucap Revan lagi


" Bodo" balas Reina


...Dari arah belakang Revan terdengar langkah kaki mendekat ke arah Revan....


" Tuan muda, Wili sudah sampai dan menunggu anda di ruang kerja" ucap mbok Yem


...Mendengar hal itu lantas membuat Revan menghela nafas, usahanya membujuk Reina belum beres eh Wili udah dateng aja....


" Iya bentar lagi saya ke sana mbok" ucap Revan


" Nyonya lagi ngambek ya tuan" ucap mbok Yem


" Iya nih mbok, susah sekali membujuknya" ucap Revan sambil melirik pintu kamarnya.


" Tuan yang sabar saja, biasalah kalau lagi hamil moodnya suka naik turun si mbok juga begitu dulu soalnya" ucap mbok Yem


" Apa iya ya mbok" tanya Revan


" Iya tuan, kuncinya hanya satu yaitu sabar pasti semua akan terasa lebih mudah" ucap mbok Yem menasehati.


" Oh begitu, makasih ya mbok" ucap Revan


" Iya tuan, kalau begitu saya permisi dulu" ucap mbok Yem


" Iya mbok" balas Revan sambil melihat kepergian mbok Yem


" Apa selama ini aku kurang sabar ya.... " tanya Revan dalam hati sambil mengingat ingat.


" Ah bodo lah" ucap Revan dengan sedikit frustasi kemudian melangkah pergi menuju ruang kerja untuk menemui Wili.


...Sementara itu di dalam kamar, Reina menajamkan telinga ingin mendengar suara dan usaha Revan dalam membujuknya, namun kenapa tidak juga terdengar dari dalam....

__ADS_1


" Eh kok udah ilang? jadi cuman segitu doang? ih Revan mah nyebelin" ucap Reina dengan kesal dari dalam kamar.


...........................


Sementara itu di ruang kerja Revan


" Apa perjamuannya sudah selesai?" tanya Revan


" Sudah tuan" ucap Wili


" Bagus kalau begitu?" ucap Revan


" Apa ini tidak terlalu berlebihan tuan? memberikan perjamuan hanya karena kenaikan profit 50 persen?" tanya Wili yang sebenarnya curiga terhadap maksud tuannya akan perjamuan kali ini.


" Ternyata kau cerdas juga, aku hanya membuat perjamuan tersebut sebagai suatu pancingan agar aku bisa melihat siapa musuh dalam selimut di perusahaan kita" ucap Revan


" Maksud anda tuan?" tanya Wili yang tidak mengerti


" Maksudku setelah rahasia tentang Manda terbongkar tentu saja para pembelot perusahaan semakin ketar ketir takut kedok mereka terbongkar dan aku hanya ingin memancing mereka keluar dengan perjamuan kali ini" ucap Revan menjelaskan


" Jadi maksudnya anda ingin menjadikan Anita sebagai umpan tuan?" tebak Wili


" Ya kau benar, apa kau keberatan?" tanya Revan karena melihat perubahan mimik muka Wili ketika Revan mengatakan hal tersebut


" Ti.. tidak tuan" ucap Wili pada akhirnya


" Baguslah kalau kamu setuju, aku kira kamu akan menolaknya, bukankah akhir akhir ini kau dekat dengannya?" sindir Revan


" Apa yang anda katakan? saya dan Anita hanya sebatas rekan kerja biasa tuan" ucap Wili menampik kata kata Revan.


" Jika memang begitu santai saja Wil, kenapa kamu jadi gelagapan begitu?" ucap Revan


" Anda bisa saja tuan" ucap Wili


...Cukup lama Revan dan Wili berbincang masalah perusahaan hingga tanpa sadar Wili menatap ke arah Revan dan baru menyadari bahwa sedari tadi Revan memasang ekspresi bete tidak seperti biasanya. ...


...Memang Wili tahu kalau tuannya satu ini, tipikal orang yang dingin terhadap orang lain namun kali ini ekspresi wajahnya benar benar mendung dan seperti tengah memikirkan sesuatu....


" Apa yang salah? kenapa tuan nampak bete sekali? alamat ini mah" ucap Wili dalam hati melihat Revan dengan wajah suramnya sedang duduk di kursi.


" Hem ... tuan" ucap Wili


" Iya Wil?" ucap Revan


" Lah salah lagi kan aku" ucap Wili dalam hati


" Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Wili

__ADS_1


Hening sesaat sampai kemudian..


" Apa kamu tahu restoran bintang 5 yang menyediakan menu siomay?" tanya Revan


" Ha? somay? restoran elit? mana ada? " ucap Wili dalam hati sambil menatap tak percaya ke arah Revan.


" Wil kenapa kamu diam saja?" tanya Revan karena tidak mendapat jawaban apapun dari pertanyaannya.


" Kalau restoran bintang 5 saya tidak begitu mengerti tuan, tapi kalau pedagang kaki lima atau kafetaria saya bisa merekomendasikan beberapa tempat dengan somay terenak" ucap Wili


" Kalau itu saya juga tau, hanya saja Reina tidak mau dan hanya menginginkan restoran bintang lima" ucap Revan


" Jadi ini karena bumil yang sedang ngidam? tapi kan bapaknya dia? kenapa jadi aku juga yang kena imbasnya?" ucap Wili dalam hati


...Nampak Wili diam beberapa saat mencari ide atau bahkan solusi terbaik dari permintaan tuannya....


" Tuan saya ada ide" ucap Wili


" Iya katakan" ucap Revan dengan antusias


" Bukankah anda memiliki beberapa hotel bintang lima serta restoran mewah yang juga berbintang lima" ucap Wili dengan ceria


" Kalau itu aku juga tahu, yang jadi masalahnya apa hubungan antara keduanya?" ucap Revan kesal karena ternyata ide yang Wili katakan hanya berisi penjelasan dari usahanya saja.


" He... dasar mana pernah di cerna dulu main ngamuk aja" ucap Wili dalam hati


" Maksud saya, anda kan bisa menyuruh salah satu chef di sana untuk menyediakan menu yang anda inginkan sekaligus mereservasi hotel atau restoran milik anda" ucap Wili menjelaskan


" Kan mayan hemat budget" imbuh Wili dalam hati tanpa mengucapkannya secara langsung pada Revan.


" Wah.... kenapa saya tidak terpikir akan hal itu... kamu benar benar asisten terbaik wil" ucap Revan dengan mata berbinar


" Ha.... ini yang bego sebenarnya siapa sih? kenapa aku lebih mirip dengan konsultan cinta daripada asistennya, apa semua orang akan menjadi bego ketika jatuh cinta?" ucap Wili dalam hati sambil menatap ke arah Revan.


" Kenapa kamu masih di sini?" tanya Revan karena melihat Wili bengong sambil menatap ke arahnya.


" Lalu?" tanya Wili bingung


" Ya kerjakan sekarang! untuk apa kamu masih berdiri di sini?" ucap Revan lagi


" Jadi aku beneran nih di suruh mengurus per siomayan?" ucap Wili dalam hati


" Cepet berangkat wil" ucap Revan lagi


" Iya tuan iya saya berangkat" ucap Wili sambil bergegas pergi melaksanakan perintah dari Revan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2