Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 30 Mabuk


__ADS_3

" Apa kesalahanku begitu besar van? Sampai kau memperlakukanku begini?" Ucap Iriana dalam hati kemudian bangkit berdiri meninggalkan ruangan kerja Revan.


...Revan yang melihat kepergian Iriana sedikit merasa bersalah dan kasihan. Revan tidak menyangka bahwa ia bisa sekasar ini pada perempuan bahkan itu pada Iriana gadis yang namanya pernah singgah di hatinya....


...Revan berteriak dengan sangat keras dan kemudian meluluh lantahkan semua benda yang terdapat di atas meja hingga berserakan jatuh ke lantai tak berbentuk. Untung saja ruang kerja Revan kedap suara sehingga seluruh karyawan kantor tidak akan heboh jika terdengar bunyi ribut ribut di ruangan kerja Revan atau bahkan tidak akan tahu atau mendengarnya....


" Kenapa kau kembali? Apa lagi yang kamu mau. Apa masih kurang menghancurkan ku?" Ucap Revan pada diri sendiri sambil mencengkram pinggir meja dengan erat.


Tok tok tok


Tidak ada sahutan apapun dari Revan untuk menyuruh masuk si pengetuk pintu.


Cklek


...Kemudian pintu terbuka dan menampilkan sosok Wili yang berjalan mendekat ke arah tuannya itu dengan penuh kebingungan tentang apa yang baru saja terjadi ketika dirinya pergi ke toilet karena panggilan alam....


" Apa yang terjadi? Kenapa jadi seperti kapal pecah tak berbentuk padahal hanya aku tinggal ke kamar mandi sebentar kenapa bisa begini?" Ucap Wili dalam hati dengan raut wajah bingung berjalan menghampiri tuannya.


Belum sempat Wili mengucapkan kata kata sudah di potong lebih dulu oleh Revan.


" Batalkan semua meeting dan janji temu hari ini, aku tidak ingin di ganggu oleh siapa pun. Dan kau bereskan kekacauan ini." Ucap Revan kemudian melangkah pergi meninggalkan Wili dengan segudang tanda tanyanya.


" Apa lagi yang terjadi ini? Terakhir kali aku melihat tuan seperti ini kala mengetahui perselingkuhan nyonya Iriana. Apa jangan jangan tidak mungkinkan." Ucap Wili sambil terus menerka nerka.


..................


Sementara itu Revan keluar kantor dengan perasaan yang kacau balau, tampak ia mengendarai mobil dengan sesekali memukul setirnya dengan kencang.


" Apa lagi apa lagi? Sial berengsek jadi semua salahku termasuk kamu selingkuh juga salah ku, sial." Ucap Revan dengan memukul setir mobil.


Revan kemudian mengambil ponsel dari sakunya dan menghubungi Rian.


Call on


" Yan gue tunggu lo di klub seperti biasa " ucap Revan langsung to the poin.


" Tapi gue masih ada urusan van " ucap Rian di seberang sana ingin menolak ajakan Revan.


" S**t, lo dateng gak dateng terserah lo " ucap Revan yang kemudian langsung menutup telponnya secara sepihak.

__ADS_1


Call off


Setelah itu Revan melajukan mobilnya ke klub langganannya, ia langsung memasuki salah satu ruang vip di klub tersebut.


...Revan kemudian langsung menuang vodka pada gelasnya dan meneguknya lagi dan lagi Revan terus mengulangi hal itu sampai pikirannya benar benar melayang dan hingga kemudian Revan tersenyum tiba tiba....


Brukk


Suara pintu terbuka dari luar dan menampilkan sosok Rian di sana yang datang dengan tergesa gesa.


" Lo kenapa bro? Buat gue khawatir aja " ucap Rian sambil mengambil duduk di sebelah Revan.


Revan yang memang sudah mabuk ketika Rian sampai di sana hanya ketawa ketiwi mendengar pertanyaan Rian sambil terus menuang vodka di gelasnya.


" Lo gila ya van lo bahkan udah habis 2 botol gila lo" ucap Rian sambil geleng geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya itu.


" Dia kembali yan, dan kau tau dia menumpahkan segala kesalahannya kepadaku apa itu benar hahaha " ucap Revan pada Rian dengan nada yang sedikit mengigau lirih sehingga Rian harus benar benar menajamkan telinga untuk mendengar ucapan Revan.


" Dia siapa van? Iriana? Sudahlah van lupakan dia, bukankah lo sudah memiliki Reina sekarang." Ucap Rian menanggapi lanturan sahabatnya itu.


" Iya Reina hahahaha Reina gadis itu ya ya ya " ucap Revan yang di selingi dengan tawa yang menggelegar.


...Melihat Rian yang terus terusan menariknya Revan kemudian menghempaskan tangan Rian begitu saja. Rian yang mendapat penolakan dari Revan lantas terus mencoba dan pantang menyerah sampai akhirnya Rian berhasil membopong tubuh Revan sampai masuk ke dalam mobilnya....


" Huh berat banget lagi untung lo sahabat gue kalau kagak udah gue glindingin lo ke kolong jembatan. " Ucap Rian dan kemudian langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan nya menuju mansion milik Revan.


Ting tong ting tong


Suara bel rumah yang berbunyi berkali kali membuat Reina yang akan pergi tidur setelah menidurkan Saina harus berlarian menuju suara bel itu.


" Iya sebentar " teriak Reina sambil memegang gagang pintu kemudian membukanya.


Cklek


Setelah pintu terbuka nampak Rian yang sudah basah berkeringat tengah membopong Revan.


" Apa yang terjadi yan?" Ucap Reina sambil mengambil alih tubuh Revan yang sempoyongan.


" Revan mabuk aku tidak tahu pasti apa penyebabnya" ucap Rian dengan nafas yang ngos ngosan seperti sudah lari beratus ratus meter.

__ADS_1


" Baiklah, ayo masuk dulu yan sepertinya kau sangat lelah biar aku buatkan kamu minum." Ucap Reina dengan masih menopang tubuh Revan yang sempoyongan.


" Tidak perlu aku masih ada pasien, aku harus pergi titip Revan. Mungkin saat ini emosinya sedang kacau jadi aku harap apapun yang Revan katakan atau lakukan jangan kau masukkan ke hati." Ucap Rian sambil melambaikan tangan kemudian pergi .


Setelah kepergian Rian Reina segera menutup pintu dan tak lupa menguncinya, dengan Revan yang berada di sisi kiri menopang pada tubuh mungil Reina.


...Reina berjalan dengan susah payah membawa Revan masuk ke kamarnya jangan ditanya lagi bagaimana rasanya karena kini Reina sudah basah kuyup dengan keringat yang bercucuran kala membopong Revan dengan tubuh mungilnya itu....


...Setelah sampai di kamar Revan, Reina segera membaringkan Revan di atas kasur dan kemudian sedikit merenggangkan otot ototnya yang terasa kaku setelah membopong tubuh yang bongsor milik Revan....


" Pantas saja Rian tadi mandi keringat ternyata memang sesusah itu membopongnya." Keluh Reina sambil kemudian melepaskan sepatu Revan satu persatu dari kakinya.


Ketika Reina hendak membuka jas yang melekat di tubuh Revan tiba tiba Reina dikejutkan dengan cekalan tangan Revan yang begitu mendadak.


" Apa yang kau lakukan " ucap Revan dengan nada dingin namun dengan mata tetap terpejam.


Melihat hal tersebut Reina tetap melanjutkan aktivitasnya karena Reina menganggap bahwa Revan tengah mengigau akibat minuman beralkohol yang diminumnya.


" Dasar kau wanita tak tahu diri, bukankah kau ingin s*x baik aku akan memberikannya sekarang." Ucap Revan dengan nada dingin.


Setelah mengatakan hal tersebut Revan langsung menarik tangan Reina hingga ia jatuh ke atas dada bidang Revan kemudian dengan cekatan Revan membalik tubuh Reina lagi hingga tubuh Reina jatuh terlentang di atas kasur dengan posisi Revan diatasnya tengah menghimpit badan Reina.


Reina yang sadar bahwa Revan akan melakukan sesuatu yang ia hindari bahkan ia minta di perjanjiannya mulai menggoyangkan bahu Revan untuk menyadarkannya.


" Revan kamu salah sadar van aku Reina " ucap Reina dengan suara ketakutan akan sosok Revan di hadapannya yang jauh berbeda dengan Revan biasanya.


" Bagus begitu aku suka dengan rengekan mu hahaha wanita munafik " ucap Revan dengan tersenyum mengejek ke arah Reina.


...Revan perlahan mulai m*l***t bibir ranum milik Reina dengan gerakan brutal bahkan tak segan menggigit bibir Reina jika ia tak memberi akses Revan untuk masuk kedalam. Reina terus memberontak bahkan ia menendang nendang kasur dengan kuat namun tetap saja kalah dengan tenaga Revan yang jauh lebih besar dari Reina. Tangan Reina dipegang erat oleh Revan agar tidak semakin memberontak....


L*m***n demi l*m***n terus Revan lakukan hingga kemudian ia menghentikannya ketika merasa perlu untuk mengambil oksigen yang sudah hampir habis karena ulah Revan yang terlalu brutal.


...Revan kemudian perlahan menuruni leher jenjang Reina dan memberinya kecupan kecupan di area sensitive Reina tentu dengan meninggalkan banyak tanda cinta di leher jenjang Reina. Reina terus saja memberontak namun tidak pernah berhasil malah tenaganya yang kian melemah karena kalah banding dengan Revan, kini yang tersisa hanya air mata yang terus mengalir di sudut matanya....


" Jangan van aku mohon, jangan lakukan itu" ucap Reina dengan sesenggukan karena tidak tau lagi harus bagaimana.


Pikiran Reina mulai berkelana membayangkan yang tidak tidak. Ia sadar betul bahwa ini merupakan kewajibannya sebagai seorang istri namun haruskah seperti ini. Jika begini apa bedanya Reina dengan j*l**g di luaran sana.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2