Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 76 Terima kasih


__ADS_3

...Revan lantas mengambil kursi dan menaruhnya tepat di sisi ranjang yang Reina tempati agar lebih mudah jika nantinya Reina membutuhkan sesuatu....


...Revan benar benar menjaga Reina dengan nonstop bahkan untuk ke kamar kecilpun Revan harus membiarkan sedikit pintu kamar mandi terbuka agar jika Reina tiba tiba memanggilnya Revan bisa langsung datang....


...Lama Reina tertidur namun Revan tetap pada posisinya dan tidak berpindah sedikitpun, beberapa kali Revan menguap karena kantuk yang melanda namun Revan mencoba untuk menahannya, apalagi memang sudah larut malam namun Revan tetap mempertahankan posisinya tanpa ingin berpindah....


...Sampai sekitar pukul 2 dini hari Reina terlihat gelisah seperti sedang mimpi buruk dengan keringat dingin yang membasahi keningnya. Revan yang memang sedang terjaga langsung berpindah ke tepi ranjang kemudian menggoyangkan sedikit bahu Reina agar sadar....


" Rein.... Reina...." ucap Revan


...Reina yang merasa bahunya di guncang seketika langsung terbangun namun dengan kepala yang sedikit pening karena bangun secara mendadak....


" Revan.." ucap Reina dengan nada yang sedikit serak sambil memijat pelipisnya perlahan.


" Pasti pusing ya, maaf aku tadi membangunkan mu karena sepertinya kamu tengah bermimpi buruk." ucap Revan dengan lembut.


...Reina kemudian mengambil posisi duduk bersandar dengan dibantu Revan....


" Aku pasti menyusahkan ya van, maaf" ucap Reina dengan menatap wajah Revan, Reina tahu bahwa Revan sangat lelah namun ia tetap memaksakan menjaga Reina.


...Pandangan Reina sedikit kabur karena memang matanya yang bengkak karena terlalu banyak menangis tadi ditambah lagi barusan Reina bangun dengan mendadak sehingga membuat Reina sedikit pusing. ...


" Aku tidak merasa dibebani sama sekali kamu istriku dan merawat mu adalah kewajiban serta tugasku sebagai seorang suami." ucap Revan dengan lembut sambil mengusap pipi Reina dengan perlahan.


" Revan....."


" No jangan menangis lagi matamu sudah cukup bengkak, jika sekarang kamu menangis lagi esok pasti Saina akan terkejut dan menganggap mu sebagai zombi." ucap Revan dengan nada bercanda.


...Mendengar ucapan Revan tentu membuat Reina sedikit tersenyum, walau hanya sedikit namun Revan sudah merasa cukup daripada melihat Reina terus menangis....


" Makasih van"


" Tidak ada terima kasih dalam hubungan suami istri Rein jadi kamu tidak perlu selalu mengatakan itu." ucap Revan dengan tersenyum tulus.


" Bagaimana dengan ibu van? apa ayah dan ibu sudah pulang? kau tahu apa yang lucu van Iriana dan aku ternyata masih saudara dan aku begitu teganya mengambil mu dari Iriana." ucap Reina dengan tertawa receh namun malah menunjukkan seperti seseorang yang tengah memendam sesuatu.


" Rein lihat aku, kamu tidak pernah merebut ku dari siapapun Rein camkan itu baik baik. Aku dan Iriana telah lama berpisah bahkan jauh sebelum aku dan Saina mengenalmu jadi hentikan kata kata itu karena aku tidak menyukainya." ucap Revan tegas tidak ingin di bantah.

__ADS_1


" Tapi van tante Erika...." ucap Reina namun terhenti karena tiba tiba Revan memeluk Reina tanpa aba aba.


" Hentikan semua ini Rein karena itu tidak baik untukmu juga anak kita. Biar aku yang mengurus semuanya jangan dipikirkan lagi ya." ucap Revan dengan mengelus perlahan punggung Reina memberi ketenangan.


...Reina yang dipeluk Revan hanya diam tanpa mengatakan apapun, jujur saja jika harus melupakan permasalahan yang baru saja terjadi Reina tentu tidak akan bisa namun melihat Revan yang begitu khawatir dengannya membuat Reina diam tidak mengiyakan juga tidak membantah ucapan Revan....


...Lama Revan dan Reina berpelukan sampai kemudian tiba tiba Reina mendongak dan menatap Revan dengan wajah yang lucu membuat Revan bingung namun juga ingin tertawa....


" Kenapa?" tanya Revan karena melihat wajah lucu Reina.


" Aku mau makan" ucap Reina dengan polosnya


" Ini anak ayah atau ibu yang ingin makan?" tanya Revan sambil menggoda


" Revan gak lucu tau, aku dan anak kita kan satu paket." ucap Reina dengan cemberut


" Tetaplah seperti ini Rein jangan bersedih lagi dan jangan sakit lagi karena itu membuatku terluka." ucap Revan kemudian mengecup kedua mata bengkak Reina dan bibir Reina sekilas lagi dan lagi.


" Mesum "


" Biar saja mesum sama istri sendiri kan tidak ada yang melarang, lagi pula sejak kapan mencium sekilas masuk kedalam kategori mesum?" ucap Revan sambil tertawa.


" Oke oke ayo kita makan katanya tadi lapar." ucap Revan


" Hayuk...." ucap Reina dengan semangat.


.............................


Keesokan paginya di kediaman Iskandar


...Shella melamun di tepi ranjang dengan menatap kosong ke arah depan Iskandar yang melihat istrinya tengah melamun lantas menghampirinya dan duduk disebelah Shella....


" Apa yang tengah kamu lamunkan?" ucap Iskandar yang cukup mengagetkan Shella.


" Kamu tentu tahu yah apa yang tengah ku pikirkan." ucap Shella dengan wajah sendu.


" Ini semua murni kesalahanku jadi berhenti menyalahkan dirimu sendiri." ucap Iskandar dengan tegas.

__ADS_1


" Tidak penting lagi siapa yang salah dan siapa yang benar karena pada intinya kita berdua tetap salah dalam segala hal dilihat dari sudut pandang manapun." ucap Shella yang tak suka jika Iskandar terus menyalahkan dirinya sendiri.


" Tapi bu..." ucap Iskandar namun terhenti karena melihat tatapan sendu istrinya itu.


...Shella kemudian menatap Iskandar dalam dalam lalu menghembuskan nafasnya kasar....


" Reina masih belum mengetahui tentang Erika sepenuhnya, ibu belum mengatakan pada Reina jika Erika adalah ibu kandungnya. Ibu benar benar tidak sanggup kehilangan Reina yah, ibu tidak tega mengatakan bahwa selama ini Reina bersaing dengan kakak kandungnya sendiri. Tentu saja Reina akan sangat hancur mendengarnya." ucap Shella dengan menunduk.


" Ayah tau bu, bahkan ayah juga belum siap untuk di benci Reina. Di sisi lain Erika juga tidak mengetahui bahwa anaknya selama ini masih hidup, ayah benar benar bingung tidak tau apa yang harus ayah lakukan." ucap Iskandar sambil menghela nafas panjang.


" Lalu kita harus bagaimana yah?" tanya Shella yang tidak tahu langkah apa yang harus ia ambil selanjutnya.


" Kita pelan pelan saja ya bu, tunggu Reina setidaknya sampai lahiran ayah hanya tidak mau kejadian kemarin sampai terulang lagi." ucap Iskandar menasehati istrinya pelan pelan.


" Ayah yakin itu tidak akan malah menambah kebencian Reina pada kita nantinya?"


" Kita coba saja ya bu, karena hanya itu pilihan kita satu satunya saat ini." ucap Iskandar dengan pasrah.


" Semoga saja Reina dapat memaafkan kita nantinya yah." ucap Shella


" Ayah juga mengharapkan itu bu." ucap Iskandar sambil mengusap pelang pundak istrinya itu memberikan ketenangan.


Bersambung


Welcome 2022


Selamat tahun baru untuk kakak kakak semua


Terima kasih masih setia mengikuti kisah Reina dan Revan...


Kisah ini masih terus berlanjut ya kakak


Jadi ikuti terus perjalanan Revan dan Reina


Jangan lupa untuk like, komen, juga tambahkan ke favorit ya kak..


dukungan kalian sangat berarti bagi author...

__ADS_1


See you


🎉🎉🎉🎉🎉🎉


__ADS_2