Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 14 Menikahlah dengan ku


__ADS_3

...Keesokan harinya Reina terbangun karena kilauan sinar mentari yang menyapa kulitnya melalui celah celah ventilasi kamar, perlahan Reina mengerjapkan matanya kemudian bangkit duduk menyenderkan tubuhnya. Reina masih belum menyadari tentang apa yang terjadi ia hanya asik menguap sambil senderan....


...Setelah melewati beberapa menit bangun dari tidurnya Reina baru menyadari apa yang ia lupakan, kejadian demi kejadian terus terlintas di kepalanya....


" Ayah ....ibu...."


...Tanpa pikir panjang Reina langsung bangun dari tempat tidurnya mengambil tas selempangnya dengan sembarangan juga tak lupa kunci motor kesayangannya. Reina melangkah dengan cepat bergegas untuk keluar namun ketika sampai di ruang tamu Reina berhenti mendadak karena terkejut melihat Revan yang tertidur di sofa ruang tamu....


Reina kemudian berjalan mendekat menghampiri Revan.


" Dia tidur atau pura pura... Permisi .. tuan..." Ucap Reina sambil menggoyangkan bahu Revan.


...Reina terus menerus mengguncang bahu Revan tanpa henti sampai kemudian Revan yang merasa tidurnya terganggu menarik tangan Reina hingga ia tersungkur jatuh di dada bidang Revan. Reina yang mendapat serangan mendadak hanya diam mematung....


" Bisakah kau sedikit lebih tenang, aku baru saja tidur dan kau malah mengacaukannya." Ucap Revan sambil memijat pelipisnya karena sedikit pusing


...Hening tidak ada jawaban, yang Reina lakukan hanya diam mematung diatas dada bidang milik Revan tanpa mengucap sepatah kata pun. Revan yang tak mendengar jawaban dari Reina kemuadian membuka matanya perlahan dan betapa terkejutnya Revan ketika mendapati Reina tengah berada di atasnya diam mematung sambil memandanginya....


" Apa kau sedang berakting menjadi patung?" Ucap Revan sambil memandangi Reina


" ......... "


" Apa kau sekarang juga berakting bisu?" Ucap Revan lagi.


...Mendengar lagi lagi yang keluar dari mulut Revan adalah kalimat pedas Reina langsung bangkit berdiri sambil melotot memandangi Revan....


" Tidak bisakah anda sedikit lebih halus, bukannya tadi anda sendiri yang menyeret saya ke atas anda dan sekarang anda mencaci maki saya? Tuan anda sungguh tidak bermoral." Ucap Reina dengan nada tinggi di buat buat.


...Revan yang awalnya ingin marah mengurungkan niatnya karena melihat penampilan Reina dari atas hingga bawah begitu aneh. Bagaimana tidak aneh baju yang Reina kenakan adalah baju yang kemarin ia gunakan saat menjenguk Saina di rumah sakit, kemudian dengan rambut yang acak acakan bangun tidur, lipstik dan maskara yang luntur serta kunci motor....


" Kamu mau kemana dengan dandanan seperti itu?" Tanya Revan sambil mengernyitkan dahi.


" Aku mau pastiin orang tua ku selamat." Ucap Reina dengan wajah sendunya.


" Ke surabaya? Naik motor? Dengan dandanan begini? " Ucap Revan lagi.

__ADS_1


" Darimana kamu tahu kalau orang tuaku di surabaya." Tanya Reina penuh selidik.


" Dari pada kamu sibuk bertanya, lebih baik kamu ngaca sekarang." Ucap Revan.


...Seketika Reina langsung bergegas kembali ke kamar, ketika sampai di kamar Reina benar benar terkejut dengan penampilannya yang lebih mirip zombi merangkap jadi ondel ondel, apalagi kemarin Reina memoles wajahnya dengan mack up dan alhasil sekarang mukanya menjadi cemong tak berbentuk....


" Revannnnnnnnnnnnnnnnn " teriak Reina yang sebal karena sedari tadi Revan mengejeknya namun Reina baru menyadari itu sekarang.


Semantara Revan yang mendengar teriakan Reina hanya tersenyum dan pura pura tidak mendengarnya


" Gadis bodoh " ucap Revan pada diri sendiri.


*********


Di ruang tamu


...Setelah adegan konyol tadi pagi, Reina bergegas mandi dan membersihkan diri. Setelah selesai Reina kembali ke ruang tamu untuk menemui Revan....


...Suasana aneh menyelimuti ruang tamu seketika, Reina yang memang sedang kesal dengan Revan karena kejadian tadi pagi hanya diam memandangi Revan dengan tatapan membunuhnya. ...


Reina yang mendengar hal itu hanya melongo dengan mulut menganga lebar berharap apa yang di dengarnya adalah salah.


" Me ni ka lah de ngan ku, apa itu masih kurang jelas nona." Ucap Revan lagi sambil mengeja hurufnya karena tak kunjungi mendapati jawaban dari Reina.


" Tunggu... Apa kau mabuk? Atau salah makan sesuatu? Aduh tuan seharusnya anda lebih menjaga kesehatan." Ucap Reina sambil tertawa mengalihkan pembicaraan.


" Apa wajahku terlihat bercanda? Bisakah kau lebih serius" ucap Revan yang sedikit emosi mendapati jawaban Reina yang terkesan bercanda.


Flassback on


...Malam itu setelah Revan menghubungi Wili ia segera menghubungi mamanya untuk mengatakan bahwa Reina dan ia tidak bisa kembali ke rumah sakit, ia takut Saina tidak akan mau tidur mengingat Saina yang mungkin menunggu Reina disana. ...


Call on


" Hallo ma, mungkin Revan dan Reina tidak akan bisa kembali kesana ada sedikit masalah di sini aku akan membereskan semuanya sebentar." Ucap Revan pada mamanya di seberang telpon sana.

__ADS_1


" Apakah itu masalah yang serius?" Tanya Lila dengan khawatir.


" Tidak ma jangan khawatir, kalau begitu Revan tutup dulu ya ma." Ucap Revan yang akan menutup telponnya namun di tahan olah sang mama


" Tunggu van tunggu dulu.." ucap Lila agak keras meminta agar telpon jangan dulu dimatikan.


" Iya ma, ada apa?" Tanya Revan


" Mama tau kamu masih belum bisa melupakan Iriana, namun cobalah untuk belajar van Saina membutuhkan figur seorang ibu dan itu ia dapatkan dari Reina. Apa kamu tidak bisa menurunkan egomu sedikit dan memikirkan Saina. Dia masih sangat kecil untuk bisa mengerti tentang masalah kalian, jadi van mama mohon berpikirlah secara jernih tidakkah kamu ingin mencobanya bersama Reina. Reina gadis yang baik van jangan sampai kamu menyesal nantinya." Ucap Lila dengan nada tulus menasehati putranya itu.


Hening seketika tidak ada jawaban apapun dari Revan, Lila tahu diamnya Revan pasti tengah menimbang segala hal.


" Pikirkan dengan baik ya van, mama percaya kamu bisa memilih mana yang terbaik untuk mu dan juga Saina." Ucap Lila yang kemudian memutuskan sambungan telponya.


Sejak pembicaraannya dengan sang mama Revan tidak bisa tidur, ia terus memikirkan keputusan apa yang tepat untuk ia ambil.


Flassback off


...Reina yang di tanya Revan lagi lagi hanya terdiam tanpa menjawab, sampai kemudian terdengar helaan nafas Reina memulai pembicaraan....


" Apa kamu serius" tanya Reina memastikan


" Tentu saja, kamu tidak perlu khawatir tentang aku, cukup urusi dan manjakan Saina layaknya seorang ibu pada anaknya." Ucap Revan dengan entengnya


...Mendengar hal itu Reina mencermati lagi segala hal yang Revan ucapkan dan dapat ditarik kesimpulan bahwa Revan hanya meminta dirinya untuk menjadi ibu Saina bukan sebagai istrinya. Disaat seperti ini haruskah Reina bahagia atau sakit mendengarnya. Reina yang sudah mulai membuka hatinya pada perhatian kecil yang Revan berikan harus merasa dijatuhkan dari tempat yang tinggi hingga menghempaskan harapan yang sudah mulai bermunculan hancur menghantam tanah....


" Pernikahan bukan hal main main van" ucap Reina dengan suara yang lirih sambil menahan gejolak di hatinya.


" Aku tahu, maka dari itu aku memintamu untuk menjadi ibu dari anakku dan tidak memintamu menjadi istriku karena aku tahu pernikahan bukanlah sebuah permainan." Ucap Revan dengan nada santai namun menancapkan beberapa duri dihati Reina, mendengarnya langsung dari mulut Revan ternyata lebih menyakitkan dibanding dengan hanya menerka nerka hal itu.


Bersambung


ikuti terus kisahnya


jangan lupa vote, like, dan komen

__ADS_1


see you


__ADS_2