
...Pagi ini Reina bangun sedikit lebih siang dari hari biasanya karena hari ini weekend jadi Reina sedikit bisa bermalas malasan. Pagi itu Reina bangun ketika jam di dinding sudah menunjukkan pukul 9 pagi....
" Huaaa ternyata sudah siang ya, bukankah enak kalau menjadi seorang nyonya besar pagi pagi sudah di layani tanpa harus repot. Eh tunggu bukankah aku juga seorang nyonya? " ucap Reina pada diri sendiri sambil tersenyum geli menanggapi lanturannya sendiri.
...Setelah puas dan merasa nyawanya sudah terkumpul semua barulah Reina bergegas pergi ke kamar mandi untuk bebersih kemudian turun menuju dapur....
Niat hati ingin memasak pagi harus di urungkan karena ketika sampai di dapur Revan dan Saina sudah duduk di meja makan dengan senyum yang mengembang.
" Eh ada apa ini? kenapa seperti ada yang aneh." ucap Reina melihat gelagat Revan dan Saina yang menurutnya aneh.
Reina kemudian berjalan mendekat ke arah meja makan di sana sudah terhidang sebuah piring yang ditutup tudung saji dengan segelas jus jeruk mungkin karena berwarna oranye sehingga Reina menebaknya sebagai jus jeruk.
" Selamat hari ibu mi.....we love you" ucap Saina dengan riang gembira kemudian menarik tangan Reina untuk duduk ke kursi.
" Hari ibu hari ini ya? kenapa aku baru sadar hehehe" ucap Reina dalam hati sambil tersenyum geli karena baru pertama kalinya ia di beri ucapan selamat pada hari ibu.
" Love you to baby" ucap Reina sambil memberi kecupan di kening Saina dengan lembut.
Reina kemudian menatap Revan dengan tanda tanya sedangkan Revan yang mengerti arti tatapan Reina hanya mengangkat ke dua bahunya.
...Reina kemudian membuka tudung saji secara perlahan di sana nampak sebuah roti panggang dengan telur di ujung sebelah kanan seperti membentuk sebuah topi dengan dua mata dan juga mulut yang tersenyum dengan bahagia yang terbuat dari saos tomat mungkin sangat epik dan cantik. Reina tersenyum dengan bahagia melihat maha karya Saina dan Revan di atas meja, kemudian dengan gerakan perlahan Reina mulai memakannya. Ketika ujung roti tersebut sudah digigit Reina namun kok rasanya berbeda.......
" eh kok keras ya? ada pahit pahitnya atau memang ini kombinasi rasa sih." ucap Reina dalam hati sambil terus mengunyah roti tersebut.
Melihat Reina yang memakan roti itu dengan ekspresi aneh Revan kemudian menarik roti tersebut dan ikut mencobanya.
" cukup sudah tak perlu di teruskan, selanjutnya silahkan cicipi saja jus segar di pagi hari." ucap Revan mengalihkan perhatian Reina agar tidak terlalu fokus pada makanannya barusan.
" okee"
Reina kemudian mengambil gelas jus tersebut dan langsung meminumnya, namun lagi lagi kenapa rasanya berbeda?
" ehemm permisi ini jus jeruk apa jus gula sih " ucap Reina dengan mengangkat gelas jus tersebut.
__ADS_1
Saina yang penasaran dengan jus tersebut kemudian meminta gelas tersebut kepada Reina dan meminumnya.
"dadyyyyyy ini sangat manis tidak enak lebih enak buatan mami." ucap Saina sambil memberikan jus tersebut kepada Revan.
Revan yang juga tak percaya jus buatannya tidak enak kemudian juga ikut mencobanya.
" Meminum minuman yang manis itu bagus untuk kesehatan." ucap Revan kemudian menaruh jus tersebut ke atas meja lagi.
Reina yang melihat hal itu tersenyum geli ternyata Revan juga bisa melakukan hal hal kecil yang manis untuk ukuran pria angkuh seperti Revan.
" Tidak tidak ayo Reina jangan terpancing, Revan tidak menyukaimu yang ia lakukan sekarang adalah untuk menyenangkan putrinya." ucap Reina dalam hati berusaha sebisa mungkin untuk menangkis bunga bunga yang mulai bertumbuh di hatinya.
Padahal yang terjadi sebenarnya di pagi hari
Revan bangun pagi untuk olahraga sebentar mengelilingi halaman mansion, saat di rasa sudah cukup Revan kemudian kembali ke dalam mansion untuk pergi mandi namun saat melewati dapur Revan tak melihat Reina di sana.
" eh kok ada yang aneh, kemana gadis ceroboh itu?" ucap Revan pada diri sendiri kemudian bergegas pergi ke kamar mandi.
" eh apa dia kebo kenapa siang sekali bangunnya? apa mungkin dia begadang semalam? " ucap Revan sambil menerka nerka.
...Revan kemudian pergi ke ruang keluarga untuk menonton acara televisi di sana sambil menunggu Reina. Setengah jam berlalu namun tak terdengar juga suara gaduh Reina ketika memasak di dapur, sampai kemudian Saina turun dan mengejutkannya....
" Dady apa itu hali ibu?" ucap Saina sambil menunjuk ke arah televisi.
Revan yang mengikuti arah tangan Saina kemudian menatap kembali putrinya itu lalu tersenyum.
" Hari ibu adalah hari untuk memperingati kasih sayang dan juga jasa seorang ibu dalam melahirkan, membesarkan serta merawat anak anak mereka." ucap Revan memberi pengertian kepada anaknya.
" Apa itu dady " tanya Saina karena bingung dengan penjelasan dady nya itu.
Revan yang merasa bahwa Saina tidak paham maksudnya kemudian memutar otak mencari sesuatu yang lebih ringkas dan mudah di mengerti.
" Maksud dady hari ibu adalah hari dimana kita menyenangkan ibu kita sayang." ucap Revan sambil mencubit gemas pipi chubby anaknya.
__ADS_1
Setelah mendengar penjelasan Revan kemudian Saina nampak diam seperti sedang berpikir.
" dady ayo bikin salapan untuk mami, bial mami senang dady ayo dady ayo." ucap Saina tiba tiba kemudian menarik tangan Revan menuju dapur.
Revan hanya pasrah mengikuti arah yang di tunjukkan Saina sampai kemudian berhenti tepat di depan kompor.
" ayo masak dady" ucap Saina
" ia sebentar, tunggu dady sedang berfikir." ucap Revan.
Setelah lama berfikir Revan kemudian menemukan ide untuk membuat roti panggang kemudian ia mulai mencari di mesin pencarian informasi di smartphone nya, ketika sudah yakin dengan resepnya Revan kemudian segera memulai acara memasaknya dengan percaya diri.
Satu dua tiga roti gosong Revan ganti lagi dengan yang baru tak pantang menyerah kemudian mencoba lagi dan lagi hingga tersisa roti yang terakhir kemudian ia menghembuskan nafasnya pelan mencoba untuk fokus.
" bisa aku bisa bukankah ini lebih mudah dari mengurus klien?" ucap Revan meyakinkan diri sendiri.
" Daddy apa masih lama? Sain sudah lelah menunggu." ucap Saina yang sudah mulai bosan.
" Ia sebentar "
Revan kemudian mencoba lagi dan kali ini di sisa roti yang terakhir pada akhirnya ia berhasil meski bagian belakang agak gosong tapi masih lumayan lah. Selanjutnya Revan menambahkan telur di sudutnya membentuk sebuah topi dan memberi mata kemudian di lanjut dengan mulut yang tersenyum bahagia.
" Akhirnya sudah jadi, ternyata memasak lebih susah dari yang dibayangkan. Bagaimana Reina bisa masak banyak hidangan dengan waktu yang singkat apa dia mempunyai semacam sihir." pikir Revan dalam hati.
Setelah selesai dengan makanan Revan melanjutkannya dengan membuat jus jeruk. Revan memeras satu persatu jeruk dengan alat pemeras jeruk, setelah dengan susah payah dan penuh perjuangan akhirnya Revan berhasil mendapatkan segelas jus jeruk kemudian ia mengambil gula dan menuangnya di dalam jus tersebut.
" berapa gula ya? apa Reina suka manis? satu dua tiga tidak ini kan jeruk tentu saja asam kan." ucap Revan pada diri sendiri kemudian menambahkan gula lagi pada gelas jus tersebut sehingga menjadi 6 sendok gula.
" Sudah selesai, Sain bukankah dady hebat." ucap Revan dengan membanggakan dirinya.
Saina yang melihat karya Revan yang lucu dan sepertinya enak kemudian mengacungkan kedua jempolnya.
Bersambung
__ADS_1