Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 11 Kenapa hatiku berdesir melihatnya?


__ADS_3

Revan POV


...Pagi ini aku bersiap untuk berangkat bekerja, namun tiba tiba aku di kejutkan dengan suara mama yang berteriak memanggil namaku, lalu aku segera bergegas turun untuk memastikan apa yang terjadi....


" Kenapa berteriak ma?" Tanyaku pada mama dengan penuh kekhawatiran.


" Sain badannya panas van." Ucap Lila sambil menggendong Saina menghampiri Revan.


...Mendengar hal itu membuatku seketika panik, kemudian langsung ku gendong Saina dan memasukkannya perlahan ke dalam mobil untuk pergi menuju rumah sakit....


Sesampainya di rumah sakit Saina langsung di tangani oleh dokter. Aku menunggu dengan cemas menanti kabar dari dokter yang sedang menangani Saina.


" Pak Revan, tidak ada yang perlu anda khawatirkan Saina mengalami demam tinggi akibat infeksi virus dan bakteri. Setelah ini saya akan memindahkan Saina ke ruang rawat inap, besok atau lusa Saina sudah boleh pulang jika tidak terdapat gejala berkelanjutan. Saya permisi dulu pak." Ucap dokter yang memberi penjelasan kemudian melangkah pergi meninggalkan Revan.


...Di sebuah ruang rawat VIP di rumah sakit Bakti Husada kini Saina sedang di rawat, perasaan khawatir yang semula mengglayutiku kini perlahan terangkat setelah mendengar penjelasan dari dokter. Aku mendekati brankar Saina dimana disana sudah ada mama yang menunggu dengan setia, samar samar ku dengar suara Saina memanggil mami sambil mengigau. Mendengar hal itu aku dan mama kemudian saling pandang kebingungan....


" Mana mungkin mama akan memberitahu Saina tentang Iriana van, jadi stop memandang mama seperti itu." Ucap Lila yang seakan tau maksud dari tatapan Revan.


" Lalu siapa yang di maksud Saina ma, jika benar itu Iriana bagaimana mungkin sedangkan Saina bahkan tidak pernah bertemu dengannya." Ucap ku dengan kebingungan.


...Aku mencoba untuk mengabaikan racauan Saina, namun Saina tetap saja menyebut mami sambil tertidur dengan gelisah. Aku yang melihat anakku seperti itu sungguh tidak tega, kemudian aku pergi untuk menemui dokter namun ketika aku sampai disana dokter hanya tersenyum sambil mengatakan itu hal wajar untuk anak yang sedang mengalami demam tinggi, kemudian dokter memintaku untuk memanggil nama yang disebut dengan Saina untuk mempercepat proses kesembuhan Saina....


Aku mengerti maksud ucapan dokter tersebut namun yang jadi tanda tanya siapa mami yang di msksut Saina?


...Setelah dari ruangan dokter aku kembali keruangan tempat Saina dirawat, aku masih melihat mama disana, aku mendudukkan diriku di sofa untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda ada beberapa file yang masih harus aku pros chek, tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar yang ternyata adalah Reina....


" Apa yang dia lakukan disini? Apa mama yang mengundangnya." Ucap Revan dalam hati.


...Aku melihatnya masuk mendekati brankar setelah mama berpamitan pergi keluar sebentar. Entah karena terlalu fokus ke Saina atau diriku yang tidak menimbulkan suara, Reina sama sekali tidak menyadari bahwa aku disini sedari tadi....


" Mami..." Ucap gadis itu lirih sambil memandangi Reina.


Deg


Jantungku seketika berdebar mendengar hal itu, jadi mami yang dimaksut Saina adalah Reina bukan Iriana?

__ADS_1


Aku melihat Reina menatap penuh kebingungan, namun lagi lagi Saina mengucap kata mami. Aku tetap diam memperhatikannya aku sangat penasaran respon apa yang akan Reina berikan pada Saina namun ternyata itu di luar dugaanku.


" Iya Sain mami disini." Ucap Reina menenangkan Saina.


" Sakit mi, Sain mau pulang mau pulang." Rengek Saina


" Sabar ya, besok kalau Saina sudah sembuh kita pulang . Sekarang Saina disini dulu ya." Ucap Reina hati hati memberi pengertian pada gadis kecil itu.


...Hatiku berdesir dengan debaran jantung yang terus berdetak kencang. Kenapa aku merasa damai melihat pemandangan ini seakan akan inilah yang aku inginkan sedari dulu membina keluarga kecil yang saling menyayangi....


" Heeem andai Iriana seperti Reina." Ucap Revan dalam hati.


...Aku melihat Reina dengan telaten merawat Saina, Reina bahkan menuruti permintaan Saina yang meminta untuk di gendong. Awalnya aku terkejut kenapa Saina bisa semanja itu ketika bersama Reina, namun aku mencoba untuk tetap tenang dan terus memperhatikan interaksi keduanya....


...Perlahan Reina mengangkat Saina dan menggendongnya dengan hati hati. Reina telihat membacakan Saina sebuah dongeng, aku sesekali tersenyum mendengar nada cerita Reina yang dibuat buat. Namun ketika Reina berbalik badan dan melihatku dia sangat terkejut, detik selanjutnya Reina oleng dan akan terjatuh. Aku yang melihat hal itu segera berlari mencoba untuk menggapai tangannya agar tidak terjatuh, ketika aku sudah mendapatkan tangan Reina dan berhasil menopangnya manik mata kami bertemu, sejenak aku terhanyut ke dalam bola mata kecoklatan yang jernih milik Reina hatiku kembali berdesir dan gugup, bukannya mengatakan hal baik aku malah mengatakan sesuatu yang merusak mood nya....


" Apa kau seceroboh itu?" Ucap Revan yang langsung membuyarkan tatapan kagum Reina akan manik mata Revan yang begitu jernih.


...Detik selanjutnya hanya ada perdebatan yang keluar dari mulutku aku juga tidak tahu mengapa, namun ketika bersamanya hati dan logika ku tak pernah berjalan searah, keduanya selalu bertolak belakang tanpa bisa aku cegah....


Author POV


...Melihat Revan yang sudah berhenti bicara membuat Reina sedikit lega paling tidak Reina tidak lagi harus beradu mulut dengan pria itu, kemudian dengan perlahan Reina membaringkan kembali Saina ke brankar nya namun baru saja Saina mendarat di atas brankar Saina kembali merengek sambil menyebut mami, melihat itu Reina hanya bisa menghela nafas panjang mau tidak mau Reina kembali mengangkat tubuh Saina untuk ia gendong....


" Sini biar aku saja" ucap Revan sambil mengangkat tangannya ingin meraih Saina.


" It's ok, kamu lanjutkan saja pekerjaanmu aku akan memangku Saina sambil duduk di sofa." Ucap Reina sambil menyeret tiang selang infus Saina untuk mendekat ke arah sofa.


...Revan kemudian kembali duduk ditempatnya semula di sebelah sofa yang di duduki oleh Reina. Sambil mengerjakan file di komputernya Revan sesekali melirik Reina sambil sesekali tersenyum, Revan tidak menyangka perempuan bar bar seperti Reina ternyata masih memiliki sisi keibuan juga....


Kring kring kring


...Suara telpon genggam Revan membuyarkan pikirannya, ia kemudian bergegas pergi keluar ruangan untuk mengangkat telpon agar tidak mengganggu Saina....


" Iya ada apa?" Tanya Revan kepada si penelpon.

__ADS_1


" Sudah dipastikan tuan bahwa kemarin Gerald mendatangi toko nona Reina." Lapor si penelpon yang tidak lain adalah Wili asistennya.


Ingatan Revan kembali pada kejadian dimana kemarin ketika Revan ingin menemui klien Revan bertemu dengan Reina dengan kondisi yang ketakutan dipinggir pusat pertokoan.


" Awasi pergerakannya, laporkan apapun yang terlihat janggal." Ucap Revan


" Ada sesuatu tuan, saya mendapat info bahwa salah satu anak buah Gerald bergerak menuju Surabaya. Bukankah itu rumah orang tua nona Reina tuan?" Ucap Wili dengan nada khawatir.


" Sial.. kau terlalu lamban Wil, kirim anak buah kita untuk berjaga di sekitar rumah orang tua Reina tanpa menimbulkan kecurigaan." Ucap Revan dengan nada sedikit menyentak yang mengagetkan Wili diseberang sana. Detik selanjutnya suara telpon terputus terdengar nyaring.


" Kenapa aku mulai khawatir? Apa yang aku pikirkan? Sial." Ucap Revan dalam hati sambil berjalan kembali masuk ke ruangan.


Ceklek


Suara pintu terbuka dari luar.


...Revan perlahan memasuki ruang rawat Saina namun kenapa sepi sekali tidak ada suara apapun, hal itu lantas membuat Revan bertanya tanya kemana Reina. Ketika Revan mencari sosok Reina di dalam ruangan, pandangannya terjatuh pada sosok yang tertidur di sofa dengan posisi Reina memangku Saina dengan sangat nyenyak....


" Apa yang dia lakukan semalam? Mengapa ia tampak sangat kelelahan." Ucap Revan dalam hati sambil terus memandangi Reina.


...Revan lantas pergi mengambil selimut untuk menyelimuti Reina dan Saina. Ketika Revan mulai menyelimuti keduanya gerakannya terhenti karena tanpa sengaja pandangan Revan terjatuh pada bibir ranum yang sejak dari kemarin ingin dicumbunya....


...Revan tertegun sesaat dan menelan saliva nya kasar bayang bayang kenikmatan yang akan dirasakannya tak kala mencicipi bibir Reina terus berputar di kepalanya hingga tanpa sadar Revan terus mencondongkan wajahnya kepada Reina, ketika jarak wajah mereka hanya tinggal 5 senti tiba tiba terdengar suara pintu terbuka....


Cklek..


Bersambung


Hayo siapa ya..


Kan jadi gagal lagi first kiss nya


Ikuti terus kisahnya ya


See you

__ADS_1


__ADS_2