Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 84 Rencana tuan besar


__ADS_3

...Keesokan paginya karena hari ini weekend jadi di rumah hanya ada Revan dan Reina saja karena setiap hari sabtu dan minggu mbok yem akan pulang ke rumahnya sedangkan Saina pasti akan menginap di mansion utama jadilah hanya ada Revan dan Reina yang tersisa di mansion kali ini....


...Reina mulai mengerjapkan matanya perlahan kala merasa benda besar seperti tengah menghimpitnya, ketika Reina sudah benar benar tersadar dengan sempurna dan melihat benda besar yang menghimpitnya seulas senyum kemudian terlihat dari sudut bibirnya kala mendapati ternyata benda tersebut adalah tangan kekar milik suaminya....


Reina kemudian berbalik badan dan langsung menelusup ke dada bidang milik Revan dengan tersenyum.


" I love you" ucap Reina dengan lirih takut Revan mendengarnya.


...Reina yang menyangka Revan masih tertidur dan tidak akan mendengar perkataan Reina nyatanya Revan mendengar semuanya....


...Mendengar ucapan Reina barusan Revan lantas langsung mengecup kening Reina cukup lama yang membuat Reina langsung mendongak menatap ke wajah Revan yang masih memejamkan matanya....


" Kamu sudah bangun?" tanya Reina kala mendapati kecupan dari Revan di pagi hari.


" Hemmmm"


" Revan....."


" Iya Reina" ucap Revan kemudian perlahan membuka matanya.


Cukup lama Reina menjeda kata katanya sampai kemudian Reina berbicara kembali.


" Aku mau nasi goreng" ucap Reina tiba tiba


" Sekarang?" ucap Revan sambil mengusap rambut Reina perlahan.


" Iya sekarang"


" Baiklah aku akan pergi untuk membelinya" ucap Revan kemudian mengusap wajahnya sebentar agar tersadar dan tidak mengantuk lagi.


...Reina yang melihat Revan akan bangkit kemudian memegang ujung baju milik Revan sehingga membuat gerakan Revan yang akan bangkit langsung terhenti....


" Apa lagi hem?" tanya Revan dengan nada yang lembut.


" Aku tidak ingin beli aku ingin kamu yang memasaknya" ucap Reina dengan memelas


" Aku tidak bisa masak Rein, bagaimana mungkin aku membuat nasi goreng untukmu." ucap Revan memberi pengertian.


" Kamu bisa aku yakin itu, apa kamu tidak kasihan dengan anak kita dia sangat menginginkannya." ucap Reina dengan cemberut.


...Revan yang melihat tingkah Reina hanya menghela nafas panjang dan mau tidak mau menuruti keinginan Reina....

__ADS_1


" Baiklah aku akan mencobanya" ucap Revan pasrah pada akhirnya.


...Revan kemudian bangkit dan bergegas turun begitu juga Reina yang mengikuti di belakang Revan....


" Kamu mau ke mana?" tanya Revan


" Ya ikut ke dapur lah ingin melihat suamiku memasak nasi goreng." ucap Reina dengan tersenyum lebar.


" Tidak perlu kamu cukup duduk santai saja dan menungguku" ucap Revan


" Tidak mau aku mau melihatmu pokoknya titik" ucap Reina lagi kemudian berlari kecil mendahului Revan untuk turun dari tangga menuju dapur.


Revan yang melihat Reina berlari lantas terkejut dan langsung mengejarnya.


" Rein jangan lari kamu sedang hamil" ucap Revan sambil berlari mengejar Reina.


" Tidak apa apa ini hanya lari lari kecil sekalian sambil berolahraga" ucap Reina setengah berteriak.


...Namun ketika hampir sampai ke dapur Reina tiba tiba saja berhenti dan langsung berjongkok sambil menunduk membuat Revan yang berlari menyusulnya langsung di buat khawatir....


" Rein apanya yang sakit? perutmu sakit? atau kepalamu pusing? aku kan tadi sudah bilang jangan lari, coba lihat mana yang sakit?" rentetan pertanyaan demi pertanyaan Revan ucapkan namun tidak ada satu pun yang Reina jawab.


...Kediaman Reina tentu saja membuat Revan semakin khawatir dan gelisah saat Revan hendak menggendong Reina yang tengah jongkok Reina tiba tiba langsung mendongak dan memberi kecupan sekilas pada bibir Revan....


...Revan yang mendengar tawa Reina lantas hanya diam karena loading akan tingkah laku Reina barusan....


" Revan aku hanya bercanda" ucap Reina lagi


"Aku tidak suka dengan candaan mu itu, bagaimana kalau itu benar benar terjadi Rein jangan pernah membuat itu sebagai lelucon lagi " ucap Revan dengan nada datar kemudian bangkit dan melanjutkan langkahnya ke arah dapur.


...Reina yang melihat ekspresi Revan tentu saja sangat menyesal, Reina kemudian menyusul Revan ke dapur dan langsung memeluknya dari belakang....


" Apa kamu marah van? aku minta maaf" ucap Reina


...Revan yang mendengar permintaan maaf Reina kemudian mengusap tangan Reina yang memeluknya dari belakang dengan erat....


" Aku tidak marah hanya saja aku tidak suka jika hal itu di buat bahan candaan aku benar benar khawatir pada mu tadi" ucap Revan kemudian melepas pelukan Reina dan menuntunnya untuk duduk di mini bar yang berada di dapur.


" Jadi jangan mengulanginya lagi oke" ucap Revan lagi


" iya fan" ucap Reina

__ADS_1


" Sekarang kamu tunggu di sini aku akan memasak nasi goreng untukmu." ucap Revan kemudian bangkit berdiri


" oke"


.......................................


Bandara penerbangan SH


...Pagi ini Gerald tiba di bandara setelah lebih dari dua minggu melakukan kunjungan ke Perancis untuk studi banding proyek terbarunya....


...Melihat tuanya dari kejauhan Reno lantas menghampirinya dan mengarahkan Gerald langsung memasuki mobil yang sudah ia sediakan....


" Apa ada sesuatu yang baru ketika aku melakukan kunjungan?" tanya Gerald ketika sudah berada di dalam mobil.


" Tuan besar sepertinya tengah merencanakan sesuatu tuan karena tepat 5 hari yang lalu beliau mengundang Putra ke mansion utamanya." ucap Reno


" Putra si direktur baru itu? hanya tikus kecil ternyata" ucap Gerald dengan nada meremehkan.


" Iya tuan, aku tidak tahu pasti apa rencana tuan besar namun sepertinya ini misi rahasia sehingga tuan harus mengundangnya sendiri ke mansion secara langsung" ucap Reno lagi


" Cari tahu secepatnya apa rencana tua bangka itu. Aku ingin lihat bagaimana laki laki peyot itu berulah." ucap Gerald dengan menunjukkan senyum smirk miliknya.


" Baik tuan saya akan segera membawa hasilnya untuk anda." ucap Reno sambil terus fokus melajukan mobilnya.


................................


Kembali kepada Reina dan Revan


...Setelah cukup lama Revan berkutat dengan bumbu dapur dan segala drama yang terjadi kala dirinya memasak nasi goreng pada akhirnya nasi goreng spesial buatan Revan telah jadi....


Revan buru buru membawanya ke meja makan untuk segera di hidangkan kepada Reina.


" Nasi goreng sudah siap" ucap Revan dengan girang


" Eh iya sudah siap ya" ucap Reina kemudian menaruh ponselnya di meja dan menarik piring berisi nasi goreng buatan Revan.


" Kenapa tadi kamu terlihat bete?" tanya Revan yang menyadari perubahan ekspresi Reina.


" Tidak ada, hanya saja aku merasa sedikit aneh perasaan tadi ponselku aku charger full tapi barusan tiba tiba tersisa 40 persen, tidak hanya itu tadi malam sebelum kita tidur aku yakin sekali mematikan ponselku namun ketika aku terbangun tengah malam karena haus aku sudah mendapati ponselku menyala dengan membuka galeri fotoku sendiri dengan background musik milik wali semalam. Bukankah itu aneh van? oh tidak atau mungkin aku bermimpi kemudian tanpa sengaja membuka ponselku dan memutar musik?" ucap Reina menjelaskan sambil terus memakan nasi goreng buatan Revan.


" Apa jangan jangan ponsel Reina di sadap ya?" ucap Revan dalam hati sambil terus mendengarkan cerita Reina.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2