Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 121 Siomay berkelas


__ADS_3

...Sementara itu di sebuah hotel mewah di pusat ibu kota terlihat Gerald tengah terburu buru menuju ke kamar mandi karena entah kebetulan atau apa kamar mandi di privat room sedang dalam perbaikan, jadi mau tidak mau Gerald harus menggunakan kamar mandi di lantai 3 tepat di sebelah restoran....


...Jujur saja sebenarnya Gerald agak kesal karena meeting kali ini harus tiba tiba ganti lokasi karena area restoran yang di booking secara tiba tiba, untung saja staf management hotel menyarankan untuk berpindah ke privat room sebagai bentuk permohonan maaf mereka, alhasil membuat Gerald mau tidak mau menuruti saran pihak management hotel untuk pindah ke sana....


" Menggelikan sekali ... baru kali ini aku sangat sial dalam memilih hotel, untung saja fasilitas di sini cukup bagus dan berkelas sehingga aku masih bisa memakluminya untuk kali ini" gerutu Gerald ketika selesai dengan panggilan alamnya.


...Gerald kemudian lantas keluar dari toilet dan bergegas kembali ke privat room untuk melanjutkan meeting yang sempat tertunda karenanya....


...Namun saat Gerald baru beberapa kali melangkah terdengar suara alunan lagu dengan disertai sebutan nama seseorang yang sangat di kenalnya....


Deg


" Reina!" ucap Gerald dalam hati


...Gerald kemudian lantas mengikuti arah sumber suara tersebut untuk memastikan apakah dugaannya benar....


" Maaf tuan Restoran di lantai 3 sedang di booking untuk hari ini, jika anda ingin makan atau reservasi anda bisa memilih privat room di sebelah." ucap salah satu staf yang menghentikan langkah Gerald untuk masuk ke dalam.


...Mendengar ucap staf tersebut Gerald hanya mengangguk sambil terus menatap ke arah dalam restoran....


" Mawar putih? apa itu benar kamu Rein? kenapa rasanya sangat sesak kala mengetahui bukan aku yang memberimu mawar putih itu" ucap Gerald dalam hati sambil terus menatap ke arah dalam restoran.


" Silahkan tuan, apa mau saya antar?" ucap staf itu lagi karena Gerald tidak kunjung menanggapinya dan hanya melihat ke dalam restoran.


" Tidak perlu, aku akan pergi!" ucap Gerald dengan nada yang dingin ke arah staf tersebut membuat staf tersebut langsung diam karena ketakutan.


" Aku akan merebut mu kembali Rein..... aku akan merebut mu...." ucap Gerald dalam hati sambil melangkah kembali menuju privat room tempat berlangsungnya meeting.


...................................


Sementara itu


Kau begitu sempurna, di mataku kau begitu indah


Kau membuat diriku akan selalu memujamu


Di setiap langkahku, 'ku 'kan selalu memikirkan dirimu


'Tak bisa 'ku bayangkan hidupku tanpa cintamu


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua

__ADS_1


Hanya bersamamu 'ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku, lengkapi diriku


Oh, sayangku, kau begitu sempurna


Kau genggam tanganku saat diriku lemah dan terjatuh


Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua


Hanya bersamamu 'ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku, lengkapi diriku


Oh, sayangku, kau begitu sempurna


" Wah.... pak Revan romantis banget sih... aku juga mau...." ucap Anita yang melihat Revan sedang bernyanyi untuk Reina dari meja di sebelah sudut restoran.


" Bisa diem gak! cukup lihat dan nikmati tanpa bersuara sedikitpun, paham?" ucap Wili yang tengah duduk di samping Anita sambil juga ikut melihat aksi Revan dari sana.


" He... si bapak kaku amat sih pak, santai dikit napa?" ucap Anita dengan santainya sambil tetap menatap lurus ke depan.


" Jika saya tahu kau berisik seperti itu, sudah dari tadi ku suruh pulang" ucap Wili dengan nada dingin


" Galak amat sih pak, lagian saya di sini kan juga sedang bekerja untuk pak Revan jadi bapak gak berhak dong usir saya, saya juga masih ingin melihat hasil karya saya di nikmati oleh bu bos... lagian bukankah semua berjalan lancar juga karena dekorasi saya ikut menunjang penampilan pak Revan saat ini" ucap Anita panjang lebar menjelaskan


" Kamu..." ucap Wili namun menggantung karena tidak tahu harus mengucapkan kata apalagi untuk menyumpal mulut Anita agar berhenti bicara.


...Sedangkan Anita yang faham Wili akan marah lantas langsung meminta maaf....


" Maafkan saya pak, saya salah kali ini saya akan diam" ucap Anita kepada Wili

__ADS_1


" Setidaknya yang waras harus mengalah dan berlapang dada seluas luasnya" ucap Anita dalam hati sambil melirik sekilas ke arah Wili.


" Tapi kan pak..." ucap Anita lagi namun urung karena melihat tatapan tajam dari Wili.


" Baiklah saya akan diam kali ini" ucap Anita sambil menghela nafas panjangnya kemudian menatap ke arah Revan dan Reina kembali.


...Setelah Revan menyumbangkan sebuah lagu cinta untuk Reina detik selanjutnya Revan langsung memeluk Reina dengan khidmat kemudian menciumi puncuk kepala Reina....


" Bagaimana Rein? apa kamu terharu?" goda Revan


" Revan ........ kamu benar benar ya.. aku kan jadi baper, jangan bilang ada udang di balik batu?" ucap Reina sambil mendongak menatap ke arah Revan yang masih memeluknya.


...Revan yang mendengar hal itu lantas tersenyum membuat Reina langsung menelan salivanya dengan kasar, karena Reina sudah hapal betul apa makna yang tersembunyi dari senyuman Revan tersebut....


" Kamu sangat mengenalku ternyata hahahaha" ucap Revan sambil tertawa di akhir kalimatnya.


" REVAN...." teriak Reina sambil memukul dada bidang sang suami secara perlahan.


...Revan lantas kemudian sedikit menunduk untuk membisikkan sesuatu ke telinga Reina....


" Malam ini boleh ya aku mengunjungi baby RJ? mumpung kita lagi di hotel" bisik Revan tepat di telinga Reina membuat Reina langsung melotot ke arahnya.


" hahahhahha, aku anggap itu tanda setuju dari mu Rein" ucap Revan lagi


...Revan lantas menuntun Reina untuk menuju meja di depan panggung yang sudah tertata berbagai macam hidangan di sana....


...Ketika sampai di meja tersebut dan duduk, Reina sempat terpukau dengan sajian yang tersusun di atasnya, bagaimana tidak menu kali ini serba siomay namun dengan bentuk serta masakan yang beraneka ragam membuat tampilannya semakin cantik dan terlihat menggiurkan....


" Siomay van? semua? buat aku?" tanya Reina dengan mata berbinar sambil menatap ke arah meja dan Revan secara bergantian.


" Ya tentu, bukankah kamu sangat menginginkannya.." ucap Revan dengan senyum mengembang.


" I love yo so much van...." ucap Reina sambil mulai mencoba berbagai olahan siomay tersebut.


...Revan yang mendengar kata itu keluar dari mulut Reina bukannya baper malah mengerutkan keningnya sambil menatap ke arah Reina yang tengah makan....


" Jadi kamu mencintaiku karena siomay? atau mencintai siomay nya?" sindir Revan


" Tentu saja siomay.." ucap Reina tanpa sadar dengan senyum yang mengembang karena menikmati siomay tersebut.


" Apa?" ucap Revan setengah berteriak karena ucapan Reina barusan mengejutkannya.


" Eh bukan.. maksudku tentu saja aku mencintaimu suamiku Revan Alexi Mahendra" ucap Reina dengan cengar cengir kala tersadar dari kesalahannya akibat teriakan Revan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2