
Perumahan di jalan anggrek
...Pagi itu Shella memutuskan untuk olahraga pagi di area taman di ujung perumahan. Shella ingin menikmati bubur mang Odi yang di rekomendasikan oleh Reina. Shella berangkat sendiri dengan mengenakan setelan baju olah raga trining, Shella memang sengaja berangkat sendiri tanpa mengajak Iskandar agar bisa menikmati lebih dulu bubur langganan Reina kemudian baru mengajak Iskandar untuk menikmatinya....
...Shella menikmati suasana setiap rumah yang berjajar dengan rapi dan asri. Shella benar benar bersyukur waktu itu karena menuruti saran suaminya untuk pindah ke Jakarta dan ternyata itu benar benar ampuh mengusir semua stres serta rasa ketakutannya....
" Yaaaa mang Odi lagi rame, apa aku keliling taman sebentar dulu ya sekalian lari lari kecil." ucap Shella pada diri sendiri.
Sementara itu dari kios mang Odi, Erika yang sedang memakan bubur langsung menatap dengan emosi ke arah depan. Ya Erika melihat Shella di sana tengah joging sambil bersenandung kecil.
" Benar benar menyebalkan, apa dunia ini selebar daun kelor? kenapa aku selalu saja bertemu dengan nya." ucap Erika dengan kesal sambil terus memperhatikan Shella.
Erika yang sudah gatal sejak tadi ingin mencakar Shella pada akhirnya bangkit berdiri dan menyusul Shella.
" Apakah menyenangkan setelah merebut suami orang kini kamu juga merebut menantu orang?" ucap Erika langsung pada poinnya tanpa basa basi.
...Shella yang mendengar hal itu seketika menghentikan gerakannya dan menoleh ke belakang, betapa terkejutnya Shella ketika ia menolah yang terlihat di sana adalah Erika....
Deg
" Erika, apa yang sebenarnya iya maksud barusan" ucap Shella dalam hati sambil terus bertanya tanya maksud ucapan Erika.
" Apa kau sekarang menjadi bisu dan tuli nyonya Iskandar." ucap Erika penuh dengan penekanan pada setiap kalimatnya.
" Apa maksudmu Erika? aku benar benar tidak mengerti." ucap Shella sambil terus menatap Erika dengan penuh tanda tanya.
" Halah gak usah munafik deh, kalau ibunya begitu tentu anaknya juga begitu kan? pelakor kok turun temurun" ucap Erika dengan nada yang ketus.
...Shella yang mendengar hal itu lantas merasa sakit hati karena jelas jelas Shella tidak pernah merebut Iskandar dari Erika tapi mengapa Erika terus saja mengatakan bahwa dirinya adalah pelakor....
__ADS_1
" Jaga bicaramu itu Erika, itu sudah lama terjadi dan aku tekankan sekali lagi aku tidak pernah merebut Iskandar dari mu ingat itu baik baik. Dan satu hal lagi anakku bukan pelakor jadi stop mengatakan kata kata menjijikkan itu." ucap Shella dengan nada yang kesal akan perkataan Erika.
Erika semakin naik pitam kala mendengar perkataan Shella.
" Dasar j*l**g kamu tidak puas merebut suamiku dan membuatku menderita kini anakmu malah juga mengikuti jejak mu merebut suami anakku, wah anda benar benar hebat dalam mendidik seorang anak." ucap Erika dengan bertepuk tangan kecil seakan mengejek Shella.
...Shella yang terus menerus mendengar perkataan Erika semakin dibuat tidak mengerti Shella benar benar tidak tau duduk permasalahannya yang tengah Erika bahas....
" Siapa yang sebenarnya di bahas Erika, pelakor? anakku? apa mungkin Reina? tapi siapa anaknya? atau jangan jangan anak Erika adalah mantan istri Revan? oh ya Allah takdir apalagi ini." ucap Shella dalam hati.
" Aku mohon Erika aku dan anakku tidak seperti yang kamu tuduhkan, jika kamu masih tidak percaya itu terserah kamu karena aku juga tidak bisa memaksakan kehendak permisi" ucap Shella kemudian melangkah pergi meninggalkan Erika.
Niat awal Shella untuk datang ke taman ini harus urung karena moodnya keburu down ketika bertemu dengan Erika apalagi kata kata Erika yang mengatakan Reina adalah pelakor terus terngiang di kepalanya.
.........................
Sementara itu di mansion milik Revan
...Reina yang mendengar pertanyaan demi pertanyaan khawatir dari Revan seketika membisu, Reina benar benar tidak menyangka secepat ini perubahan sikap Revan padanya. Sebentar dingin, sebentar marah, sebentar manja, bahkan tiba tiba sangat manis. Apa yang sebenarnya sedang di lakukan Revan pada Reina, apakah Revan sedang berlakon?Reina terus menerus memikirkan jawabannya tapi tetap tidak menemukan apapun hingga tak terasa air matanya jatuh di sudut matanya....
" Kamu anggap apa aku van, kenapa sikapmu selalu berubah ubah? apa aku hanya mainan mu van? andai kamu tahu rasanya van, sakit benar benar sakit van" ucap Reina dengan air mata yang merembes melewati sudut matanya.
" Rein apa aku menyakitimu lagi?" ucap Revan saat menyadari air mata Reina jatuh di sudut matanya.
...Mendengar hal itu perlahan Reina membuka matanya kemudian bangkit dan duduk bersandar sambil menatap mata Revan dalam dalam tanpa mengatakan apapun....
" Mata ini, mengapa mata ini menyimpan banyak sekali kesedihan? apa Reina begitu tidak bahagia berada di sampingku? " ucap Revan dalam hati kala manik mata keduanya bertemu dan saling mengunci satu sama lain.
" Apa kamu tahu kesalahanmu kali ini van?" tanya Reina sambil tetap menatap Revan mencari kebenaran di sana.
__ADS_1
" Maaf aku terlalu banyak merokok semalam" ucap Revan langsung menanggapi ucapan Reina.
Reina yang mendengar itu perlahan tersenyum miring.
" Hem bahkan kesalahanmu saja kamu tidak paham lalu untuk apa kamu minta maaf?" ucap Reina dengan nada sinis.
" Tentang apa ini Rein? aku benar benar tidak mengerti" ucap Revan yang bingung karena Reina hanya memberinya teka teki.
" Sudahlah kalau kamu memang merasa semuanya baik, it's ok kamu boleh pergi bukannya kamu masih harus bekerja kan?" ucap Reina sambil memindahkan posisi duduknya sedikit miring ke kanan membelakangi Revan.
" Rein..." ucap Revan yang tidak tau lagi harus mengatakan apa untuk membujuk Reina.
" Pergilah van, sebelum aku benar benar marah padamu" ucap Reina dengan tetap membelakangi Revan.
...Revan benar benar tidak tau lagi harus mengatakan apa, bahkan Revan sendiri tidak tau dimana letak kesalahannya. Pada akhirnya Revan memilih untuk mengikuti kemauan Reina lalu pergi ke kantor....
...Revan sebenarnya tidak tega meninggalkan Reina dalam keadaan seperti ini namun Revan juga tidak bisa menolak karena itu semakin membuat sedih Reina. Akhirnya dengan langkah yang berat Revan terpaksa berangkat ke kantor....
...Setelah kepergian Revan, Reina kemudian mengambil wedang jahe yang di taruh mbok yem di meja dan meminumnya seteguk demi seteguk dengan mata yang berkaca kaca....
" Kenapa wedang jahe ini sangat pedas hiks hiks hiks... ini benar benar pedas sampai aku meneteskan air mata...." ucap Reina dengan air mata yang sudah menetes membasahi pipinya.
" Revan.....
Revan....
Revan...." panggil Reina terus menerus dengan nada yang menyayat hati. Reina benar benar tidak tau lagi apa yang harus ia lakukan.
...Mbok yem yang menyaksikan pertengkaran keduanya sedari tadi hanya menghela nafas panjangnya seakan mengerti apa yang di rasakan Reina sekarang....
__ADS_1
" Kasihan nyonya Reina." ucap Mbok yem sambil menatap ke arah Reina yang terus meminum wedang jahe buatannya dengan air mata yang masih berlinang.
Bersambung