Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 16 Terlalu berharap


__ADS_3

...Setelah perjanjian singkat ke duanya yang diakhiri dengan kesepakatan pernikahan dilakukan minggu depan dengan rahasia dan hanya dihadiri oleh kerabat terdekat saja, Reina dan Revan bergegas untuk mengunjungi butik mencari gaun pengantin....


" Pilihkan satu gaun pengantin yang terlihat sederhana namun elegan dan cantik untuknya." Ucap Revan kepada pegawai butik yang di balas anggukan oleh pegawai tersebut lalu menuntun Reina untuk mencoba beberapa gaun disana.


...Reina mencoba satu persatu gaun yang ada disana dan pilihannya jatuh kepada gaun simple namun tetap memiliki motif yang cantik dan elegan. Reina mencoba gaun tersebut dan sangat menyukainya, kemudian pegawai tersebut menuntun Reina untuk berdiri di sebuah stage dengan tirai besar yang menutupinya. Perlahan tirai itu mulai terbuka Reina benar benar sangat gugup akan reaksi Revan, sangking gugupnya akan pendapat Revan Reina mulai memejamkan matanya berharap dengan melakukan itu dapat mengurangi kegugupannya....


...Lama Reina memejamkan mata namun ada yang aneh kenapa tidak ada suara sedikit pun dari Revan bukankah biasanya mulut pria itu selalu berkomentar pedas, karena penasaran Reina kemudian membuka matanya kembali dan betapa terkejutnya ternyata kursi di depannya kosong tidak ada siapapun disana. Pegawai butik yang membantu Reina juga seakan kebingungan dan menggaruk tenggkuknya yang tidak gatal....


" Kita ganti baju saja mbak, saya ambil yang ini." Ucap Reina dengan nada datar.


" Apa tidak menunggu pengantin prianya dulu kak?" Ucap pegawai butik tersebut dengan hati hati takut menyinggung Reina.


" Gak usah mbak langsung bungkus aja." Ucap Reina kepada pegawai butik tersebut dengan nada datar sambil berjalan kembali mengganti bajunya.


" Apa yang aku harapkan? Pernikahan ini tidak atas dasar cinta, kenapa aku begitu bodoh." Ucap Reina dalam hati merutuki sikapnya tadi.


...Ketika Reina sedang mengganti bajunya di ruang ganti tanpa sengaja ia mendengar karyawan butik yang sedang bergosip disebelah ruang ganti....


" Kau tau tidak pelanggan yang barusan kulayani, mereka cantik dan ganteng ya. Awalnya ku kira mereka pasangan yang serasi ternyata miris banget masak pas si cewek pakai baju pengantin untuk diperlihatkan kepada si cowok, eh si cowok malah ngilang wkkwkwkwk" kata salah satu karyawan butik.


" Kayaknya sih mereka hasil perjodohan dan si cowok benci sama si cewek tapi terpaksa nikah gitu." Ucap karyawan lainnya menimpali.


" Kasian juga kalau begitu ya, makan hati makan hati dah tuh cewek." Ucap karyawan lainnya lagi.


" Udah udah bubar nanti ketahuan bu bos bisa berabe." Ucap karyawan lainnya yang kemudian terdengar langkah kaki menjauh dari dalam ruang ganti.


" Apa mereka kurang kerjaan? Memang kenapa kalau aku makan hati? Dasar mulut mulut sampah, kayaknya gak pernah dibersihin tuh makannya kotor banget jorok." Ucap Reina pada diri sendiri sambil menahan kesal.


Sementara itu kejadian sebelum tirai di buka.


...Revan duduk di sofa menunggu Reina cukup lama mencari gaun pengantin yang cocok untuknya. Tidak ada yang Revan lakukan dan itu membuatnya bosan menunggu cukup lama. Revan hanya memainkan ponselnya sambil sesekali mengechek beberapa file yang membutuhkan tanda tangannya, Revan akui pekerjaan Wili benar benar sangat memuaskan dalam beberapa hal sehingga dia bisa tenang dan mengandalkan Wili jika Revan tidak sedang berada di perusahaan....


" Sepertinya aku harus memberinya bonus minggu ini." Ucap Revan pada diri sendiri sambil memikirkan Wili.

__ADS_1


...Ketika sedang asyik berselancar dengan ponsel pintarnya, ponsel Revan bergetar memperlihatkan nama mama sedang memanggil di layar ponselnya. Melihat hal itu Revan menggeser ikon hijau pada ponselnya dan berjalan keluar untuk mengangkat telpon sang mama....


Call on


" Iya, hallo ma" ucap Revan memulai pembicaraan.


" Apa kamu jadi kesini dengan Reina menjemput Saina van?" Tanya Lila di seberang sana.


" Iya ma sebentar lagi." Ucap Revan


" Saina sudah merengek sedari tadi meminta bertemu Reina." Ucap Lila


" Mama tenang aja sebentar lagi Saina pasti akan selalu bisa bersama Reina." Ucap Revan dengan santai.


" Benarkah van? Apa itu artinya kalian akan menikah?" Ucap Lila dengan berbinar


" Iya ma kami akan menikah seminggu lagi namun dengan sederhana karena itu permintaan dari Reina sendiri ma." Ucap Revan


" Tapi ma bisa Revan minta tolong, pernikahan ini cukup keluarga kita saja yang tahu jangan dulu orang lain, ada sesuatu hal yang harus Revan urus dulu, jika sudah selesai nanti Revan akan mengadakan resepsi." Ucap Revan mencoba memberi pengertian pada ibunya.


" Baiklah mama percayakan semuanya padamu van, kamu tahu mana yang terbaik untukmu." Ucap Lila pada anak laki lakinya itu.


" Mama tenang saja, Revan tutup dulu telponnya." Ucap Revan mengakhiri telpon.


Call off


...Setelah menerima panggilan dari ibunya Revan kembali memasuki butik, setelah sampai di dalam Revan malah mendapati Reina yang sudah duduk dengan tangan bersendekap memasang muka kesal....


" Kenapa kau malah duduk? Bukankah aku menyuruhmu memilih gaun?" Ucap Revan sambil kebingungan.


" Sudah di bungkus." Ucap Reina dengan nada kesal kemudian berlalu menuju parkiran untuk menunggu di mobil.


" Apa aku melakukan kesalahan? Kenapa mukanya seperti kain kusut? " Ucap Revan dalam hati sambil berjalan kearah kasir untuk membayar gaun pilihan Reina.

__ADS_1


...Setelah membayar gaun tersebut Revan bergegas menyusul Reina keparkiran mobil, ketika sampai di sana Revan hanya menghela nafas panjang melihat Reina yang duduk jongkok dipinggir ban mobilnya dengan kepala tertunduk dan kedua tangan diletakkan pada lutut kaki....


" Apa pilihanku sudah benar menikahinya? Kenapa melihatnya seperti ini mengingatkanku pada Saina ketika ia merajuk." Ucap Revan dalam hatinya sambil berjalan mendekati Reina.


" Apa kau sedang mencari uang tambahan." Ucap Revan yang mengejutkan Reina.


" Apa maksudmu? Tunggu .... Kau menganggapku seorang pengemis Revan?" Ucap Reina menerka nerka sambil kemudian berdiri dan mengikuti langkah kaki Revan masuk ke mobil.


" Aku tidak pernah mengatakan hal itu." Ucap Revan dengan santai.


" Kamu............. Apa sekarang kamu puas setelah mengataiku pengemis ha...". Ucap Reina dengan nada emosi menghadap Revan.


" Gak Revan gak pegawai butik tadi semuanya bikin emosi. Lama lama aku jadi keriput nih kalau terus terus begini." Ucap Reina dalam hati.


...Sangking emosinya Reina sampai lupa untuk memakai sabuk pengamannya, Revan yang melihat hal itu kembali menghela nafasnya kemudian dengan gerakan yang mendadak Revan mencodongkan tubuhnya ke arah Reina sehingga membuat Reina terkejut dan memudurkan tubuhnya sampai kesandaran kursi. Bau parfume Revan yang maskulin namun tidak terlalu menyengat tercium menguar di hidung Reina menimbulkan glayer aneh di tubuhnya, jantung Reina berdetak sangat kencang dan tidak terkontrol ...


...apalagi saat hembusan nafas hangat Reina terasa kembali kepadanya tak kala menerpa wajah Revan....


" Apa dia akan menciumku? Ohh Tuhan ini bahkan first kiss ku. Apa yang harus aku lakukan." Ucap Reina dalam hati sambil terus menahan gejolak dihatinya sampai kemudian terdengar bunyi klik yang menandakan sabuk pengaman telah terpasang.


" Apa kau selalu seceroboh itu." Ucap Revan sambil kembali duduk membenarkan posisi duduknya. Tanpa menyadari apa yang dilakukannya membuat Reina salah tingkah.


"........"


" Sudahlah lupakan lagi lagi penyakit bisu mu itu kumat." Ucap Revan lagi kemudian menjalankan kemudinya untuk pergi menuju rumah sakit.


" Revaaannnnnnnn " teriak Reina dalam hati sambil mengeratkan giginya saking kesalnya akan tingkah laku Revan


Bersambung


ikuti terus kisahnya jangan lupa vote ya kakak


see you

__ADS_1


__ADS_2