Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 28 Rahasia yang disimpan lama


__ADS_3

Surabaya, kediaman keluarga Iskandar orang tua Reina.


Ting tong ting tong


Suara bel pintu berbunyi


Shella segera menuju ke arah pintu untuk membukanya.


Cklek


" Paket bu atas nama Shella " ucap si pengirim paket tersebut.


" Iya dengan saya sendiri " ucap Shella sambil menerima paket yang di berikan kurir kepadanya.


...Sedangkan si kurir langsung pergi meninggalkan Shella setelah memberikan paket tersebut kepada Shella sehingga membuat Shella sedikit kebingungan....


" Gak biasanya kurir langsung pergi, loh kok nama sama alamat pengirimnya gak ada ya? Bukan bom kan? Namun jika bom tidak akan setipis ini. " Ucap Shella pada diri sendiri sambil membolak balik kan paket tersebut yang hanya di bungkus oleh map yang terdapat kancing dengan tali yang melilit di belakangnya.


...Perlahan Shella membuka tali yang melilit pada kancing map dan mengeluarkan isinya. Ketika isi dari map tersebut sudah di keluarkan betapa terkejutnya Shella setelah mengetahui bahwa isi map tersebut adalah foto foto serta informasi yang selama ini Shella dan Iskandar tutupi, selain foto dan informasi masa lalunya di sana juga terdapat sebuah surat yang berisi...


" Selamat menikmati buah yang sudah anda tanam. Bagaimana jadinya kalau Reina tahu ibu yang selama ini di sayangi nya adalah seorang pelakor yang bahkan tega merebut kebahagian ibu kandungnya sendiri? Oh tidak lebih tepatnya apakah Reina tahu jika anda bukan ibu kandungnya? Bukankah itu sangat menyenangkan nyonya Iskandar. "


...Shella langsung luruh jatuh bersimpuh tak kuat lagi menahan beban yang di tanggung nya. Setelah sekian lama ia dan Iskandar berusaha sebisa mungkin untuk menutupinya kali ini harus terbongkar juga. Shella menangis sejadi jadinya membayangkan jika Reina yang selama ini ia besarkan dengan penuh kasih sayang berubah membencinya. Bayangan bayangan Reina kecil yang begitu bahagia di pikirannya berubah menjadi sosok yang suram dan marah padanya membuat tangis Shella semakin pecah....


" Tidak Reina tetap anak ku, aku yang merawatnya sedari kecil. Mungkinkah Reina akan membenciku jika mengetahui segala hal tentang ku tentang Iskandar dan juga... " Ucap Shella dengan sesenggukan tak kuat meneruskannya.


...Iskandar yang tadinya ingin pergi ke dapur untuk mengambil minum harus dikejutkan dengan istrinya yang tengah menangis sesenggukan sambil memegang sesuatu....


...Melihat hal itu Iskandar langsung berlari menghampiri istrinya....


" Apa yang terjadi bu? " Ucap Iskandar sambil menghapus air mata sang istri yang terus mengalir.


" Ayah ... Ibu ... Ibu... Apa Reina akan membenci ibu yah? " Ucap Shella dengan sesenggukan.

__ADS_1


" Ya Allah bu bukannya kita sudah membahas ini, Reina anak yang baik dia pasti akan mengerti bu." Ucap Iskandar sambil terus mengusap punggung Shella memberikan ketenangan.


" Tapi foto foto ini yah , tentu Reina akan salah paham jika melihat ini. " Ucap Shella sambil menunjukkan foto beserta surat yang sudah jatuh berserakan di lantai.


" Siapa yang mengirim semua ini bu? Apa apaan mereka? Apa mereka sedang memancing di air yang keruh ? " Ucap Iskandar dengan nada emosi setelah melihat foto serta surat tersebut.


" Ayah tidak, disini memang kita yang salah tidak perlu menyalahkan orang lain." Ucap Shella menenangkan sang suami dengan air mata yang terus mengaliri pipinya.


" Tidak bu tidak ada yang bersalah di sini, hanya ayah saja yang selalu tidak bisa mengambil sikap dan keputusan. Ibu tidak salah jadi berhenti menangis bu." Ucap Iskandar mengusap air mata Shella yang masih terus mengalir.


...................


...Pagi harinya Reina bangun seperti biasa kemudian bergegas pergi ke kamar mandi bebersih lalu memasak untuk sarapan....


" Pagi Sain? " Ucap Reina ketika melihat anaknya tersebut menuruni anak tangga menghampiri meja makan.


" Moning mami " ucap Saina membalas Reina sambil mengucek matanya.


Selanjutnya di susul Revan yang sudah rapi dan lengkap dengan stelan jas kerjanya.


" Kali ini aku menghukum mu tidak ada acara ke toko selama seminggu. " Ucap Revan di sela sela makannya.


" Ayolah van lupakan saja, lagi pula aku juga tidak sengaja bertemu dengan Putra. Tidak mungkinkan jika kita bertemu lagi mana ada kebetulan yang seperti itu." Ucap Reina membela diri.


" Tidak ada pembelaan atau aku akan tambah masanya, lagi pula untuk urusan toko kamu tetap bisa memantaunya lewat telpon." Ucap Revan tanpa ingin di bantah.


" Kamu ya benar benar..." Ucap Reina sambil cemberut dengan tetap melanjutkan makannya.


...Setelah selesai dengan sarapan pagi Revan kemudian berangkat ke kantor sedangkan Reina dan Saina terpaksa mau tidak mau di rumahkan selama seminggu oleh Revan. Ya bagaimanapun Revan adalah kepala rumah tangga di sini meski rumah tangga mereka tidak seperti umumnya namun mereka tetap sepasang suami istri di mata hukum dan agama. Jadi Reina tentu tidak akan melawan jika masih dalam kategori wajar....


...Reina kemudian membawa Saina bermain di taman belakang mansion, di sana benar benar sangat asri Revan betul betul memperhatikan segala hal di setiap sudut rumahnya hingga nampak begitu indah dan asri. Tidak bisa di bayangkan berapa yang harus Revan keluarkan setiap bulannya untuk merawat mansion ini hingga begitu indah dan terjaga....


Reina menatap Saina yang tengah bermain sambil berlarian di taman.

__ADS_1


" Sini Sain istirahat dulu " panggil Reina sambil melambaikan tangan ke Saina.


Saina mendekat ke arah Reina kemudian duduk di sampingnya dan meminum jus jeruk yang di berikan Reina untuk melepas dahaga anaknya itu.


" Sain boleh mami tanya sesuatu?" Ucap Reina sambil mengelus puncak kepala Saina.


" Iya mi "


" Kenapa Saina tidak mau sekolah, bukankah di sekolah Sain akan dapat banyak teman hemm" ucap Reina hati hati.


...Saina yang mendapat pertanyaan tersebut lantas langsung menunduk dengan menggelengkan kepalanya sambil mencengkram erat gelas jus ditangannya....


...Reina yang melihat itu lantas merasa ada yang aneh akan tanggapan Saina dengan pertanyaannya barusan....


" Sain lihat mami, jika Saina tidak mau cerita mami tidak akan memaksa mami akan menunggu sampai Sain siap ya. Jadi Sain jangan sedih." Ucap Reina sambil mengangkat dagu Saina agar bisa menatapnya.


Selanjutnya Reina mengelus puncak kepala Saina perlahan kemudian memeluknya untuk memberi ketenangan.


" Sain ta...kut mi " ucap Saina dengan nada yang lirih namun masih bisa di dengar oleh Reina.


Mendengar hal itu Reina langsung melepas pelukannya kemudian menatap mata Saina dengan berbagai tanda tanya yang berputar di kepalanya.


" Kenap Sain kamu bisa cerita dengan mami" ucap Reina lagi.


" Meleka tidak mau beteman dengan Sain mi meleka bilang Sain tidak punya ibu dan anak halam. Mami apa mami tahu apa itu anak halam mi?" Ucap Saina dengan terbata.


...Reina yang mendengar penuturan Saina lantas terkejut bagaimana teman teman Saina bisa mengetahui kata kata orang dewasa seperti itu. Reina langsung memeluk erat kembali Saina dengan mata yang berkaca kaca....


" Bagaimana mungkin anak sekecil ini sudah mendapat perlakuan seperti ini? Apa teman teman Saina dewasa sebelum waktunya? " Ucap Reina dalam hati sambil terus menciumi puncak kepala Saina.


" Sain sekarang punya mami jadi Sain gak perlu takut. Jika ada yang bilang seperti itu lagi katakan pada mami biar nanti mami jewer telinganya agar panjang seperti kelinci." Ucap Reina sambil memperagakan telinga yang panjang bak kelinci.


Melihat hal itu Saina langsung tertawa yang juga diikuti oleh Reina, pada akhirnya mereka berdua tertawa sambil melepas segala beban di pundak mereka.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2