Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 133 Bahkan hewan pun lebih mempunyai hati ketimbang dirimu


__ADS_3

" Atas dasar apa kamu menuduhku ha?" ucap Erika dengan entengnya


" Oh anda ingin bermain kata kata rupanya, baik akan saya tunjukkan buktinya kepada anda sekarang" ucap Revan dengan santai.


...Setelah menelpon Wili, Revan langsung membuka ponselnya dan menunjukkan rekaman cctv di kafe kenangan pagi itu....


...Semua orang yang ada di sana lantas fokus melihat rekaman tersebut yang memang menunjukkan secara gamblang bahwa Erika menemui Reina di sana, bahkan sebelum adegan Erika menarik Reina keduanya terlihat sempat terjadi cek cok sebelum akhirnya Reina mengikuti arah tarikan tangan Erika....


" Sial... kenapa aku lupa menghapus jejak cctv di kafe itu sih...." ucap Erika dalam hati saat Revan menunjukkan rekaman tersebut.


" Apa anda mau menyangkalnya lagi?" tanya Revan dengan nada menyindir kepada Erika.


...Mendengar pertanyaan tersebut Erika berusaha sebisa mungkin untuk tenang agar Revan tidak curiga padanya....


" Tenang Erika......bukankah hanya rekaman cctv di kafe? kamu masih bisa berdalih, jangan panik jangan panik" ucap Erika dalam hati menenangkan diri.


" Itu hanya rekaman cctv kafe, kamu tidak bisa menuduhku membawa Reina hanya dengan rekaman itu" ucap Erika tak ingin kalah


" Oh perkataan anda benar sekali, sekarang biar saya balik bertanya pada anda, di mana anda membawa Reina setelah pergi dari kafe? bukankah anda membawanya masuk ke dalam mobil anda? lalu di mana sekarang mobil milik anda? bukankah itu pertanyaan yang mudah bu Erika" ucap Revan dengan penuh penekanan di setiap kata katanya.


...Mendapat pertanyaan beruntun dari Revan lantas membuat Erika bungkam tak bersuara, Erika sama sekali tak mengira bahwa ia akan mendapat pertanyaan seperti itu tanpa persiapan terlebih dahulu....


" Sudahlah lah Erika lebih baik kamu katakan saja, tidakkah kamu kasihan kepada Reina? saat ini dia sedang hamil besar" ucap Iskandar mencoba membujuk Erika.


" Diam kamu mas! ini semua juga bermula karena mu, aku membencimu, membenci dia, dan juga anak yang dia lahirkan karena telah merenggut kebahagiaan anakku" ucap Erika sambil menunjuk Iskandar dan Shella secara bergantian.


" Mbak itu sudah masa lalu, tidak bisakah kita berdamai dan memulai lembaran baru bersama" ucap Shella


" Aku tidak pernah sudi memulai lembaran baru bersama mu" ucap Erika dengan nada ketus


" Hentikan dulu semua kenangan masa lalu kalian, itu urusan pribadi kalian masing masing yang terpenting sekarang, bu Erika yang terhormat tolong katakan di mana Reina berada." ucap Revan dengan kesal karena tujuannya datang ke sini adalah untuk mencari tahu keberadaan Reina, tapi yang ia dapatkan malah sebuah drama keluarga yang tak kunjung usai.

__ADS_1


" Dia sudah naik ke atas sana ngapain kamu repot repot mencarinya" ceplos Erika tanpa sadar membuka kartu as miliknya sendiri.


...Mendengar ucapan Erika lantas membuat semua orang yang berada di ruangan tersebut terkejut dan menatap Erika dengan penuh tanda tanya....


" Apa maksud anda...." ucap Revan ingin mempertanyakan ucapan Erika barusan namun tiba tiba saja ponselnya berbunyi.


...Revan lantas mengurungkan niatnya dan langsung menggeser ikon berwarna hijau di layar ponselnya....


" Halo" ucap Revan setelah menggeser ikon hijau di layar ponselnya.


" Tuan saya mendapat kabar terbaru tentang nona Reina" ucap Wili dengan nada yang serius


...Mendengar ucapan Wili lantas membuat suasana hati Revan seperti sedikit lebih tenang....


" Kabar apa?" ucap Revan tidak sabar mendengar kabar apa itu.


" Saya berhasil melacak lokasi terakhir mobil milik nyonya Erika dan..." ucap Wili namun menggantung seperti tidak sanggup meneruskan ucapannya.


" Lokasi terakhir mobil milik nyonya Erika berada tepat di jalan tol km 56 kemarin siang, namun kemudian menghilang karena rekaman cctv terkena gangguan sistem tepat setelah mobil nyonya Erika berada di km 56" ucap Wili memberi penjelasan.


...Mendengar ucapan Wili lantas membuat Revan langsung terdiam kaku karena ia baru mengetahui apa maksud dari ucapan Erika barusan....


" Tuan... halo tuan?" ucap Wili karena tidak ada jawaban dari Revan, detik berikutnya terdengar sambungan telepon terputus dari ujung sana.


...Setelah Revan mendengar kabar buruk dari Wili, Revan lantas melangkahkan kakinya mendekat ke arah Erika yang menatap Revan dengan angkuhnya....


" Saya pikir anda seorang wanita terhormat tapi ternyata saya salah, anda bahkan lebih pantas di sebut wanita biadab yang tidak punya perasaan, asal anda tahu bahkan seekor hewan pun tidak akan sanggup melenyapkan nyawa anaknya sendiri! jika anda melebihi seekor hewan, maka aku harus menyebut anda apa?" ucap Revan dengan nada penuh penekanan di setiap kata katanya dengan mata yang sudah memerah menahan amarahnya.


...Erika terdiam mendengar penuturan Revan ia benar benar tidak mengerti maksud dari ucapan Revan....


...Sedangkan Revan setelah mengatakan hal tersebut ia langsung bergegas pergi dengan terburu buru meninggalkan semua orang yang sedang di landa kebingungan mencerna ucapan Revan....

__ADS_1


...Cukup lama Iskandar dan Shella mencerna ucapan Revan sampai kemudian barulah Shella menyadari bahwa ucapan Revan mengarah pada nasib malang yang menimpa Reina....


" Apa yang kamu lakukan pada Reina mbak?" ucap Shella sambil memegang erat tangan Erika mencoba mencari jawaban di sana.


" ......"


" Mbak jangan hanya diam mbak, katakan sejujurnya..." ucap Shella dengan air mata yang sudah jatuh membasahi pipinya.


" Aku sudah mengirimnya ke atas lebih dulu, bukankah aku wanita yang baik hati?" ucap Erika dengan entengnya.


...Mendengar hal itu Shella lantas luruh ke tanah tak sanggup menerima kenyataan yang di katakan oleh Erika, tangisnya benar benar pecah tak tertahankan lagi Shella tak tahu harus bagaimana lagi menghadapi Erika....


" ERIKA! kau benar benar seorang ibu yang biadab, bahkan dirimu tega melenyapkan anakmu sendiri" ucap Iskandar setengah berteriak menahan amarah yang meluap di dadanya.


...Mendengar ucapan Iskandar lantas membuat Iriana dan Erika menatap ke arah Iskandar dengan tatapan bingung....


" Apa maksudmu mas?" tanya Erika dengan tatapan bingung


...Mendapat pertanyaan dari Erika bukannya menjawab Iskandar malah bersimpuh di lantai dengan bibir yang gemetar dan air mata yang hendak jatuh dari ujung matanya....


" Ya Allah..... aku bersalah... aku bersalah.... hukum aku Ya Allah, hukum aku.... Reina tidak bersalah sama sekali di sini, akulah yang bersalah" ucap Iskandar dengan isakan kecil


...Sementara Shella dan Iskandar tengah menangis tersedu, sedangkan Iriana dan Erika hanya menatap ke duanya dengan kebingungan karena tidak mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi....


...Iskandar kemudian bangkit dan melangkah mendekat ke arah Erika dengan langkah sempoyongan karena masih terguncang akan segala hal yang telah terjadi....


" Kau sungguh seorang ibu yang buruk Erika, Reina adalah anakmu...dia darah daging mu... tapi kau ..kau malah melenyapkannya, bukankah kau sungguh keterlaluan kali ini? aku memang bersalah aku akui itu, tapi kau.. kau sama sekali tak punya hak untuk mengakhiri hidup Reina...." ucap Iskandar dengan berteriak karena ia sudah benar benar kecewa akan perilaku Erika yang keterlaluan.


Iskandar lantas membantu Shella untuk bangkit lalu pergi dari kediaman Erika dengan perasaan yang hancur.


" Dia anakku?" ucap Erika dalam hati sambil menatap kepergian keduanya hingga menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2