Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 125 Usaha yang sia sia


__ADS_3

...Iriana mengendarai mobilnya menuju ke sekolah Saina....


...Setelah sampai di sana, Iriana memarkir mobilnya tepat di depan halaman utama sekolahan....


" Lebih baik aku menunggunya di sini, sudah pukul 10 pasti sebentar lagi akan pulang bukan?" ucap Iriana dengan nada yang yakin sambil memandang ke arah sekeliling halaman sekolah.


...Iriana mengambil bedak di dalam tasnya kemudian membenarkan riasannya sedikit agar terlihat lebih fresh....


... ...


Satu jam kemudian


" Apakah masih lama? aku sudah lapar sekali ini... memangnya anak sekolah dasar pulang jam berapa sih... kenapa lama sekali?" gerutu Iriana karena tidak kunjung melihat Saina keluar dari sekolahan.


...Iriana lantas melihat ke arah jam tangan miliknya....


" ya.. mungkin sebentar lagi kali" ucap Iriana


Dua jam kemudian


" Astaga..... apa ini masih lama? aku sudah cukup kesemutan nih.... mana laper banget lagi.." gerutu Iriana sambil menatap kesal ke arah depan.


Tiga jam kemudian


" Ahhhh ini tidak biasa di biarkan ...kalau kelamaan di sini bisa bisa jamuran aku... aku harus keluar dan menghampiri Saina sekarang! sudah cukup aku menunggu hampir seharian" ucap Iriana dengan kesal kemudian langsung turun dari mobil melangkah memasuki area sekolahan.


...Iriana turun dari mobil kemudian melangkah dengan gaya sok anggun memasuki area sekolahan mencari keberadaan Saina di sana....

__ADS_1


" Ada yang bisa saya bantu bu?" tanya seorang wanita yang berpenampilan seperti layaknya seorang guru di sekolahan.


" Oh .... apakah anda guru di sini?" tanya Iriana dengan angkuh


" Iya bu" ucap wanita tersebut dengan sopan


" Saya ingin mencari Saina murid kelas l di sini, apakah Saina masih ada kelas?" ucap Iriana kepada wanita tersebut.


...Mendengar ucapan Iriana lantas membuat wanita tersebut menatap Iriana dengan tatapan bingung....


" Apa ibu tidak tahu ?" tanya wanita itu


" Ada apa ya?" tanya Iriana


" Semua murid kelas l sudah pulang pukul 9 pagi tadi bu.... kelas hari ini memang di pulangkan lebih awal karena akan ada rapat mendadak bagi para komite sekolahan bu" ucap wanita tersebut menjelaskan kepada Iriana.


...Iriana yang mendengar hal tersebut lantas langsung menatap wanita tersebut dengan tatapan tak percaya karena penantiannya sedari tadi pagi semuanya hanya sia sia tanpa ada hasil apapun....


" Dasar wanita angkuh..." ucap wanita tersebut dalam hati sambil menatap kepergian Iriana.


...Iriana memasuki mobilnya dengan wajah yang di tekuk kesal karena selain gagal menemui Saina usahanya sedari tadi juga menjadi sia sia....


" Sialan... tahu begitu aku pulang dati tadi! untuk apa aku menunggu seseorang yang bahkan tidak ada di sini ....... " gerutu Iriana dengan sesekali memukul setir mobilnya dengan kesal.


.........................................


Kembali kepada Revan dan Reina

__ADS_1


" Awalnya aku menganggap hal itu wajar, namun semakin lama hal tersebut lantas selalu memenuhi kepalaku dan membuat ku bertanya tanya akan alasan tatapan ibu kepadaku, sampai suatu ketika tanpa sengaja aku mendengar percakapan kedua orang tua ku, memang isi dari percakapan tersebut sama sekali tidak membahas tentang apakah aku anak ibu atau bukan, namun di dalam percakapan tersebut ibu selalu saja mengatakan menyesal dan ingin memberitahuku sesuatu namun selalu saja bisa di redam oleh ayah sehingga selalu saja gagal" ucap Reina menjeda kalimatnya lalu menarik nafas panjang.


" Aku tidak tahu pasti ada apa di balik kata menyesal yang di maksud ibu, tapi bukankah aku terlalu cepat mengambil kesimpulan van?" tanya Reina sambil menatap ke arah Revan.


...Mendapat pertanyaan dari Reina membuat Revan berpikir keras mencari jawaban dari pertanyaan Reina....


" Entahlah..... namun yang jadi pertanyaan ku mengapa kamu langsung menyimpulkan bahwa kamu bukan anak kandung ibumu? padahal ayah dan ibu tidak pernah membahasnya bukan?" tanya Revan dengan penasaran.


" Memang ayah dan ibu tidak pernah menyinggungnya van, namun.... ada yang aneh dari ibu van, kamu tahu? setiap hari ulang tahunku ibu pasti akan menyempatkan singgah di sebuah pemakaman umum tanpa sepengetahuan ayah maupun diriku, jika ibu di tanya ke mana? pasti ibu akan menjawab membeli perlengkapan untuk bulan depan, hingga karena rasa penasaran, waktu itu aku sempat mengikuti ibu hingga pemakaman, aku menunggu cukup lama sampai ibu pulang dari tempat pemakaman tersebut... setelah ibu pulang aku lantas melangkah menghampiri nisan yang membuat ibu selalu mengunjunginya di setiap hari ulang tahun ku.... dan kau tahu van nama yang tertera di sana siapa? Reina Mentari bukankah itu cukup gila?... namaku tercantum di sebuah batu nisan bahkan tanggal lahirnya pun persis sama sepertiku, bukankah itu sudah cukup menjelaskan semuanya?" ucap Reina menceritakan segalanya.


" Apa? jadi nama mereka sama? pantas saja Reina curiga, jika aku jadi Reina tentu saja aku juga akan mencurigai hal yang sama seperti Reina" ucap Revan dalam hati sambil mendengarkan cerita Reina.


" Jika tanggal lahir dan nama kalian sama bukannya ada kemungkinan bahwa kalian kembar Rein? " ucap Revan yang penasaran dengan cara pikir Reina yang begitu sensitif terhadap beberapa hal.


" Awalnya aku mengira juga demikian, ah mungkin dia saudari kembar ku yang meninggal? tapi pertanyaan itu tiba tiba saja seperti di tangkis oleh kenyataan yang menyatakan bahwa ibu tidak melahirkan bayi kembar waktu itu. Dan yang lebih gila lagi ketika aku mendatangi rumah sakit untuk meminta berkas berkas milikku dulu, mereka malah tampak terkejut lalu memberitahu ku satu buah fakta bahwa bayi yang di lahirkan ibuku meninggal pada saat masih dalam kandungan, bisa kau bayangkan van jika anak ibu meninggal lalu aku ini siapa? pertanyaan itu terus saja berputar di kepala ku tanpa henti, namun aku juga tidak berani memastikannya secara langsung kepada ibu" ucap Reina dengan nada sendu di setiap kalimatnya.


...Melihat raut wajah sedih istrinya Revan lantas merangkul Reina dari samping sambil menepuk perlahan bahu Reina memberikan ketenangan bagi Reina....


" Kenapa ibu tidak memberi tahuku van... bahkan hingga sekarangpun ibu masih diam van, jujur aku selalu menunggu ibu untuk mengatakan yang sebenarnya, namun bahkan hingga kini aku berumah tangga ibu juga tetap diam dan tidak mengatakan apapun juga." ucap Reina lagi sambil memegang tangan Revan semakin erat saat tengah memeluknya dari samping.


" Mungkin ibu sedang menunggu saat yang tepat Rein, jangan terlalu di pikirkan ok?" ucap Revan menenangkan.


"......."


" Lalu bagaimana dengan ibu kandung mu yang sebenarnya? apa kamu juga mengetahuinya kalau...." ucap Revan menggantung karena antara yakin dan tidak yakin mengatakan hal tersebut kepada Reina apalagi mengingat Erika telah melakukan banyak hal buruk kepada Reina.


...Mendengar ucapan Revan lantas membuat Reina langsung menatap ke arahnya....

__ADS_1


" Apa kamu mengetahui tentang ibuku van?" tanya Reina menatap Revan dengan berbagai tanda tanya di kepalanya.


Bersambung


__ADS_2