Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 91 Reina


__ADS_3

...Adegan dalam bab ini mengandung unsur 18+ di mohon untuk para pembaca agar lebih bijak lagi dalam memilih bacaan...


...Selamat membaca...


............................................................


Kembali ke Reina


...Setelah Reina pingsan di restoran Hotel Kenanga, kedua pria bertubuh tegap tersebut membawa Reina ke sebuah apartemen mewah dan langsung menidurkan Reina di ranjang apartemen tersebut kemudian langsung melangkah pergi....


" Kerja bagus Sita " ucap Putra


" Terima kasih bos saya permisi dulu" ucap Sita sambil melangkah pergi meninggalkan Putra dan Reina.


...Putra kemudian menutup pintu kamar dan menguncinya dengan rapat setelah itu Putra mulai melonggarkan dasinya ke kanan dan ke kiri kemudian membuangnya begitu saja....


...Putra berjalan mendekat ke arah ranjang di mana Reina berbaring dan mulai menggerakkan jarinya di atas kaki jenjang milik Reina secara perlahan naik ke atas yang tentu saja membuat Reina menggeliat dengan mata yang masih terpejam....


" Kamu benar benar menggoda Rein, kaki jenjang mu benar benar indah" ucap Putra dengan pandangan penuh nafsu ke arah Reina.


...Reina perlahan mulai membuka matanya, kerongkongan Reina entah mengapa terasa sangat kering dengan kepala yang berdenyut tak karuan....


Putra yang melihat Reina mulai bangun langsung menyeringai menatap ke arah Reina.


...Sedangkan Reina yang baru bangun dari pingsannya tentu saja pandangannya masih samar dan agak rabun sehingga tidak nampak bahwa Putra tengah memandanginya....


Cukup lama Reina mengerjap hingga hampir 15 menit barulah pandangan Reina menjadi jelas kembali.


Deg


...Jantung Reina langsung berdetak dengan kencang mana kala menyadari Reina tengah berada di sebuah kamar yang asing baginya....

__ADS_1


Putra kembali tersenyum melihat mimik muka Reina berubah menjadi kebingungan.


" Apa kabar Rein" ucap Putra di tengah kebingungan yang melanda Reina


" Putra? apa yang kamu lakukan? kenapa aku di sini?" ucap Reina sambil berusaha bangkit dari tempat tidur.


...Putra yang mendapat pertanyaan dari Reina bukannya menjawab malah tangannya bermain di ujung kaki Reina yang tentu saja membuat gelayer aneh di tubuh Reina mulai bangkit....


" Hentikan put kamu sungguh tidak sopan" ucap Reina dengan tubuh sedikit menggeliat karena tiba tiba tubuhnya seperti terasa panas dan meremang apalagi ketika di sentuh oleh Putra.


" Bukankah kamu menyukainya? untuk apa aku hentikan, ayolah Rein kita nikmati saja waktu ini dengan baik" ucap Putra dengan perlahan mulai membuka kancing bajunya satu persatu.


...Reina yang sadar apa yang akan di lakukan Putra sebisa mungkin bangkit berdiri namun anehnya bukannya berdiri Reina malah menggeliat seperti sedang kepanasan menanti belaian Putra....


" Kenapa tubuhku? kenapa pikiran dan respon tubuhku bertolak belakang?" ucap Reina dalam hati kebingungan


...Putra yang melihat Reina menggeliat lantas tertawa dan langsung menghempaskan bajunya ke sembarang arah....


" Jangan Put aku mohon, aku sedang hamil sungguh akhhhh" ucap Reina dengan memelas namun yang keluar di akhir kalimatnya malah suara d*s***n yang menggoda di telinga Putra.


" Aku tahu, dan aku baik baik saja akan hal itu jadi kamu tidak perlu khawatir ini akan sangat nikmat sayang, percayalah" ucap Putra yang mulai menaiki ranjang.


...Tubuh Reina benar benar terasa sangat panas tidak hanya itu bahkan a*e* k*w***t**n miliknya seakan terus berkedut seperti tengah pada puncaknya....


" Ada apa ini? aku tidak bisa mengendalikan tubuhku Revan tolong aku Revan" ucap Reina dalam hati dengan air mata yang sudah mengalir membasahi pipinya.


...Melihat air mata yang menetes di sudut pipinya bukannya marah Putra malah menyesap air mata itu kemudian mulai mengecup setiap inci area leher milik Reina dengan meninggalkan beberapa tanda cinta di sana....


" Tidddak put, kumohon jangan lakukan akhhh" ucap Reina sambil memohon yang lagi lagi malah mirip seperti d*s***n.


" Aku tidak bisa mundur Rein karena aku sangat mencintaimu" ucap Putra tepat di telinga kiri Reina yang semakin membuat air mata Reina mengalir deras namun dengan gerakan tubuh yang terus menggeliat seperti cacing kepanasan.

__ADS_1


" Revvvvvvvaaaaaannnnnnn" ucap Reina dengan suara serak yang lembut dan menggoda.


...Mendengar hal itu bukannya marah Putra malah tersenyum sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Reina kemudian mulai mengecup wajah Reina satu persatu dengan tangan yang sudah menjelajahi kedua aset kembarnya....


" Bagus terus sebut laki laki itu Rein, benar memang benar ini semua kesalahannya karena telah membuat tuan besar marah, jadi sungguh tepat jika kamu menyalahkannya atas apa yang menimpamu kali ini." ucap Putra dengan semangat lalu kembali mencumbui Reina


...Reina berusaha sekuat tenaga menolak namun selalu gagal karena respon tubuhnya yang selalu bertolak belakang dengan pikirannya, yang tersisa saat ini hanya kepala Reina yang mampu ia gerakan dengan bebas, Reina sebisa mungkin menoleh ke kanan dan ke kiri untuk menghindari Putra mencium bibirnya dengan air mata yang terus berlinang....


" Baik tidak apa jika kamu tidak ingin ku cium terserah, aku memang tidak bisa mendapat bibirmu tapi aku masih bisa menjelajahi tubuh molekmu ini Rein, kita lihat seindah apa tubuhmu jika tanpa busana." ucap Putra yang mulai membuka resleting bagian belakang Reina.


...Sedangkan Reina tidak bisa berbuat apa apa selain menggeliat seperti j*l**g dengan mata yang sudah bengkak dan sembap karena terlalu banyak menangis....


" Revaaaaaannnn" ucap Reina dengan suara yang sudah serak.


Brukkkkkkkkkk


...Tiba tiba saja suara pintu dibanting dengan keras terdengar dan mengejutkan Putra yang tengah menindih Reina....


Revan memang sengaja mendobrak pintu kamar kala mendengar suara samar samar milik Reina.


...Ketika pintu sudah terbuka lebar betapa terkejutnya Revan kala melihat Putra tengah berada di atas Reina, Revan lantas langsung berlari kesetanan dan mendorong tubuh Putra hingga tersungkur ke bawah....


" hahahahaha kamu benar benar merusak kesenanganku Revan" ucap Putra dengan seringai menggelikan.


...Revan yang melihat Putra malah tertawa dengan emosi yang memuncak, Revan lantas melompat dan langsung menendang Putra dengan keras, tidak hanya itu Revan kemudian menonjok Putra berkali kali hingga wajahnya babak belur, namun yang terlihat aneh di sana tidak ada perlawanan apapun dari Putra seakan akan Putra memang membiarkan Revan memukulinya hingga mati....


" Revvvvaaannn to..longgg" ucap Reina lirih dengan suara yang sudah parau.


...Mendengar suara Reina yang aneh Revan lantas menghentikan gerakan tangannya di udara dan kembali tersadar bahwa tujuannya kesini adalah untuk menyelamatkan Reina bukan malah membabi buta kesetanan seperti ini....


" Apa yang kulakukan? kenapa aku malah melupakan tujuan awal ku datang kesini? Tolol kau Revan"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2