
...Sementara itu di privat room tempat yang Gerald gunakan untuk meeting nampak ramai dengan beberapa pendapat staf tentang pembangunan kembali apartment di wilayah pusat kota....
" Bagaimana kalau kita merobohkan bangunan gedung terlebih dulu dan membangun ulang gedung apartment agar bangunan lebih kokoh dan tahan lama pak" ucap salah satu staf pembangunan.
" Tidak bisa begitu, jika kita melakukan hal itu perusahaan akan mengeluarkan biaya berkali kali lipat hanya untuk pembangunan ulang gedung tersebut, belum lagi perobohan bangunan gedung pasti juga akan memakan waktu serta biaya yang tidak sedikit" sangkal lainnya
" Betul saya setuju, hanya saja gedung tersebut sudah berusia puluhan tahun tentu tidak akan sekokoh gedung baru, jadi kita juga harus memikirkan solusi serta konsekuensi dari langkah yang akan kita ambil dalam pembangunan ini" ucap lainnya
" Iya anda juga benar dalam hal ini, lalu bagaimana menurut anda pak?" tanya lainnya kepada Gerald
...Hening tidak ada jawaban apapun yang keluar dari mulut Gerald, beberapa staf di sana saling pandang satu sama lain karena kediaman Gerald....
...Reno yang mengerti dengan situasi yang sedang terjadi lantas mendekat ke arah Gerald dan membisikkan sesuatu....
" Tuan, bagaimana pendapat anda tentang pembangunan ulang?" bisik Reno mengulang pertanyaan dari beberapa staf
...Gerald yang mendengar bisikan Reno lantas langsung tersadar dari lamunannya....
" Berikan saja berkas kalian masing masing kepada Reno, aku akan meneliti satu persatu dan mengumumkan hasilnya, rapat kali ini selesai..." ucap Gerald dengan dingin
...Setelah mengatakan hal tersebut Gerald lantas bangkit berdiri dan meninggalkan ruangan meeting. Semua yang ada di dalam ruangan tersebut lantas semakin bingung dan saling pandang akan apa yang tengah terjadi....
" Apa lagi kali ini? Kenapa pekerjaanku kian hari kian menumpuk..." ucap Reno dalam hati sambil melihat kepergian Gerald hingga hilang dari pandangannya.
...Gerald terus melangkahkan kakinya tanpa tahu arah tujuan, setelah cukup lama melangkah Gerald kemudian berhenti di area smoking room dan mulai menyalakan rokoknya di sana....
...Pikiran Gerald benar benar kacau saat ini ditambah lagi bayangan bayangan mawar putih yang terpampang cantik menjadi dekorasi restoran terus terbayang di kepalanya....
...Asap rokok mulai mengepul memenuhi area smoking room, berulangkali Gerald menghisap serta menghembuskan rokoknya tanpa melakukan hal lain selain fokus merokok dan merenung....
" Di mana letaknya kurang ku? aku bahkan sudah melakukan segala cara untuk bisa membuat Reina tetap di sisiku, Revan sungguh tidak ada apa apanya di banding diriku, tapi kenapa Reina masih tetap memilihnya?" tanya Gerald pada diri sendiri sambil terus menghisap batang rokok miliknya.
" Cukup sekali aku kehilangan mama, aku tidak ingin lagi kehilangan Reina, Reina harus jadi milikku harus! persetan dengan Revan atau siapapun, selama mereka menghalangi jalanku aku akan menyingkirkannya." ucap Gerald lagi sambil mematikan puntung rokok miliknya kemudian membuangnya ke tong sampah.
" Lihat saja apa yang bisa ku lakukan untuk kalian" ucap Gerald dengan senyum iblis yang menghiasi wajahnya.
..................................................
__ADS_1
...Sementara itu setelah acara kejutan romantis untuk Reina, Wili lantas mengantar Anita pulang sesuai instruksi dari Revan....
" Saya sudah katakan berulang kali, bapak tidak perlu mengantarku, saya bisa pulang sendiri pak sungguh" ucap Anita ketika sudah berada di dalam mobil Wili menuju arah pulang ke rumahnya.
"............."
" Huuu jika tahu begini aku tidak akan mau menuruti saran pak Revan... benar benar canggung" ucap Anita dalam hati sambil melirik sekilas ke arah Wili.
" Tapi sungguh pak.. anda tidak perlu..." ucap Anita namun tidak jadi diteruskan.
Ckitttttt
...Suara decitan mobil akibat rem yang di injak mendadak oleh Wili membuat Anita terkejut dan tidak jadi meneruskan ucapannya....
" Astaga" ucap Anita secara spontan
...Belum selesai keterkejutannya dari arah sebelah ia mendengar suara berat Wili mengatakan hal yang sangat dingin baginya....
" Jika kau ingin turun silahkan, asal kau tahu aku mengantarmu karena instruksi dari tuan, jika kau tidak suka kau bisa turun sekarang." ucap Wili dengan nada dingin.
" TURUN SEKARANG!" ulang Wili lagi
...Pada akhirnya mau tidak mau Anita lantas turun dari mobil milik Wili....
" Ini beneran di suruh turun" ucap Anita dalam hati sambil melangkah turun kemudian menutup pintu mobil perlahan.
...Setelah Anita turun dati mobilnya, Wili kemudian lantas langsung mengemudikan mobilnya dengan kencang meninggalkan Anita di pinggir jalan sendirian....
" Pak Wili benar benar pergi? ini sudah malam mana ada taksi di sini? masak aku harus jalan kaki? jarak rumahku bahkan masih bermeter meter bisa bisa sampai rumah kaki ku berubah jadi talas bogor sangking jauhnya." gerutu Anita sambil menengok ke kanan dan ke kiri siapa tahu dia mendapat tumpangan.
...Anita pada akhirnya mulai melangkahkan kakinya menyusuri jalanan setapak karena setelah menunggu cukup lama tetap tidak ada taksi atau angkutan umum yang lewat di jalanan tersebut....
" Bodoh kau Anita ini sudah malam mana ada angkutan umum lewat sini.... jalan jalan deh...... bisa sampai subuh ni aku nyampek rumah" ucap Anita pada diri sendiri dengan terus berjalan di kegelapan malam.
...Cukup lama Anita berjalan mungkin jika di hitung sudah menghabiskan waktu hampir satu jam, bahkan kaki Anita sudah terasa pegal karena berjalan dengan mengenakan hells kantoran yang tentu saja sangat menyakitkan jika di gunakan untuk perjalanan jauh....
...Ketika dilanda rasa frustasi dari kejauhan Anita seperti melihat taksi sedang berhenti di tepi jalan menunggu penumpang, melihat hal tersebut tentu saja membuat Anita merasa bahagia, tanpa pikir panjang Anita lantas langsung melepas kedua heelsnya dan berlari mendekat ke arah taksi tersebut....
__ADS_1
" Pak antar saya ke perumahan di jalan melati " ucap Anita ketika sudah berada di dalam taksi
" Baik nona" ucap supir tersebut
...Taksi pun melaju membelah jalanan menuju ke alamat yang di maksud Anita....
.......................................
Padahal yang sebenarnya terjadi
...Setelah Anita turun dari mobil Wili, Wili lantas langsung melajukan mobilnya meninggalkan Anita seorang diri di sana....
" Wanita itu benar benar sangat cerewet, apa susahnya duduk diam dan tidak bersuara, apa itu sangat susah?" ucap Wili pada diri sendiri sambil fokus mengemudikan mobilnya.
...Baru beberapa perjalanan Wili lantas kembali menepikan mobilnya dan diam termenung di dalamnya....
" Bagaimana kalau dia di culik atau di bunuh seseorang? pasti aku akan terseret kasus tersebut karena meninggalkannya sendirian... akhhhh benar benar membuat kepala ku pusing.." ucap Wili frustasi
...Wili kemudian lantas mengambil ponsel di sakunya dan menghubungi seseorang....
" Halo" ucap Wili ketika sambungan telponnya sudah terhubung.
" Ada yang bisa kami bantu pak?" tanya orang tersebut
" Aku mau memesan taksi sekarang juga!" ucap Wili
" Mohon maaf pak, jasa layanan kami sudah tutup untuk hari ini, silahkan menghubungi kami lagi esok harinya"
" Aku akan membayar 3 kali lipat untuk jasamu itu, yang harus kau lakukan cukup diam di alamat yang aku kirim... sekitar 45 menit kemudian akan ada wanita yang akan menaiki taksi mu, antar dia ke rumah dengan selamat" ucap Wili dengan nada dingin
" Jika begitu kami akan berusaha semaksimal mungkin membantu anda, silahkan anda kirimkan ciri ciri wanita tersebut agar kami tidak salah orang pak" ucapnya lagi
" Baiklah" ucap Wili sambil mengakhiri panggilan telponnya.
" Hemm begini lebih baik" ucap Wili pada diri sendiri kemudian melajukan mobilnya kembali.
Bersambung
__ADS_1