Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 72 Pelakor


__ADS_3

" Ehemmm, bagaimana Saina sekarang van?" ucap Erika


" Saina baik bu, mungkin 1 atau 2 tahun lagi aku ingin memasukkannya ke sekolah dasar agar Saina bisa berinteraksi dengan teman sebayanya." ucap Revan dengan santai


" Baguslah kalau begitu, ngomong ngomong siapa dia van apa dia asisten pribadimu?" ucap Erika sengaja menekan kata asisten pada kalimatnya.


...Revan dan Reina yang mendengar ucapan Erika barusan tentu langsung menoleh secara bersamaan....


" Asisten pribadi? apa aku sungguh terlihat seperti itu?" ucap Reina dalam hati sambil menatap Erika tak percaya.


" Bukan bu, ini Reina istri Revan." ucap Revan dengan tegas menandakan rasa tidak suka pada ucapan Erika barusan.


...Reina yang di sebut namanya kemudian menatap Erika dengan senyum namun hanya di balas dengan tatapan sinis oleh Erika....


" Oh istri" ucap Erika dengan datar sambil memperhatikan penampilan Reina dari atas hingga bawah.


...Revan mulai tidak suka dengan tanggapan yang di berikan Erika untuk Reina namun mengingat Erika adalah ibu dari Iriana, Revan sebisa mungkin untuk bersikap sopan pada Erika....


" Kau tahu sebuah pepatah van bahwa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya." ucap Erika yang tentu saja membuat Revan dan Reina bingung dengan apa yang dimaksud Erika.


" Apa maksud ibu?" tanya Revan


" Mau ku beri tahu satu hal lagi yang seru van, jangan terlalu percaya dengan wanita di sebelah mu ini karena siapa tahu dia mendapatkan mu karena mengikuti jejak ibunya yang juga sama sama perusak rumah tangga orang." ucap Erika dengan penekanan di akhir kalimatnya.


...Revan dan Reina yang mendengar ucapan Erika tambah dibuat semakin bingung dan tidak mengerti arah pembicaraan Erika, namun satu hal pasti yang dapat Revan simpulkan dari perkataan Erika bahwa ia menuduh Reina merebutnya dari Iriana sama seperti orang tuanya Reina dulu, hanya itu yang dapat Revan simpulkan sekarang namun semakin Revan menerka lebih dalam lagi itu malah semakin membuat Revan bingung....


" Benang rumit apa lagi ini? apa hubungannya Reina dengan masa lalu bu Erika?" ucap Revan dalam hati sambil menerka nerka apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


...Sedangkan Reina yang menjadi topik hangat di sini justru malah tidak mengerti arah pembicaraan Erika karena terlalu bertele tele dan tidak langsung pada intinya....


" Maaf sebenarnya apa yang tengah tante bicarakan?" ucap Reina memecah ketegangan yang terjadi di antara mereka bertiga.


" Oh ternyata kamu masih belum tahu ya atau jangan jangan kamu sedang bermain peran disini." ucap Erika dengan nada yang ketus menjawab pertanyaan Reina.


" Jaga bicara anda bu, saya masih menghormati anda karena anda adalah ibu dari Iriana namun jika anda tetap bertindak di luar batas saya juga tidak akan segan pada anda." ucap Revan yang tak kalah ketus menambah suasana semakin mencekam di warung bubur mang Odi.


...Reina yang melihat Revan mulai terpancing emosi kemudian memegang tangan Revan hingga membuat Revan menoleh ke arah Reina, Reina menggelengkan kepalanya seakan mengatakan agar Revan tidak menanggapi ucapan Erika....


" Oh jadi sekarang kamu berani melawanku van, wah wah wah ibu dan anak ternyata punya pelet khusus untuk membuat orang menjadi berubah dalam sekejap, benar benar aku akui kalian berdua lebih licik bahkan dari seekor rubah." ucap Erika sambil menatap Reina tidak suka.


...Mendengar penuturan Erika barusan tentu saja membuat Revan semakin tersulut emosi dan hendak langsung bangkit berdiri melampiaskan amarahnya namun tiba tiba ditahan oleh Reina....


" Maaf tante saya benar benar tidak mengerti tentang arah pembicaraan tante, namun satu hal yang perlu tante tahu bahwa saya tidak pernah merebut Revan sama sekali dari Iriana bahkan saya dan Revan baru mengenal satu sama lain belakangan ini jauh setelah perceraian Revan dan Iriana. Apakah tante tidak berpikir jika saya memang merebut Revan dari Iriana, tentu saya akan langsung menikahi Revan 5 tahun yang lalu, untuk apa saya harus menunggu lagi selama 5 tahun. Apa tante tidak pernah memikirkannya?" ucap Reina memberi penegasan kepada Erika.


Sedangkan Erika yang mendapat sekakmat dari Reina langsung diam seribu bahasa.


...Erika yang melihat kepergian Revan dan Reina tentu saja sangat marah dan semakin membenci Reina....


" Gadis angkuh yang tak berpendidikan" ucap Erika dalam hati sambil terus menatap kepergian Reina dan Revan.


...Mang Odi yang melihat Reina akan pergi lantas mencegatnya karena memang bubur pesanan Reina baru saja selesai....


" Loh neng mau kemana? ini buburnya sudah jadi." ucap mang Odi


" Buburnya kasih bapak bapak yang sedang memulung itu saja mang, kembaliannya buat mamang saja." ucap Reina sambil memberikan uang pecahan seratus ribu

__ADS_1


" Hatur nuhun neng." ucap mang Odi yang kegirangan karena mendapat rejeki nomplok.


" Si eneng bener bener pujaan hati banget lah" ucap mang Odi sambil terus memperhatikan kepergian Revan dan Reina.


...Setelah keluar dari warung mang Odi Reina tetap menggenggam tangan Revan dengan erat memasuki area taman kemudian berhenti tepat di bangku taman favorit Reina ketika ke sana....


...Reina melepaskan tangan Revan kemudian duduk dan menyenderkan tubuhnya sambil memandangi sekitar area taman dan menghembuskan nafas panjang beberapa kali....


Revan yang melihat Reina kemudian menghampirinya dan duduk di sebelah Reina.


" Hanya 5 menit van kumohon berikan aku ketenangan setidaknya 5 menit" ucap Reina sambil kemudian menutup matanya menikmati hembusan angin menerpa wajahnya.


Revan yang tadinya ingin berbicara mengurungkan niatnya setelah mendengar ucapan Reina.


" Rein sebenarnya terbuat dari apa hatimu? kenapa kamu bisa sesabar ini ketika ada seseorang yang sedang menyakitimu?" ucap Revan dalam hati sambil terus memandangi Reina.


...Hening selama beberapa menit tidak ada percakapan apapun antara Reina dan Revan mereka hanya saling diam dan berkutat dengan pikiran masing masing sampai kemudian Reina membuka pembicaraan....


" Van apa menurutmu ibu benar benar melakukannya?" ucap Reina dengan tiba tiba


" Aku tidak tahu pastinya Rein tapi yang jelas tidak ada manusia yang sempurna semua orang tentu pernah melakukan sebuah kesalahan, lebih baik kamu tanyakan langsung pada ibumu pelan pelan saja dan ingat jangan melibatkan emosi karena itu akan memperkeruh segalanya." ucap Revan


" Aku takut van....... aku takut mengetahui kenyataan jika ibu benar benar melakukannya." ucap Reina dengan nada yang lirih hingga tidak terasa air mata sudah mengalir membasahi pipinya.


...Revan menoleh ke arah Reina kemudian menghapus air mata Reina yang sudah turun membasahi pipinya....


" Jangan menangis Rein kamu harus bisa mengambil sisi positif dari setiap permasalahan, ibumu pasti melakukannya dengan sebuah alasan jadi percayalah pada ibumu." ucap Revan sambil menghapus air mata yang terus mengalir di pipi Reina.

__ADS_1


...Mendengar perkataan Revan yang menenangkan hatinya, Reina kemudian bersandar di dada bidang Revan dan memeluknya dengan erat. Reina benar benar sudah bergantung kepada laki laki yang di peluknya saat ini, Revan selalu bisa meluluhkan hati Reina apapun keadaannya, sikap Revan yang selalu bisa memberikan ketenangan membuat hati Reina begitu damai ketika berada di dekatnya....


Bersambung


__ADS_2