BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Awal Kisah


__ADS_3

Tik,tik suara hujan deras. Di kafe, memperlihatkan seorang wanita tengah menikmati minumannya sembari tepekur.


" Gluk " seseorang minum dengan satu tegukan.


Tiba-tiba,


" Sreet " Kursi di geser, duduk satu orang pria dengan mengatakan.


" Aku tidak terlalu pandai berbicara manis di depan wanita, tapi mungkin aku bisa mencairkan kebahagiaan mereka dengan tidak sama sekali aku rencanakan. " sapa tersenyum.


Lawan bicaranya pun seketika tersengeh.


" Hehe... " sipu wanita.


Pria itu teralihkan perhatiannya ke sebuah minuman yang di seruput wanita tadi.


" Oh! Kamu meminum ini juga? " kejutnya bertanya.


Ia menjawab.


" Ya. Aku hanya baru meminum 3 gelas. Dan ini menuju ke nomor 4. "


Seketika pria terkejut-kejut.


" Wah!! Luar biasa! Sungguh?! Apakah sekarang ini, kamu belum merasakan mabuk sama sekali?? "

__ADS_1


" Sedikit " menyahut.


" Wah haha! Hebat. " puji si pria sambil menggeleng-gelengkan kepala juga bertepuk tangan.


Mereka berdua asik mengobrol karena bincangannya yang tidak berlainan untuk berkomunikasi. Lama berbicara, kemudian ia kembali bertanya.


" kamu tertarik untuk bermain bersama denganku? Malam ini aku mempunyai tempat yang sangat bagus untuk melakukan suka-suka? Ya... sedikit mencuci diri kita. Aku melihat wajahmu begitu sangat suram, dan juga...  hanya menikmati kehidupanmu seorang diri. "


Seketika wanita terdiam. Tak lama kemudian ia berkata,


" Aku sedang tidak ingin mengunjungi banyak tempat. Berapa lama kamu bisa bertahan untuk malam ini? "


Pria pun terkejut-kejut dengan senang.


" Wah! Haha hebat! Sungguh?! Mari kita menggila malam ini bersamaku? Aku akan dengan penuh api semangat melakukannya. " ajakan seraya merangkul bahu juga mengelus-elus.


" Sreet " Kursi di tarik, sosok laki-laki duduk bersampingan di sebelahnya.


Sontak mereka teralihkan perhatian. Ia melanjutkan bincangan.


" Bagaimana? Kamar seperti apa yang kamu inginkan untuk nanti kita beristirahat? " bertanya sembari memegang pipi wanita tersebut.


Wanita langsung melepaskan tangan si pria. Ia yang merasa kebingungan karena tindakan itu pun bertanya kembali.


" ada apa? kenapa diam? "

__ADS_1


Kemudian ia mengeluarkan kartu namanya seraya berkata,


" Ini. Kamu bisa menghubungi-Ku kapan saja, tapi tidak untuk malam ini. Aku ingin melakukannya dengan orang lain. " ujarnya sembari menyodorkan.


Ia terkejut-kejut juga kebingungan dengan lontaran kata wanita itu, sigap tersadar dan melihat ke laki-laki yang baru tiba tadi. Ia benar-benar merasa kecewa juga bisa mengerti akan keputusannya.


" Aku pergi sekarang. " pamit dengan susah hati.


Setelah cukup lama dari kepergian pria itu, ia melirik-lirik dengan liar kepada laki-laki tadi yang tengah menikmati sebuah minuman.



Tiba-tiba Craang!... Ia sengaja menjatuhkan gelas miliknya sendiri, sehingga mampu menarik perhatian laki-laki di sebelah nya tersebut.


" Ah...tidak! Apa yang telah aku lakukan?! Bodoh sekali! " geram sumbing.


Wanita turun dari kursinya dan berpura-pura untuk melakukan peristiwa terlihat nyata. Alhasil, laki-laki itu pun ikut turun dan membantunya dengan mengatakan sambil menggoda.


" Ah! Tidak... Apakah aku juga ikut terlibat dalam hal ini? benarkah aku yang membuat gelasmu terjatuh? " ucap laki-laki tersenyum, menatap.


Lalu, ia menyahut dengan gembira hati.


" Hehe... Apakah aku membangunkanmu? " sipu malu.


" Tidak. " ucapnya.

__ADS_1


Saat itu juga, ia tersadar dengan terkejut setelah matanya melihat sebuah luka bakar di tangan wanita itu.


" minuman-Mu mengenai salah satu anggota tubuhmu. " Imbuhnya sembari memegang tangan wanita dengan lembut juga perlahan.


__ADS_2