
" Ada apa denganmu? Aku bahkan sama sekali tidak mengerti karena perkataan riuh-Mu yang membelat-belit memutar seperti ular. Jarang? Atau memang sudah pada biasanya begitu? " aneh Jio wajah datar.
" tidak masalah bagiku. Ingin aku temani? Perut aku benar-benar lapar. " ucap Jio lagi.
" A-aa... Um. " mengangguk.
Pergilah mereka berdua jalan bersama menuju tujuan. Di tengah-tengah bergerak, mendadak
“Tik-tik” suara hujan deras.
Jelas sontak saat itu pun membuat mereka terkejut agak panik. Dengan sigap, Jio menarik tangan Kira dan bergegas-gegas membawanya lari cepat. Lalu,
" Ah itu dia. " senang hati Jio.
" Tap, tap... " berlari mengarah ke suatu tempat.
" Akhirnya sampai juga. " lega Jio sembari masih menggandeng tangan gadis tersebut.
" ayo ayo, sebaiknya kita lekas mencari kehangatan di dalam sana. " ujarnya lanjut beranjak masuk.
" wah... sepertinya sedang tidak kedatangan banyak tamu ya? " ucap Jio melihat ke sekeliling dalam kafe
.
__ADS_1
" bukankah sangat bagus, di cuaca begini berdiam di tempat ini Kira? " ricaunya lagi.
" A-aa iya, aku juga berpikir demikian. " sahutnya.
" Jawaban yang bagus. Ayo kita duduk. " mengajak.
" Kreet... " suara kedua kursi di tarik.
" Langsung saja ya? Hehe, aku bersungguh-sungguh sudah tidak tahan ingin segera makan. Apa yang ingin kamu pesan? " tutur Jio.
" Pai apel dengan es susu soda. "
" Wah bagaimana bisa menikmati makanan itu? Di cuaca dingin seperti sekarang ini, bukankah lebih bagus minuman yang bisa nyata menghangatkan tubuh, Kira? " sangkal Jio.
" Hah? "
" Yasudah. Kita pesan 2 gelas wine ya. Sepertinya pesan makananku juga sama. " putusn Jio.
" T-tidak! S-saya pesan susu hangat saja, sudah. Enak sekali ya jika peneman pai itu adalah susu. Sangat cocok jelas di cuaca sekarang ini. " elak sigap Kira panik terkejut.
" O-oh... Baiklah. "
Tak berlama-lama, lelaki itu pun berdiri dan berjalan mengarah bertujuan untuk memesan. Setelah kembali duduk, ia berkata lagi.
" benar? Tidak ingin wine saja? "
__ADS_1
" Um... Bukan begitu, hanya... Aku hanya sedang ingin minum susu saja. Mungkin itu untuk selera yang aku mau saat ini. Tidak masalah, 'kan? " gugu Kira menghindar.
" Oh tentu tidak mengapa. Aku juga pernah mengalami di posisi yang sama sepertimu. " tanggapnya.
" Senang sekali hehe... Terima kasih kebijaksanaannya. " lega hati Kira tersengeh.
Seiring berjalan waktu menunggu, Jio terus berbincang.
" Um... Kira, jika boleh aku tahu... Benarkah kamu mempunyai hubungan spesial dengan Sundry? " semburnya.
Keruan Kira terkejut.
" Hah?? A-aa... T-tidak, bagaimana bisa terjadi? " sangkalnya.
" Kau kenal terhadap laki-laki menurutku sangat tidak biasa untuk bisa di perhatikan setelah sekian lama ini aku mengawasimu. Meski tidak banyak pun, mengetahui bahwa waktu hari itu dengan tiba-tiba saja kau menghampiri dan berbicara seperti orang yang sudah karib, nampak membuktikan jelas seolah-olah kalian memang mempunyai hubungan lain. " sembur Jio lagi.
" Hah? " bingung Kira.
" um... Memang di saat mana aku pernah berbicara betul dengannya? " imbuh Kira.
" Waktu itu? " jawabnya.
Kira terdiam sejenak sebab merasa ganjilnya terhadap Jio.
" Um... Apakah waktu yang kamu maksud itu ketika aku bertanya di hari lalu? " ujar Kira.
" aku menghampiri juga terbuka berbincang dengannya, tidak lebih itu hanyalah keperluan bertanya, 'kan? " lanjut kata Kira.
__ADS_1