BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Teman Sundry #1


__ADS_3

" Ada apa denganmu? Aku bahkan sama sekali tidak mengerti karena perkataan riuh-Mu yang membelat-belit memutar seperti ular. Jarang? Atau memang sudah pada biasanya begitu? " aneh Jio wajah datar.


" tidak masalah bagiku. Ingin aku temani? Perut aku benar-benar lapar. " ucap Jio lagi.


" A-aa... Um. " mengangguk.


Pergilah mereka berdua jalan bersama menuju tujuan. Di tengah-tengah bergerak, mendadak


 “Tik-tik” suara hujan deras.


Jelas sontak saat itu pun membuat mereka terkejut agak panik. Dengan sigap, Jio menarik tangan Kira dan bergegas-gegas membawanya lari cepat. Lalu,


" Ah itu dia. " senang hati Jio.


" Tap, tap... " berlari mengarah ke suatu tempat.


" Akhirnya sampai juga. " lega Jio sembari masih menggandeng tangan gadis tersebut.




" ayo ayo, sebaiknya kita lekas mencari kehangatan di dalam sana. " ujarnya lanjut beranjak masuk.


" wah... sepertinya sedang tidak kedatangan banyak tamu ya? " ucap Jio melihat ke sekeliling dalam kafe


.

__ADS_1



" bukankah sangat bagus, di cuaca begini berdiam di tempat ini Kira? " ricaunya lagi.


" A-aa iya, aku juga berpikir demikian. " sahutnya.


" Jawaban yang bagus. Ayo kita duduk. " mengajak.


" Kreet... " suara kedua kursi di tarik.


" Langsung saja ya? Hehe, aku bersungguh-sungguh sudah tidak tahan ingin segera makan. Apa yang ingin kamu pesan? " tutur Jio.


" Pai apel dengan es susu soda. "


" Wah bagaimana bisa menikmati makanan itu? Di cuaca dingin seperti sekarang ini, bukankah lebih bagus minuman yang bisa nyata menghangatkan tubuh, Kira? " sangkal Jio.


" Hah? "


" Yasudah. Kita pesan 2 gelas wine ya. Sepertinya pesan makananku juga sama. " putusn Jio.


" T-tidak! S-saya pesan susu hangat saja, sudah. Enak sekali ya jika peneman pai itu adalah susu. Sangat cocok jelas di cuaca sekarang ini. " elak sigap Kira panik terkejut.


" O-oh... Baiklah. "


Tak berlama-lama, lelaki itu pun berdiri dan berjalan mengarah bertujuan untuk memesan. Setelah kembali duduk, ia berkata lagi.


" benar? Tidak ingin wine saja? "

__ADS_1


" Um... Bukan begitu, hanya... Aku hanya sedang ingin minum susu saja. Mungkin itu untuk selera yang aku mau saat ini. Tidak masalah, 'kan? " gugu Kira menghindar.


" Oh tentu tidak mengapa. Aku juga pernah mengalami di posisi yang sama sepertimu. " tanggapnya.


" Senang sekali hehe... Terima kasih kebijaksanaannya. " lega hati Kira tersengeh.


Seiring berjalan waktu menunggu, Jio terus berbincang.


" Um... Kira, jika boleh aku tahu... Benarkah kamu mempunyai hubungan spesial dengan Sundry? " semburnya.


Keruan Kira terkejut.


" Hah?? A-aa... T-tidak, bagaimana bisa terjadi? " sangkalnya.


" Kau kenal terhadap laki-laki menurutku sangat tidak biasa untuk bisa di perhatikan setelah sekian lama ini aku mengawasimu. Meski tidak banyak pun, mengetahui bahwa waktu hari itu dengan tiba-tiba saja kau menghampiri dan berbicara seperti orang yang sudah karib, nampak membuktikan jelas seolah-olah kalian memang mempunyai hubungan lain. " sembur Jio lagi.


" Hah? " bingung Kira.


" um... Memang di saat mana aku pernah berbicara betul dengannya? " imbuh Kira.


" Waktu itu? " jawabnya.


Kira terdiam sejenak sebab merasa ganjilnya terhadap Jio.


" Um... Apakah waktu yang kamu maksud itu ketika aku bertanya di hari lalu? " ujar Kira.


" aku menghampiri juga terbuka berbincang dengannya, tidak lebih itu hanyalah keperluan bertanya, 'kan? " lanjut kata Kira.

__ADS_1


__ADS_2