BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode 22


__ADS_3

" Ahh sepertinya wajahku masih terlihat terlalu baik dengan anak-anak ini. Padahal aku sudah berusaha keras mengubah ini. " berdesah.


" kau berpikir aku ini bodoh? Bebal begitu? Tunggu, jangan pernah berkata bahwa kamu benar-benar menanggapi sikap-Ku sebelumnya? Kamu marah? " tuduh Lucky.


" arrghh! tentu juga seharusnya aku tidak terlalu mempedulikan situasi tadi, apa sekarang ini kamu sungguh merasa jijik terhadapku? benci? " imbuhnya.


" kamu benar-benar sama sekali tidak ingin memiliki hubungan sedikit pun denganku? " lanjut lagi dengan ekspresi wajah agak khawatir.


Kira terdiam sementara setelah mendengar ricauan dari laki-laki itu, lalu akhirnya ia buka mulut.


" Aku tidak pernah berpikir sama sekali tentang hal itu hingga ke arah sana. " jawab lesu.


Sontak sahutan-Nya membuat Lucky berubah kembali bersemangat, menampakkan tersenyum lebar sebab rasa senang.


...----------------...


Kira sampai di depan rumah, waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Sebelum masuk ia teralihkan perhatiannya melihat sebuah sepasang sepatu terkapar didepan matanya. Tepekur sejenang, tak lama kemudian ia masuk ke dalam rumah. Saat tiba diruang belakang, sudah terdengar kebisingan seperti seseorang tengah sibuk memasak, lalu berkata


" bukankah waktu masuk kerja hanya diakhir hari sabtu dan minggu? " tanya Kira sembari duduk dikursi meja makan.


" Oh! Sudah pulang ternyata! Sangat menyesal. Minta maaf. " sahutnya terkejut.


Kira mengambil air putih yang sudah tersedia dimeja dan meminum-Nya . Sambil menunggu masakan tiba, ia berniat pergi ke dalam toilet.

__ADS_1


" Apakah masih lama? " bertanya.


" Oh! Euu... Hanya butuh beberapa menit saja, tolong untuk menunggu. " jawabnya.


" Aku ganti berpakaian terlebih dahulu. " ujar Kira tersenyum.


" Baiklah, cepat kemari. "


Saat Kira kembali lagi, ternyata makanan yang usai dibuat sudah terhampar dimeja makan itu. Ia berjalan dan duduk.


" ini nasinya, maaf sepertinya semua masakannya masih panas. " ujarnya juga ikut duduk.


" Tidak mengapa. June Sin? pulang sekolah langsung pergi bekerja? " tanya Kira.


" Bukan itu, tidak masalah. Ayo makan. " ajak Kira.


Mulai menyantap. Di tengah-tengah sedang menikmati masakan tersebut, Kira merasa terganggu akan tingkah-Nya June Sin yang daritadi terus memerintahkan sambil makan. Merasa tidak nyaman pun ia bertanya


" apa yang mengganggu pikiranmu? bisa curahkan? " semburnya.


" Oh! Euu... Itu... Aku tidak yakin soal itu. " bimbang.


" Aku tidak bisa mengerti jika kamu tidak menceritakan-Nya. " lanjut ucap Kira.

__ADS_1


June Sin terdiam. Kemudian Kira teralihkan pikirannya ke sesuatu hal yang ingin ditanyakan daritadi sebelum bertemu dengannya di rumah.


" oh! Persoalan yang kamu katakan disekolah tadi, aku benar-benar meragukan-Nya. Tentu, bagaimana bisa


tidak merasa khawatir, jika aku hanya bersikap diam begitu... apakah betul tidak akan terjadi apa-apa? Aku merasa lebih nyaman ketika bersikap pertama kali menanggapi perilaku Xie. Tapi kamu malah mendatangi-Ku dan menentang sikap yang aku lakukan kepadanya. " ungkapnya.


" Tunggu, apakah Pria itu telah berhasil melakukan sesuatu kepadamu? " lontarnya terkejut.


" Hah? tunggu! Apa? " kejut Kira.


" Euu... Maaf. Aku... Euu... Ini yang sebenarnya ingin aku tanyakan. Apa yang membuatmu pulang selarut ini? " kaku lidah mengganti topik. Tidak ada jawaban dari Kira, ia malah mengalihkan perhatiannya kembali makan. Mereka melanjutkan makan malam. Tiba-tiba saja Kira berkata


" Tidak terjadi apapun antara aku dengan Pak Lucky. " tuturnya langsung kembali makan.


June Sin mengangguk-angguk.


Setelah usai. Kira membantu June Sin untuk pembersihan, ia membawa barang-barang kotor dan mencucinya. Sedangkan June Sin langsung beralih menyapukan ruang dapur sebab berantakan bekas ia tadi memasak. Sekonyong-konyong Kira mengungkap,


" dan sebagai tumbalnya, Pak Lucky mengajak-Ku untuk pergi ke diskotek bersamanya. " celetuk Kira.


Setelah mendengar, seketika juga mata June Sin terpaku membelalak, sebab saking terkejutnya ucapan yang dikeluarkan-Nya. Kira membalikkan badan dan melihat ke arah June Sin serta berkata


" bagaimana? Apa yang harus dilakukan nanti? " lanjut Kira sedih hati.

__ADS_1


__ADS_2